Friday, September 28, 2012

UNDULATUS ASPERATUS, "Spesies" Awan Baru

4 comments
Kalangan amatir pengamat langit menemukan "spesies" awan baru. Awan itu kali pertama terlihat di Cedar Rapids, Iowa, Amerika Serikat, pada 2006. Selanjutnya, awan juga terlihat di Perancis, Norwegia, dan beberapa wilayah lain.

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/09/24/1559201620X310.jpg
Undulatus Asperatus
Credit : Ken Prior
Organisasi Cloud Appreciation Society (CAS) yang berbasis di Inggris menamai awan tersebut Undulatus Asperatus. CAS tengah mengajukan agar awan itu diakui kebaruannya oleh World Meteorological Organisation di Geneva dan dimasukkan dalam International Cloud Atlas.

Dalam upaya untuk mendapatkan pengakuan resmi, CAS telah mengumpulkan banyak gambar awan tersebut serta melakukan penelitian yang kebanyakan dilakukan di Reading University.

Graeme Anderson, meteorolog dari Reading University, mengungkapkan bahwa Undulatus asperatus mirip dengan awan Mammatus. Perbedaannya adalah, Undulatus asperatus lebih bergelombang.

Gavin Pretor-Pinney, pendiri CAS, mengungkapkan bahwa Undulatus asperatus memang jenis awan baru. Ia menyatakan beberapa hasil penelitiannya di Royal Meteorological Society.
Pretor-Pinney seperti dikutip Daily Mail, Minggu (23/9/2012), mengatakan,

"Awan ini lebih hangat, lembab, dan lebih dingin di bagian atas, udara yang lebih kering di bagian bawah dengan batasan yang jelas di antara keduanya."

Saat ini, pendukung CAS tengah berharap-harap cemas, menunggu apakah Undulatus asperatus memang bisa diklasifikasikan sebagai awan baru. Studi pada awan tersebut terus dilakukan.

Jika awan itu dinyatakan sebagai jenis baru, maka CAS membuat prestasi penting. Undulatus asperatus akan menjadi jenis awan baru pertama yang ditemukan sejak Cirrus intortus pada tahun 1951.

"Mengamati awan adalah hal penting untuk mendokumentasikan efek pemanasan global di langit. Awan dapat memberikan jawaban tentang suhu dan perubahan iklim di tahun-tahun mendatang," kata Pretor-Pinney.

Saat ini, semakin banyak orang tertarik mengamati awan. Sebagai gambaran, anggota CAS sudah berjumlah 30.903 orang. Tahun depan, CAS akan meluncurkan aplikasi pengamatan awan yang memungkinkan pengguna berbagi potret dan lokasi terjadinya awan. Unggahan pengguna dapat digunakan untuk kegiatan penelitian.

Berikut beberapa foto indah Awan Undulatus Asperatus,

10 PERPUSTAKAAN TERBESAR DI DUNIA

No comments
Buku adalah jendela ilmu, karena memang dengan buku kita bisa tahu banyak sesuatu. tak heran jika banyak manusia begitu menganggap buku sebagai sesuatu yang melambangkan pengetahuan. Tak heran pula jika banyak orang yang mencoba untuk membangun perpustakaan sebagai tempat dari jendela ilmu tersebut.

Berikut adalah daftar 10 perpustakaan terbesar di dunia :

1. Library of Congress
Library of Congress ini berada di Washington DC, Amerika Serikat. Library of Congress didirikan pada 1800. Perpustakaan ini memiliki stock lebih dari 30 juta buku. Library of Congress muncul di film National Treasure 2.

http://listphobia.com/wp-content/uploads/080609_1600_10LargestLi1.jpg

2. National Library of China
National Library of China berada di Beijing, Cina. National Library of China didirikan pada tahun 1909. Perpustakaan ini memiliki stock lebih dari 22 juta buku.

http://listphobia.com/wp-content/uploads/080609_1600_10LargestLi2.jpg

3. Library of the Russian Academy of Sciences
Library of the Russian Academy of Sciences berada di St Petersburg, Rusia. Library of the Russian Academy of Sciences didirikan pada 1714. Perpustakaan ini memiliki stock lebih dari 20 juta buku.

http://listphobia.com/wp-content/uploads/080609_1600_10LargestLi3.jpg

4. National Library of Canada
National Library of Canada terletak di Ottawa, Kanada. National Library of Canada didirikan pada tahun 1953. Perpustakaan ini memiliki stock lebih dari 18.800.000 buku.

http://listphobia.com/wp-content/uploads/080609_1600_10LargestLi4.jpg

5. German National Library
German National Library terletak di Frankfurt, Jerman. Ini didirikan pada tahun 1990. Perpustakaan saham ini lebih dari 18.500.000 buku.

http://listphobia.com/wp-content/uploads/080609_1600_10LargestLi5.jpg

6. British Library
British Library berada di London, Inggris. British Library didirikan pada 1753. Perpustakaan ini memiliki lebih dari 16 juta buku.

http://listphobia.com/wp-content/uploads/080609_1600_10LargestLi6.jpg

7. Institute for Scientific Information Russian Academy of Sciences
Institute for Scientific Information Russian Academy of Sciences terletak di Moskow, Rusia. perpustakaan ini didirikan pada tahun 1969. Perpustakaan ini memiliki lebih dari 13.500.000 buku.

http://listphobia.com/wp-content/uploads/080609_1600_10LargestLi7.jpg

8. Harvard University Library
Harvard University Library berada di Cambridge, MA, USA. Harvard University Library didirikan pada tahun 1638. Perpustakaan ini memiliki lebih dari 13.100.000 buku.

http://listphobia.com/wp-content/uploads/080609_1600_10LargestLi8.jpg

9. Vernadsky National Scientific Library of Ukraine
Vernadsky National Scientific Library of Ukraine terletak di Kiev, Ukraina.Vernadsky National Scientific Library of Ukraine didirikan pada tahun 1919. Perpustakaan ini memiliki lebih dari 13 juta buku.

http://listphobia.com/wp-content/uploads/080609_1600_10LargestLi9.jpg

10. New York Public Library
New York Public Library berada di Kota New York, NY, USA. New York Public Library didirikan pada tahun 1895. Perpustakaan ini memiliki lebih dari 11 juta buku.

http://listphobia.com/wp-content/uploads/080609_1600_10LargestLi10.jpg



Diterjemahkan dari :
10 biggest libraries in the world (www.mostinterestingfacts.com)

Tuesday, September 25, 2012

Membuat UFO dengan Efek BIEFELD BROWN

7 comments
Seperti yang telah kita ketahui, bahwa UFO adalah singkatan dari Unidentified Flying Object, yang artinya benda terbang tak dikenal. UFO tidak harus merupakan sebuah pesawat luar angkasa, namun termasuk segala sesuatu yang terlihat di angkasa dan tak dapat dijelaskan.

Namun umumnya, tidak dapat dipungkiri kalau UFO sering diasumsikan sebagai pesawat canggih milik Alien.

Bagaimana tidak disebut canggih, karena telah banyak orang yang mengaku menyaksikan penampakan UFO dengan karakteristik yang bisa dibilang sangat unik dan istimewa alias tidak ada pesawat terbang yang bisa bergerak seperti itu. Seperti halnya yang dilaporkan saksi, bahwa UFO yang terlihat mampu melakukan gerakan berputar, menukik, zig-zag, berputar arah mendadak serta kemampuan-kemampuan manuver ekstrem lainnya

Pada kesempatan kali ini, aku mau berbagi info tentang... yaa mungkin udah ada yang tau yaa, tentang efek Biefeld Brown.

Konon katanya... dengan efek Biefeld Brown ini, kita bisa bikin UFO-UFO an...

Yuphh... cuma UFO-UFOan sih, hehehe.... alias mainan, gak berukuran besar kayak UFO yang di film-film gitu yang bisa dikendarai...

Oke deh, ini nih tentang efek Biefeld Brown...


Kalau kamu teliti saat proses pembuatannya, hasilnya akan seperti pada gambar diatas...
Keren banget yaa...
Seperti yang aku udah sampaikan diatas, kalau UFO-UFOan ini memanfaatkan efek Biefeld Brown.
Yaitu kapasitor yg ukuran elektrodanya beda jauh. Elektroda yg kecil (jarum / kawat) mengionisasi udara sekitarnya, kemudian udara ditarik ke pelat lebar. Hasilnya terjadi daya dorong pada udara dan reaksinya UFO yang kita buat akan terbang...

Detail pembuatannya ada di situs ini The Lifters Experiments home page by Jean - Louis Naudin

Bahan-bahannya cukup mudah. Flyback monitor atau coil mobil/sepeda motor, aluminium foil roll untuk bungkus makanan bisa didapatkan di supermarket dan kawat. Rangka balsa kalau susah, bisa pakai gabus atau sedotan yang kaku (model tekuk). Yang agak ruwet cuma pengatur tegangan dan frekuensi atau mungkin untuk yang ini bisa pesen ke tukang servis.

Selamat berkreasi... :D

HATI-HATI.!!!
Listrik yang digunakan tegangan tinggi, 20-40 ribu volt.
Perhatikan pedoman keselamatan dan Gunakan alat-alat & perlengkapan yang layak.




Oh iyaa... Aku sendiri belum pernah mencoba praktek ini sih, ini just share aja, hehehe.....

Terbaru, PENAMPAKAN UFO TERLIHAT DI 3 NEGARA SEKALIGUS.

6 comments
Laporan mengenai penampakan UFO (Unidentified Flying Object) kembali terdengar. Kali ini, saksi mata mengklaim telah melihat penampakan UFO di tiga langit negara yang berbeda.

http://img.okeinfo.net/content/2012/09/24/56/694394/2CJItIodxl.jpg
Gambar Ilustrasi Pennampakan Piring Terbang/UFO
(Foto : InternationalBusinessTimes)

Saksi mata mengakui bahwa mereka melihat UFO di langit Arizona (Amerika Serikat), Melbourne (Australia) dan Manchester (Inggris). Kabarnya, UFO ini terlihat di tiga kota besar dalam kurun waktu lima hari.

Seorang pilot dan insinyur sistem pesawat terbang di Arizona, pada Rabu menuturkan bahwa dirinya melihat pesawat aneh bercahaya di langit. Ia bersama kekasihnya ketika itu, meyakini bahwa apa yang mereka lihat adalah sesuatu yang tidak biasa.

"Saya seorang insinyur sistem pesawat terbang dan juga pilot helikopter dan pesawat terbang komersial. Saya belum pernah melihat kegiatan di langit seperti ini sebelumnya. Saya biasanya mencoba untuk menyingkirkan gangguan penglihatan, dengan memastikan mereka bukan serangga, aktivitas kosmik, satelit, pesawat udara dan sebagainya," ujar pilot tersebut, seperti dilansir International Business Times, Selasa (25/9/2012).

Tidak hanya di langit Arizona, dua bersaudara Maggie Waldron dan Lorna Hanmore dari Manchester juga mengatakan telah melihat UFO pada 22 September 2012. Mereka menggambarkan bahwa bentuk UFO tersebut mirip karakter ikonik dalam film Toy Story (Buzz Lightyear).

Pada saat itu, Waldron tidak sengaja menangkap gambar UFO ketika ia mengabadikan gambar saudara perempunnya (Hanmore). Gambar tersebut menampilkan objek asing yang ada di langit, sebagai latarbelakang foto.



Selain di Manchester, UFO tersebut juga terlihat di langit Melbourne, Australia. Pada Sabtu malam, seorang pria mengabadikan cahaya aneh yang melayang di atas Carlton Gardens. 

"Objek asing itu bergerak seperti tidak ada objek terbang lain yang saya sadari. Objek tersebut menampilkan pola menakjubkan, yang terlihat mirip pertunjukkan cahaya di langit," ujar pria bernama Tod dalam deskripsi video di Youtube. 

Berikut videonya :




techno.okezone.com
www.youtube.com

Thursday, September 20, 2012

_= My 2nd Award =_

9 comments
Alhamdulillah... seneng banget lhOoo dapat award dari Mas Yusa
Terima Kasih banyak yaa, ahh pokoknya mkasih, mkasiiih, mkasiih deh, hehehe....

dan... TADAAA....
Ini dia Awardnya,
Award Dari Mas Yusa

Ini adalah Award kedua, setelah sebelumnya aku dapat award juga yaitu LIEBSTER AWARD dari Dinda. Berharapnya sih dapat award lagi yang ketiga, keempat, kelima dan seterusnya... dan seterusnyaaa, hehehe....

#Amin...
 
Buat aku, award seperti ini bukan sekedar gambar... ini sangat berarti banget buat aku, menjadi penyemangat untuk terus nge-blog berbagi pengetahuan dan informasi dengan semua orang... selain itu... rasanya seneeeng banget karena aku merasa temanku bertambah, yuph... teman-teman di blogger... yang udah aku anggap sebagai sahabat dan saudara...

Ahh... pokoknyaa Award kayak gini tu buat aku adalah penghargaan yang tak ternilai harganya deh, hehehe.... Semoga besok-besok aku bisa bikin award juga yaa buat teman-teman blogger semua, ditungguin aja deh yaa :)

Sekali lagi... mkasih banget yaa, buat Mas Yusa >_<

Wednesday, September 19, 2012

PENGERTIAN Bintang, Komet, Meteor, Meteorit, Planet dan Satelit

20 comments
Assalamualaikum...

Heyy, kamu...
Iyaa... kamu, kamu yang lagi baca tulisan ini, yang entah dengan sengaja mampir atau gak sengaja terdampar disini, yaa... kalau itu sih hanya kamu dan Allah SWT aja yang tau, hihihiiii....

Okee deh, kali ini gimana kalau kita ngobrolin tentang benda-benda luar angkasa... Yuph, mengenai luar angkasa memang selalu menarik untuk dibahas, dan yang mau kita bahas kali ini, sebenarnya udah umum banget dan pastinya semua orang udah paham banget yaa... tapi kayaknya gak ada salahnya juga deh, kalau aku share tentang definisi atau pengertian dari benda-benda luar angkasa tersebut... buat yang udah tau, mungkin ini bisa mengingatkan kembali... yaa kali-kali aja lupa gitu, hehehe.... dan buat yang belum tau dan lagi butuh informasinya, okee deh, langsung aja yah...

Kita mulai dari... 

Bintang
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/df/Sun_in_X-Ray.png/300px-Sun_in_X-Ray.png
Matahari adalah bola raksasa yang terbentuk dari gas hidrogen dan helium.
Matahari termasuk bintang berwarna putih yang berperan sebagai pusat tata surya
Bintang adalah benda langit luar angkasa yang memiliki ukuran besar dan memancarkan cahaya sebagai sumber cahaya. Bintang yang terdekat dengan bumi adalah matahari. Matahari dikelilingi oleh planet-planet anggota tata surya seperti pelanet Bumi, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Jupiter.

Sipp deh, lanjut ke...

Komet

Komet Halley adalah suatu komet yang terlihat dari bumi setiap 75-76 tahun.
Secara resmi diberi nama 1P/Halley, nama umumnya diberikan menurut nama Edmund Halley. Komet ini merupakan komet paling terkenal di antara komet-komet periodik lainnya.
Komet adalah salah satu anggota dari keluarga sistem tata surya

Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari. Komet memiliki orbit garis edar sendiri yang bentuknya sangat lonjong. Komet biasa disebut sebagai bintang berekor karena sifatnya yang bercahaya terang dan memiliki ekor gas debu yang sangat panjang.

Itu dia tentang Komet, sekarang tentang apalagi yaa...
Oh iyaa...

Meteor
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/30/Meteor_burst.jpg/600px-Meteor_burst.jpg
Foto langit disaat terjadi hujan meteor
Sumber Gambar : Wikipedia
Meteor adalah benda langit yang masuk ke dalam wilayah atmosfer bumi yang mengakibatkan terjadinya gesekan permukaan metor dengan udara dalam kecepatan tinggi. Akibat adanya gesekan yang yang cepat tersebut menimbulkan pijaran api dan cahaya yang dari kejauhan kita melihatnya seperti bintang jatuh.

dan...

Meteorit
http://4.bp.blogspot.com/-C4Ha0dbYeTg/T_AFHkQOaTI/AAAAAAAAETI/NKgoLyQ77v0/s1600/Ini+Ciri-ciri+Meteorit+yang+Jatuh+ke+Bumi.jpg
Batuan Meteorit yang jatuh di Balaraja,
Tangerang Kamis (21/6/2012)
Meteorit adalah benda-benda di luar angkasa dengan kecepatan yang cepat. Jumlah meteorit di angkasa raya tidak terhitung karena sangat banyak dengan berbagai bentuk, jenis, bahan kandungan, warna, sifat dan sebagainya.

Terus... tentang yang salah satunya kita diami, yaitu...

Planet
http://1.bp.blogspot.com/-lTrAmO0qR1k/TdHXX8kalPI/AAAAAAAAA5U/8RaCRxXI1Ko/s1600/pluto.jpg
Mulai Kamis (24/8/2006) jangan pernah terpeleset mengucapkan Planet Pluto.
Karena sejak hari itu, Pluto sudah tidak lagi berhak menyandang predikat sebagai planet.
Planet adalah benda langit yang mengelilingi bintang sebagai pusat tata surya. Planet tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri namun dapat memantulkan cahaya. Planet yang dekat dengan bumi dapat kita lihat setiap hari dengan mata telanjang seperti planet venus yang disebut orang sebagai bintang fajar.

dan terakhir adalah...

Satelit
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9c/ConstellationGPS.gif/220px-ConstellationGPS.gif
Contoh satelit GPS dengan berbagai orbit.
Satelit adalah benda yang mengelilingi planet yang memiliki orbit peredaran sendiri. Satelit bersama planet yang dikelilinginya secara bersama-sama mengelilingi bintang. Bulan adalah satelit alami yang dimiliki oleh bumi yang bersama bumi mengelilingi matahari, sedangkan satelit palapa, satelit b1, dan sebagainya adalah satelit buatan manusia yang digunakan untuk tujuan tertentu seperti untuk komunikasi, mata-mata, riset, dan lain sebagainya.



Semoga bermanfaat yaa... :)


Waalaikumsalam...Wr,Wb.

Saturday, September 15, 2012

Prof. Michiu Kaku, Tentang Sains Di Balik UFO dan Perjalanan Mengarungi Waktu

15 comments
Pada tahun 1600, biarawan dan filosof Dominika Giordano Bruno dibakar hidup-hidup di jalanan Roma. Gereja pertama-tama menggantungnya dalam posisi terbalik dan melepasi pakaiannya hingga dalam keadaan tanpa busana. 

Apa ajaran Bruno hingga begitu berbahayanya?
Ia hanya menanyakan hal yang sederhana: Apakah ada kehidupan di luar angkasa? Daripada menerima kemungkinan adanya miliaran Santo, Paus, Gereja dan Yesus Kristus di luar angkasa, lebih tepat bagi Gereja untuk membakarnya.

 
Selama 400 tahun, ingatan tentang Bruno menghantui para sejarawan sains. Namun Bruno punya balas dendamnya setiap beberapa minggu; sekira dua kali sebulan sebuah planet baru di luar tata surya ditemukan mengorbit sebuah bintang, lebih dari 250 planet-planet kini didokumentasikan. 

Prediksi Bruno mengenai planet-planet di luar tata surya telah terbukti. Namun satu pertanyaan masih tertinggal. 


Meskipun Bima Sakti mungkin merupakan tempat berkumpulnya planet-planet di luar tata surya, seberapa banyak yang dapat mendukung kehidupan? Dan jika kehidupan cerdas memang eksis, apa yang sains dapat katakan mengenai hal itu?


Sebagian orang mengatakan bahwa makhluk ET telah mengunjungi Bumi dalam bentuk UFO. 
Ilmuwan biasanya menampik kemungkinan adanya UFO karena jarak antar bintang sangatlah luas. 
Namun beberapa tahun yang lalu pemerintah Perancis merilis laporan dari Pusat Nasional Studi Ruang Angkasa Perancis, dimana terdapat catatan 1600 penampakan UFO dalam rentang waktu 50 tahun, termasuk 100 ribu halaman laporan para saksi mata, film dan kaset audio. 
Pemerintah Perancis mengatakan bahwa sembilan persen dari penampakan-penampak an ini dapat dijelaskan, 33 persen diantaranya mungkin bisa dijelaskan, namun tidak dapat ditindaklanjuti.

Kasus yang paling dapat dipercaya berkaitan dengan UFO meliputi: 
a) penampakan berkali-kali oleh para saksi mata independen dan kredibel, dan
b) bukti dari beragam sumber, seperti laporan penglihatan dan radar. 

Misalnya di tahun 1986 ada laporan penampakan UFO oleh penerbangan JAL 1628 di atas Alaska, yang kemudian diselidiki oleh Kantor Penerbangan Federal AS. UFO terlihat oleh para penumpang JAL dan juga terlacak oleh radar di darat. 
Serupa dengan kasus ini, ada pula penampakan UFO lewat radar berbentuk segitiga berwarna hitam di atas Belgia pada tahun 1989-1990 yang terlacak oleh radar NATO dan pesawat jet yang mencegatnya. Pada tahun 1976, ada penampakan UFO di atas kota Tehran, Iran, yang menimbulkan kegagalan sistem pada pesawat jet F-4.

Namun apa yang membuat para ilmuwan frustrasi ialah bahwa dari ribuan penampakan yang tercatat, tidak ada satupun yang memiliki bukti fisik yang dapat diteliti di laboratorium. Tidak ada DNA alien, chip komputer alien atau bukti fisik pendaratan.

Kita mungkin bertanya pada diri kita, wahana macam apa yang mereka pakai. Berikut sejumlah karakteristik wahana sebagaimana laporan dari para saksi mata:  
  • UFO bergerak zig-zag di udara. 
  • UFO dapat membuat mobil mogok. 
  • UFO melayang tanpa suara.
Tidak ada dari karakteristik di atas yang cocok dengan deskripsi roket yang telah kita kembangkan di Bumi. 
Sebagai contoh, seluruh roket buatan kita bergantung pada hukum ketiga Newton mengenai gerak (untuk setiap aksi, ada reaksi yang setara dan berlawanan); bahkan pada UFO nampaknya tidak ada pembuangan. Dan gaya gravitasi yang dibuat oleh piring terbang yang melakukan zig-zag akan melebihi seratus kali gaya gravitas Bumi cukup untuk meratakan seluruh makhluk di Bumi.

Dapatkah karakteristik UFO dijelaskan lewat sains modern? 
Dalam film selalu diasumsikan bahwa makhluk alien mengendarai wahana ini, lebih jauh lagi, jika wahana ini eksis, pastinya tidak diawaki (atau diawaki oleh makhluk setengah organik dan setengah mekanik). Ini dapat menjelaskan bagaimana wahana itu dapat menjalankan pola-pola dengan membangkitkan gaya gravitasi yang secara normal dapat menghancurkan makhluk hidup.

Setiap peradaban alien yang cukup canggih yang mengirim pesawat antar bintang mengarungi jagat raya tentunya telah menguasai teknologi nano. Ini artinya bahwa pesawat antar bintang mereka tidak mesti berukuran sangat besar; pesawat-pesawat tersebut dapat dikirim ke jutaan tahun cahaya untuk mengeksplorasi planet-planet yang tidak berpenghuni. 
Bulan yang sunyi bisa saja merupakan pangkalan terbaik bagi pesawat-pesawat nano. Jika memang begitu, Bulan kita telah dikunjungi oleh sebuah peradaban di masa lalu yang serupa dengan skenario yang digambarkan dalam film "2001: A Space Odyssey", yang mungkin merupakan penggambaran paling realistis perjumpaan dengan peradaban makhluk ET.

Sebagian ilmuwan mencerca UFO karena UFO tidak cocok dengan rancangan propulsi raksasa yang dipertimbangkan oleh para insinyur sekarang ini, seperti mesin fusi ramjet, pesawat bertenaga laser dan mesin-mesin bertenaga nuklir, yang dapat melintasi bermil-mil jauhnya. Namun UFO bisa saja sekecil pesawat jet, dan dapat mengisi ulang bahan bakarnya di pangkalan Bulan terdekat. 
Jadi penampakan-penampakan mungkin berhubungan dengan pesawat-pesawat pengintai tak berawak.

Waktu ialah salah satu misteri besar jagat raya. Kita semua tersapu dalam sungai waktu melawan keinginan kita. Sekira tahun 400 M, Santo Augustine menulis secara luas mengenai alam paradoksial mengenai waktu-waktu:
"Bagaimana masa lalu dan masa depan, ketika masa lalu tidak ada, dan masa depan bahkan tidak ada? Untuk masa kini, jika selalu ada masa kini dan tidak pernah menjadi masa lalu, tidak akan ada waktu, yang ada adalah keabadian."


Jika kita mengulang logika Santo Augustine lebih jauh, maka waktu itu tidak mungkin, begitu masa lalu hilang, masa depan tidak ada dan masa kini eksis hanya untuk sesaat.


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/e/eb/Stephen_Hawking.StarChild.jpg
Stephen Hawking
Pada tahun 1990, Stephen Hawking membaca makalah kolega-koleganya yang mengusulkan tentang mesin waktu, dan ia begitu skeptis. 


Intuisinya mengatakan bahwa perjalanan antar waktu tidak mungkin karena tidak ada wisatawan dari masa depan. Jika perjalanan antar waktu begitu mudah dilakukan seperti piknik hari minggu di taman, maka pengunjung dari masa depan bisa saja mengganggu kita dengan kamera mereka. 


Ada sebuah hukum, yang membuat perjalanan antar waktu adalah tidak mungkin. Ia mengusulkan sebuah "Chronology Protection Conjecture" (Perkiraan Proyeksi Kronologis) yang melarang perjalanan antar waktu dari hukum-hukum fisika untuk "membuat sejarah aman bagi sejarawan".

Hal yang memalukan, bagaimanapun, ialah bahwa tidak peduli seberapa keras para ahli fisika berupaya, mereka tidak dapat menemukan sebuah hukum yang dapat mencegah perjalanan antar waktu. 

Secara jelas, perjalanan antar waktu nampaknya konsisten dengan hukum-hukum fisika. Karena tidak dapat menemukan suatu hukum fisika yang menyatakan perjalanan antar waktu tidak mungkin dilakukan, Hawking baru-baru ini merubah pendiriannya. Ia menjadi berita di surat kabar lewat pernyataannya, "Perjalanan antar waktu mungkin saja, namun tidak dapat dipraktekkan"

Perjalanan antar waktu ke masa depan mungkin bisa dilakukan dan pernah diverifikasi melalui eksperimen jutaan kali. Jika seorang astronot melakukan perjalanan mendekati kecepatan cahaya, maka itu akan membutuhkan, katakanlah, satu menit untuk mencapai bintang terdekat. Empat tahun akan terlewat di bumi, namun bagi astronot itu hanya satu menit berlalu, karena waktu akan melambat di dalam pesawat roket. 

Oleh karena itu ia akan menyelesaikan perjalanan empat tahun ke masa depan, sebagaimana yang terjadi di bumi. (Astronot kita sebenarnya menempuh perjalanan singkat di masa depan setiap kali mereka pergi ke ruang angkasa. Ketika mereka berjalan pada kecepatan 18.000 mil per jam di atas bumi, jam mereka berdetak lebih lambat daripada bumi. Rekor dunia perjalanan ke masa depan dipegang oleh kosmonot Rusia Sergei Avdeyev, yang mengorbit 748 hari dan oleh karena itu terlempar 0,02 detik di masa depan).

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f5/Einstein_1921_portrait2.jpg/480px-Einstein_1921_portrait2.jpg
Albert eEnstein
Jadi sebuah mesin waktu yang dapat membawa kita ke masa depan konsisten dengan teori khusus Einstein mengenai relativitas. 
Namun, bagaimana dengan pergi ke masa lalu?

Jika kita dapat pergi ke masa lalu, sejarah tidak mungkin dapat ditulis. Segera setelah seorang sejarawan mencatat sejarah di masa lalu, seseorang dapat pergi ke masa lalu dan mengubahnya. Mesin waktu tidak hanya menyingkirkan sejarawan, namun juga membuat kita mengubah seluruh masa sesuai kehendak kita. Jika, sebagai contoh, kita kembali ke era dinosaurus dan secara kebetulan menginjak seekor mamalia yang merupakan nenek moyang kita, mungkin kita akan tidak sengaja menghapus seluruh ras manusia. Sejarah akan menjadi tanpa akhir seperti dalam sebuah episode yang aneh dari Monty Python, dimana wisatawan dari masa depan yang menginjak mamalia nenek moyang manusia ketika berusaha untuk memperoleh sudut kamera terbaik.

Tapi mungkin masalah yang paling mengganggu adalah paradoks logis yang muncul berkenaan dengan perjalanan antar waktu. 

Sebagai contoh, apa yang terjadi jika kita membunuh orang tua kita sebelum kita lahir ? Ini adalah kemustahilan yang logis. Kadang disebut sebagai "grandfather paradox".

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/fe/Michio_Kaku_in_2012.jpg/800px-Michio_Kaku_in_2012.jpg
Prof. Michiu Kaku
Ada tiga cara untuk memecahkan paradoks-paradoks ini. 
Pertama, mungkin anda mengulang sejarah masa lalu ketika anda kembali, untuk menyelesaikan masa lalu tersebut. 
Pada kasus ini, anda tidak mempunyai kehendak yang bebas. Anda dipaksa untuk menyelesaikan masa lalu sebagaimana tertulis. Dengan demikian, jika anda kembali ke masa lalu untuk memberitahukan rahasia perjalanan antar waktu kepada diri anda sendiri yang berusia lebih muda, maka artinya ini akan terjadi seperti itu. Rahasia perjalanan antar waktu datang dari masa depan. Itu adalah takdir (Namun itu tidak memberitahu kita darimana datangnya ide asli tersebut).

Kedua, Anda mempunyai kehendak yang bebas Anda lakukan, jadi anda dapat mengubah masa lalu, tapi ada batasannya. Kehendak Anda itu tidak dapat membuat suatu paradoks waktu. Apapun upaya anda untuk membunuh orang tua anda sebelum anda lahir, sebuah kekuatan misterius mencegah anda untuk menarik pemicunya. Hal ini didukung oleh ahli fisika Rusia Igor Novikov. Ia mengemukakan bahwa ada sebuah hukum yang mencegah kita berjalan di atas atap, meskipun kita menginginkannya. Oleh karena itu, ada sebuah hukum yang mungkin mencegah kita untuk membunuh orang tua kita sebelum kita lahir.

Ketiga, jagad raya terbagi menjadi dua. Pada satu garis waktu orang yang anda bunuh mirip dengan orang tua anda, namun mereka berbeda, karena anda sekarang ada di alam raya paralel. Kemungkinan terakhir ini nampak merupakan salah satu konsistensi bersama teori kuantum.

Film Back to the Future mengeksplorasi kemungkinan ketiga. Doc Emmett Brown (Christopher Llyoid) menemukan sebuah mobil DeLorean berbahan bakar plutonium, yang sebenarnya adalah mesin waktu untuk bepergian ke masa lalu. Marty McFly (Michael J. Fox) masuk ke dalam mesin dan pergi ke masa lalu, bertemu dengan ibunya yang masih remaja, yang kemudian jatuh cinta kepadanya. Ini menjadi masalah pelik. Jika ibu Marty yang masih remaja menolak ayahnya di masa depan, maka mereka tidak akan pernah menikah, dan ia tidak akan pernah lahir.

Masalah tersebut di klarifikasi oleh Doc Brown. Ia pergi ke papan hitam dan menggambar garis horizontal, yang mewakili garis waktu jagad raya kita. Lalu ia menggambar garis kedua, yang merupakan cabang dari garis pertama, menggambarkan sebuah alam raya paralel yang terbuka ketika Anda mengubah masa lalu. Dengan demikian, kita kembali menuju sungai waktu, sungai yang bercabang dua, dan satu garis waktu menjadi dua, atau disebut sebagai pendekatan "banyak dunia".

Ini artinya bahwa paradoks perjalanan antar waktu dapat dipecahkan. Jika anda telah membunuh orang tua anda sebelum anda lahir, secara sederhana artinya anda telah membunuh seseorang yang secara genetik identik dengan orang tua anda, dengan ingatan dan kepribadian yang sama, namun mereka bukanlah orang tua anda yang sebenarnya.



Sumber :
Buku karya Michio Kaku "Physics of the Impossible"
(Prof Michio Kaku on the science behind UFOs and time travel)
Penulis : Allen Lane
url : www.telegraph.co.uk (20 Maret 2008)

Wednesday, September 12, 2012

Peranan Teleskop Hubble dalam Perkembangan Ilmu Astronomi

6 comments
Setelah sebelumnya saya posting mengenai Teleskop Hubble yang mencakup penjelasan, ukuran, sejarah, komponen dan cara kerja Teleskop Hubble.
#hmm... semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan pembaca semuanya yaaa.... :)
Nah, pada kesempatan kali ini... berdasarkan dari beberapa sumber yang saya peroleh, kita akan mengetahui tentang Peranan Teleskop Hubble dalam Perkembangan Ilmu Astronomi.

Teleskop Hubble banyak membantu para ilmuwan dalam mempelajari, mengobservasi dan memahami tentang jagad raya dalam hal ini adalah objek luar angkasa (seperti lubang hitam/black hole, galaksi, nebula, bintang), dan lainnya. 

Hubble adalah teleskop luar angkasa yang berhasil menemukan Xena planet ke-10, beserta satelitnya, Gabrielle. Selain itu, Hubble juga banyak mengirimkan gambar-gambar yang menakjubkan tentang kejadian-kejadian di luar angkasa seperti tabrakan galaksi dengan menggunakan Wide Field and Planetary Camera 2 (WFPC 2) , Gravitational Lensing dengan kamera ACS (Advanced Camera For Survey), Nebula kerucut (Cone Nebula) dengan menggunakan NICMOS (Near Infrared Camera and Multi-Object Spectrometer).

Salah satu peranan teleskop Hubble adalah menemukan protoplanetary disk (Prolyd) pada nebula Orion dengan menggunakan Wide Field and Planetary Camera 2 (WFPC 2) dan Advanced Camera For Survey (ACS). Berdasarkan hasil pengamatan, luar angkasa diantara bintang-bintang ternyata tidak benar-benar kosong, namun terdapat materi berupa gas dan debu yang disebut materi antar bintang. Di beberapa tempat materi antar bintang dapat dilihat sebagai awan antar bintang yang disebut Nebula. Kerapatan awan bintang sangatlah kecil bila dibandingkan dengan udara di sekeliling kita. Walaupun demikian, awan bintang memiliki volume yang sangat besar, sehingga cukup banyak untuk membentuk ribuan bintang.

Nebula adalah awan debu dan gas di dalam sebuah galaksi. Nebula terlihat jika gasnya bersinar atau jika awan itu memantulkan cahaya bintang atau menghalangi cahaya dari benda yang lebih jauh. Awan molekul terdiri terutama dari gas hidrogen, di mana tiap atom hidrogen akan bergabung membentuk molekul-molekul sederhana molekul hidrogen. 

Bahan-bahan lain, yang jumlahnya sekitar seperempat massa awan, kebanyakan adalah helium, tetapi ada juga karbon, oksigen dan nitrogen dalam jumlah sedikit dan juga partikel-partikel padat dalam jumlah lebih sedikit lagi yang tersebar di seluruh awan. Partikel-partikel ini oleh para astronom disebut debu. 

Namun, debu ini jauh berbeda dengan debu lantai. Partikel-partikel debu antar bintang berukuran jauh lebih kecil daripada debu biasa dan mempunyai susunan yang berbeda. Pada dasarnya, debu antar bintang adalah butir-butir karbon yang terbungkus metana beku, atau air beku, atau keduanya. 

Pembungkus debu ini membeku karena awan molekul raksasa bersuhu sangat dingin hanya sekitar 10-200 C (50-680 F) lebih hangat dari suhu luar angkasa. Namun, jarak antarbutiran debu sangat jauh. Nebula Orion merupakan wilayah yang diisi dengan gas panas dan debu, bahan baku untuk membangun bintang baru. 

Nebula Orion adalah nebula yang menyebar di sebelah selatan sabuk Orion. Daerah ini jelas terlihat dengan mata telanjang. Nebula Orion adalah salah satu obyek yang paling banyak diteliti dan dilihat di ruang angkasa. Nebula ini dihiasi dengan sekelompok formasi bintang raksasa dan merupakan daerah koleksi bintang yang paling dekat dengan Bumi karena berada 1.500 tahun cahaya di lengan spiral galaksi Bima Sakti. 

Nebula orion (juga disebut Meisser 42, M42, atau NGC 1976) diperkirakan terjadi pada jarak 24 tahun cahaya pasca Bing Bang. Nebula ini sebenarnya adalah bagian dari nebula yang jauh lebih besar yang dikenal sebagai Awan Molekul Orion Kompleks.

Bintang terbentuk di seluruh Nebula Orion, dan karena proses wilayah panas intensif ini terutama menonjol dalam inframerah. Bintang muncul samar-samar  untuk pengamat bermata tajam, dan sifat samar-samar tampak jelas jika dilihat melalui teropong atau teleskop kecil. 

Pengamatan terbaru dengan Teleskop luar angkasa Hubble telah menghasilkan penemuan utama dari disk protoplanet dalam nebula Orion, yang disebut proplyds. Teleskop luar angkasa Hubble telah mengungkapkan lebih dari 150 disk dari dalam nebula, dan mereka dianggap sebagai sistem dalam tahap awal pembentukan tata surya. Proplyd adalah cakram protoplanet dan membentuk bersama dengan bintang baru lahir dalam campuran  gas dan debu yang berada di pusat. 

Secara singkat, bintang terbentuk ketika awan gas dan debu di dalam sebuah nebula mulai berkontraksi di bawah pengaruh gravitasi. Seiring itu, intinya semakin menyusut dan terus menyusut, dan menjadi semakin panas sampai akhirnya ia bersinar dengan cahayanya sendiri. Selain proses penyusutan dan pemadatan itu, material-material bakal bintang juga tumbuh mendatar dikarenakan gerakan rotasi alami. Akibatnya ± 100.000 tahun sejak penyusutan karena gravitasi, semacam kue dadar raksasa berdiameter jutaan mil yang tersusun dari gas dan debu, berputar mengelilingi bintang yang baru terbentuk. Para astronom menamakannya “protoplanetary disc” (cakram protoplanet), disingkat proplyd. Secara sederhana, proplyd adalah pabrik planet.

Citra dari teleskop Hubble pada pusat Nebula Orion di mana bintang dibentuk di area–area yang lebih terang di dalam awan gas raksasa yang membentuk nebula ini, trapesium berada di tengah kiri yang terdiri dari kelompok empat bintang muda. 

Nebula orion merupakan nebula emisi yang gasnya mengeluarkan cahaya ketika terstimulasi oleh radiasi bintang muda yang panas. Bintang mempengaruhi cakram terdekat dengan memanaskan gas di dalam diri mereka, menyebabkan nebula untuk bersinar terang. Bahan tersebut menghasilkan banyak katup menyala, yang semua menghadapi bintang cerah dan dengan demikian secara acak berorientasi dalam nebula. 

Gelombang kejut dramatis terbentuk ketika angin bintang dari bintang raksasa di dekatnya memenuhi gas di nebula, menghasilkan bentuk yang menarik. Disk yang jauh tidak menerima cukup radiasi energik dari bintang untuk mengatur terbakarnya gas. Itu sebabnya disk ini hanya dapat dideteksi sebagai siluet gelap dengan latar belakang terang nebula. Debu di disk hanya menyerap cahaya dari latar belakang. Para astronom lebih mampu untuk mempelajari sifat butir debu yang dianggap mengumpul dan mungkin membentuk planet seperti kita sendiri. 

Fakta-fakta yang menarik adalah beberapa bintang biru yang sangat padat, panas, dan berumur pendek yang mendominasi pemandangan di Orion, membentuk lingkungan dan mengganggu planet, disk pembentuk sekitar pendingin, hidup yang lama dan massa lebih rendah, bintang kuning dan merah seperti Matahari.

Bintang terang yang menerangi beberapa proplyds yang, memungkinkan kita untuk melihat mereka. Radiasi kuat yang menyala juga mengancam keberadaan mereka. Sebagai bahan disk, sangat mungkin untuk menghancurkan potensi mereka untuk menjadi planet karena suhu yang sangat panas. Beberapa proplyds terang ditakdirkan untuk menjadi terkoyak-koyak, tetapi yang lain akan bertahan dan mungkin berkembang menjadi sistem planet. Hal ini relatif langka untuk melihat gambar proplyds dalam cahaya tampak, namun resolusi dan sensitivitas Hubble dikombinasikan dengan kedekatan nebula Orion pada Bumi memungkinkan pandangan objek yang menarik.

Resolusi tinggi Hubble memungkinkan kita untuk memisahkan cahaya bintang-bintang yang berdekatan yang memenuhi Orion.

Aspek tiga struktur warna di Orion yaitu warna merah yang menandakan daerah yang mengandung gas nitrogen, warna biru yang menandakan daerah yang mengandung gas oksigen, dan hijau yang menandakan daerah tersebut mengandung hidrogen. Sebuah protostar (protobintang) di tengah-tengah gambar tampak dikelilingi oleh disk protoplanet (protoplanetary disc) yang ditunjukkan dengan siluet gelap.

Protoplanetary disc (proplyd)  pada Nebula Orion di atas dilihat dengan teleskop Hubble menggunakan WFPC 2 (Wide Field and Planetary Camera 2) di daerah panjang gelombang cahaya inframerah. Jika Protoplanetary disc (Proplyd) pada nebula Orion dilihat dengan teleskop Hubble menggunakan Advanced Camera For Survey (ACS) di daerah panjang gelombang cahaya. Citra dari Protoplanetary disc (Proplyd) ini berupa gumpalan berbentuk cakram yang mengelilingi bintang yang baru terbentuk.

Proplyd (protoplanetary disc) ini jarang terlihat di cahaya tampak, tetapi dengan resolusi dan sensitivitas teleskop Hubble yang tinggi serta kedekatan nebula Orion dengan Bumi membuat Proplyd dapat terlihat secara seksama.

Oh iyaaa... satu lagi yang wajib kamu lihat dan kamu ketahui mengenai Teleskop Hubble ini, yaitu beberapa gambar antariksa yang telah diabadikan yang terlihat dari Teleskop Hubble, udah saya bikin postingannya juga... bisa langsung kamu lihat di postingan saya sebelumnya yang berjudul Koleksi Gambar Antariksa dari Teleskop Hubble sumbernya langsung dari hubblesite.org dan gambar-gambarnya itu...  really-really beautiful and amazing banget lhOoOoo... >_<



Sumber :
Anis Apriliawati, 2007: 16
Mark A. Garlick, 2003: 34-35
Mark A. Garlick, 2003: 43
www.glue.umd.edu 2008 : 3
www.spacetelescope.org 2009 : 3
staff.jccc.edu/dpatter/pdf/SolarNebula.pdf, 2010: 10

TELESKOP HUBBLE

4 comments
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1e/Sts109-708-038a.jpg/300px-Sts109-708-038a.jpg
Teleskop Luar Angkasa Hubble
dilihat dari Pesawat Ulang-alik Columbia
selama Misi Servis 3B (STS-109)
Teleskop Hubble adalah sebuah teleskop luar angkasa yang berada di orbit bumi. Nama Hubble diambil dari nama ilmuwan terkenal Amerika, Edwin Hubble yang juga merupakan penemu hukum Hubble. Sebagian besar dari benda-benda angkasa yang telah berhasil diidentifikasi, adalah merupakan jasa teleskop Hubble.

Ukuran Teleskop Hubble 
  • Teleskop: Ketebalan mencapai 13,1 meter (43,5 kaki), berdiameter 4,27 meter (14,0 kaki) dan memiliki berat 11.000 kilogram. Ukuran Hubble hampir sama dengan sebuah bus sekolah. Tabung oranye yang ada pada teleskop adalah sumber tenaga Hubble.
  • Lensa: Lensa primer teleskop Hubble, berdiameter 2,4 m (8 kaki), dan beratnya mencapai 826 kilogram. Lensa ini terbuat dari kaca silika yang dilapisi oleh lapisan tipis aluminum murni untuk merefleksikan cahaya. Selain lapisan aluminum, lensanya juga memiliki lapisan magnesium fluorida yang berguna untuk mencegah oksidasi dan sinar ultraviolet (UV) dari matahari agar lensa tidak cepat rusak.
Sejarah Teleskop Hubble
Teleskop adalah alat pengamatan yang berfungsi mengumpulkan radiasi elektromagnetik dan sekaligus membentuk citra dari benda yang diamati. Teleskop ini membawa bayangan benda yang terbentuk lebih dekat sehingga benda tampak lebih besar. Ada dua jenis teleskop menurut lensa atau cermin yang digunakan untuk menghasilkan gambar yaitu teleskop reflektor (teleskop pantul) dan teleskop refraktor (teleskop bias) seperti yang terlihat pada Gambar 1. Teleskop reflektor terdiri atas satu cermin cekung besar, satu cermin datar kecil dan satu lensa cembung untuk mengamati benda. Teleskop ini memantulkan cahaya dari cermin utama parabola ke cermin sekunder datar dan kemudian ke lensa mata. Terdapat tiga jenis teleskop reflektor yaitu teleskop Newton, teleskop Gregorian, dan teleskop Cassegrain. Tingkat perbesaran citra ini tergantung pada panjang fokus cermin dan lensa mata. Sedangkan teleskop refraktor menggunakan lensa (biasanya ada dua lensa) untuk menghasilkan citra. Cahaya membelok dan membentuk bayangan pada fokus, lalu citra bayangan diperbesar oleh jajaran lensa okuler.

Teleskop telah digunakan sejak awal abad ke-17. Orang pertama yang menggunakan teleskop dalam pengamatan astronomi adalah Galileo Galilei. Galileo Galilei menemukan bukti dari teori Copernican yaitu penemuan empat bulan yang mengedari Jupiter yang membuktikan bahwa tidak semua benda-benda langit mengelilingi Bumi. Dia juga bisa melihat kawah di permukaan bulan. (Friedman Herbert, 1984: 17). Berikut adalah penemuan teleskop untuk pengamatan astronomi yang dapat ditunjukkan pada Tabel 1.

Tabel 1. Penemuan Teleskop Untuk Pengamatan Astronomi
No
Penemu
Tahun penemuan
Ukuran Teleskop
Hasil Pengamatan
1 Galileo Galilei Abad ke-17 (1609) Terdiri dari lensa cekung dan cembung 4 bulan yang mengitari Jupiter, fase Venus, Kawah dipermukaan bulan
2 Johannes Kepler 1611 2 lensa cembung Orbit elips planet
3 Christian Huygens dan kakaknya 1655 12 kaki Titan (satelit saturnus)
4 Giovanni Cassini 1672 35 kaki Rhea (satelit kelima Saturnus)
100 kaki
Lebih dari 2  satelit saturnus
5 Isaac Newton 1670-an 1 inchi Mengoreksi aberasi sferis yang diciptakan oleh pembiasan lensa.
6 William Herschel 1781 12 inchi Satelit ke enam dan ke tujuh saturnus, nebula.
18,8 inchi
48 x 40 inchi
7 Joseph Fraunhoefer 1824 9,5 x 14 inchi Spektrum tata surya
8 Observatorium Lick 1888 36 inchi Pusat studi kecepatan radial bintang dan nebula.
9 George Hale 1897 40 inchi Pusat penelitian astronomi

Semakin besar panjang fokus, maka kemampuan teleskop untuk mengumpulkan cahaya juga semakin besar. Kemampuan teleskop mengumpulkan cahaya (LGP) Light Gathering Power sebanding dengan diameter kuadrat teleskop.

Luas penampang teleskop dapat dirumuskan dengan persamaan (2.1) :
LGP (A)=π(D/2)^2
LGP (A)= 1/4 πD^2…………………………… (2.1)
 
Keterangan:
LGP : Kemampuan mengumpulkan cahaya (mm2)
A : Luas penampang teleskop (mm2)
D : diameter teleskop (mm)

Pada tahun 1962, NASA (the National Aeronautics and Space Administration) dan ESA (the European Space Agency) merekomendasikan untuk membangun sebuah teleskop luar angkasa raksasa. Tiga tahun kemudian tepatnya pada tahun 1977, kongres mulai mengumpulkan dana untuk proyek tersebut. Pada tahun yang sama pula, pembuatan teleskop segera dimulai. Untuk mendapatkan dukungan kongres, NASA telah meminimalkan biaya dan harus memastikan kinerja teleskop. NASA dan ESA mulai bekerja bersama untuk merancang dan membangun teleskop menjadi teleskop luar angkasa Hubble. Nama Hubble digunakan untuk memberi penghargaan kepada Edwin Powell Hubble.

Edwin Powell Hubble adalah seorang ilmuwan yang menciptakan sebuah sistem klasifikasi untuk berbagai galaksi. Dia mengamati dan mengklasifikasikan galaksi tersebut berdasarkan kandungan, jarak, bentuk, dan kecerahan. Pada tahun 1929 dia merumuskan Hukum Hubble, yang memungkinkan para astronom untuk menentukan umur alam semesta, dan membuktikan bahwa alam semesta mengembang. Dia dikenang sebagai bapak kosmologi observasional. Karena itulah pilihan nama teleskop digunakan untuk mengenang jasanya.

Teleskop luar angkasa Hubble pada dasarnya adalah sebuah teleskop reflektor besar (mirip dengan konsep asli Cassegrain), dimana dua cermin yang bertindak untuk konsentrasi cahaya. Meskipun teleskop Hubble telah dirampingkan sehingga cermin utama menjadi berdiameter 2,4 meter, dari ukuran awal 3 meter, proyek ini mulai menarik perhatian penting dari para astronom. Cerminnya selesai pada tahun 1981 dan perakitan pesawat antariksa seluruhnya selesai pada tahun 1985. Rencana meluncurkan teleskop menggunakan pesawat ulang alik NASA pada tahun 1986 tetapi hanya 1 bulan sebelum peluncuran dijadwalkan, bencana pesawat Challenger menyebabkan penundaan 2 tahun pesawat dari program keseluruhan. Teleskop luar angkasa Hubble akhirnya diluncurkan di Goddard Space Flight Center (GSFC) dengan pesawat ulang-alik Discovery pada tanggal 24 April 1990.

Harapan para astronom yang sedemikian tinggi sempat pupus karena citra-citra yang dikirim ternyata sangat kabur. Ternyata, masalahnya berasal dari cermin utama Hubble yang meleset keluar meski hanya sebesar 2,2 mikrometer. Karena masalah tersebut, cahaya yang jatuh pada permukaannya tidak dapat dipantulkan secara terfokus sehingga gambar benda-benda langit yang didapat cenderung menyebar sehingga nampak kabur atau disebut aberasi sferis. Akibatnya, dibutuhkan waktu yang lama bagi para astronom untuk dapat menganalisis gambar-gambar kiriman Hubble. Masalah lain juga ditemui pada salah satu panel surya dari Hubble yang bergoyang-goyang karena mendapat panas yang berlebih dari sinar matahari. Sementara itu, 3 giroskop rusak serta beberapa peralatan pengukuran juga tidak dapat berfungsi dengan baik. Sudah tentu hal ini mengecewakan para astronom dan anggota tim yang terlibat. Untungnya, teleskop Hubble yang selanjutnya disebut dengan Hubble saja, adalah teleskop luar angkasa pertama yang rancangannya memungkinkan insinyur dan ilmuwan di Space Telescope Institute di Baltimore (AS) untuk datang mengoreksi paket optik yang akan mengembalikan teleskop ke pengamatan sepenuhnya. Mereka yang terlibat dalam proyek ini memiliki solusi untuk mengatasi masalah pada cermin utama Hubble yaitu dengan memasang semacam “lensa kontak”, seperti halnya dengan orang yang mengalami cacat mata miopi (rabun jauh). Pada tahun 1991, NASA menyiapkan program kilat untuk menyiapkan cermin koreksi yang diberi nama COSTAR (Corrective Optics Space Telescope Axial Replacement) yang terdiri atas 10 buah cermin perak seukuran uang logam. Cermin tersebut tersusun sedemikian rupa sehingga setelah dipasang akan membantu memfokuskan cahaya yang dipantulkan oleh permukaan cermin utama yang bermasalah pada Hubble. Pada tahun 1993 NASA meluncurkan misi perbaikan, orang tidak berharap banyak, namun ternyata pemasangan instrumen dan giroskop baru tersebut menyelamatkan Hubble. Dua tahun kemudian, Hubble mengirim gambar spektakuler berupa pembentukan awal sebuah galaksi yang seperti galaksi bimasakti pada masa satu miliar tahun pasca Big Bang.

Orbit teleskop Hubble kini berada pada 600 km di atas permukaan Bumi yang merupakan lokasi yang baik untuk menghilangkan efek distorsi atmosfer. Teleskop luar angkasa Hubble meneliti sinar inframerah dekat (near infrared), ultraviolet, dan cahaya tampak. Teleskop ini dirancang untuk mengambil gambar dengan resolusi yang tinggi dan spektrum yang akurat dengan memusatkan cahaya ke bentuk gambar yang tajam yang mungkin tidak dapat diperoleh dari Bumi, dimana atmosfer membatasi kecerahan bintang-bintang. Oleh karena itu, teleskop yang mempunyai cermin yang berdiameter 2,4 meter ini tidak kalah dengan teleskop di Bumi yang memiliki diameter lebih besar. Konsep teleskop dapat diupgrade dan diservis secara berkala oleh astronot agar dihasilkan kemampuan dan penemuan ilmiah yang kadang diluar dugaan perancang.

Komponen Teleskop Hubble

Teleskop Hubble mempunyai dua kelompok instrumen yaitu radial dan axial . Instrumen radial berada di sekitar pinggang Hubble, sedangkan axial berada di belakang teleskop. Instrumen yang berbeda digunakan untuk tujuan yang berbeda. Beberapa digunakan untuk membuat gambar dan beberapa dirancang untuk mengidentifikasi cahaya dari bintang dan galaksi oleh penyebaran spektrum seperti pelangi. Uniknya Hubble berada pada suatu tempat di luar angkasa yang membuat kemampuannya menangkap objek menjadi lebih luas dari panjang gelombang yang ditangkap oleh teleskop optik di Bumi. Teleskop dapat juga melihat dengan jelas di bagian spektrum inframerah-dekat (near infrared) dimana jika dilihat melalui teleskop di Bumi, atmosfer Bumi menyebabkan spektrum tersebut terlihat sangat cerah dan sangat tidak kelihatan. Ketebalan Hubble mencapai 13,1 meter (43,5 kaki), berdiameter 4,27 meter (14,0 kaki) dan memiliki berat 11.000 kilogram. Ukuran ini hampir sama dengan sebuah bus sekolah. 

Berikut adalah komponen-komponen dari teleskop Hubble.
a. Cermin:
Cermin pada teleskop Hubble ada dua :
1). Cermin utama atau cermin primer
Cermin utama atau cermin primer Hubble dibuat dari kaca yang dilapisi aluminium untuk merefleksikan cahaya. Selain lapisan aluminum, cerminnya juga memiliki lapisan magnesium fluorida yang berguna untuk mencegah oksidasi dan sinar ultraviolet (UV) dari matahari agar cermin tidak cepat rusak. Cermin utama ini mempunyai diameter 2,4 meter dan beratnya mencapai 826 kilogram yang berfungsi mengumpulkan cahaya dari bintang dan galaksi dan memantulkannya ke cermin sekunder.

2). Cermin sekunder
Cermin sekunder hampir sama seperti cermin primer, cermin sekunder Hubble dibuat dari kaca yang dilapisi dengan aluminium dan campuran khusus yang dapat memantulkan sinar ultraviolet. Diameternya 1/3 dari cermin primer (0,4 meter) yang berfungsi untuk memantulkan cahaya kembali melalui lubang cermin primer ke instrumen.

b. Aperture door ( lubang pintu)
Aperture door merupakan pintu lubang bidik Hubble yang berfungsi sebagai penutup lensa kamera. Selain itu, juga berfungsi seperti diafragma pada kamera foto yaitu membatasi jumlah cahaya yang masuk. Pintu ini menutup jika Hubble tidak beroperasi atau jika dalam keadaan bahaya seperti jika cahaya matahari ke teleskop terlalu banyak sehingga perlu mencegah cahaya tersebut membentur cermin dan instrumen.

c. Kamera:
Teleskop Hubble mempunyai banyak kamera diantaranya: Wide Field Camera 3 (WFC3), The Cosmic Origins Spektrografi (COS), Advanced Camera For Survey (ACS), Space Telescope Imaging Spektrografi (STIS), Near Infrared Camera and Multi-Object Spectrometer (NICMOS), Fine Guidance Sensor (FGS), Wide Field and Planetary Camera 2 (WFPC2).

1). Wide Field Camera 3 (WFC3)
WFC3 mengidentifikasi tiga jenis cahaya yang berbeda yaitu ultraviolet dekat (near ultraviolet), cahaya tampak dan inframerah-dekat (near infrared), meskipun tidak secara bersamaan.

2). The Cosmic Origins Spektrografi (COS)
COS adalah spektrograf yang melihat secara eksklusif sinar ultraviolet. Spektrograf bertindak seperti prisma, memisahkan cahaya dari kosmos menjadi komponen warna.

3). Advanced Camera For Survey (ACS)
ACS digunakan untuk melihat cahaya tampak, dan dirancang untuk mempelajari beberapa kegiatan awal di alam semesta.

4). Space Telescope Imaging Spektrografi (STIS)
STIS merupakan kombinasi  kamera dengan spektograf untuk melihat sinar ultraviolet, cahaya tampak dan inframerah-dekat (near infrared).

5). Near Infrared Camera and Multi-Object Spectrometer (NICMOS)
NICMOS merupakan sensor panas Hubble. Instrumen ini peka terhadap cahaya inframerah yang memungkinkan mengamati benda tersembunyi oleh debu antar bintang, seperti situs kelahiran bintang.

6). Fine Guidance Sensor (FGS)
Hubble mempunyai 3 Fine Guidance Sensors (FGS), dua diantaranya dibutuhkan untuk menunjuk dan mengunci teleskop agar sesuai sasaran dan yang ketiga digunakan untuk mengukur posisi yang  disebut astrometry.

7). Wide Field and Planetary Camera 2 (WFPC2)
WFPC2 digunakan untuk merekam kualitas gambar yang menutupi jangkauan spektrum dari ultraviolet jauh ke cahaya tampak dan inframerah dekat (near inframerah)

d. Panel surya
Panel Surya berfungsi untuk mengkonversi cahaya matahari menjadi listrik yang mempunyai daya sebesar 2800 watt.

e. Antena Komunikasi
Teleskop Hubble mempunyai dua antena yang digunakan untuk mengirim dan menerima sinyal dari Bumi. Ketika teleskop Hubble mengamati objek luar angkasa, di komputer Hubble mengubah gambar atau spektrum ke angka-angka. Melalui satu diantara 2 antena, Hubble mengirim data tersebut ke Tracking and Data Relay Satellite System (TDRSS) yang digunakan untuk berkomunikasi dengan satelit.

f. Pelindung Cahaya (Light Shield)
Light shield berfungsi menghalangi cahaya sekitarnya yang berdampak pada sistem optik untuk masuk ke teleskop Hubble.

g. Sistem Kontrol Penunjuk
Sistem ini digunakan untuk menunjuk objek. Teleskop dapat mengunci ke target tanpa menyimpang sekitar lebar rambut manusia jika dilihat pada jarak 1 mil.

h. Sistem pendukung.
Berisi sistem pendukung dasar seperti komputer, baterai, giroskop, roda reaksi dan elektronik.
1). Sistem pendukung komputer
Berisi perangkat dan sistem yang dibutuhkan untuk mengoperasikan Teleskop Hubble. Sistem ini berfungsi sebagai master sistem kontrol untuk komunikasi, navigasi, manajemen daya, dan lain-lain.
2). Baterai
Baterai memiliki 6 nikel-hidrogen (NIH) dengan kapasitas penyimpanan sama dengan 20 baterai mobil. Pada teleskop Hubble, penggunaan power mencapai 2800 watt.
3).  Giroskop
Giroskop adalah alat untuk mengikuti jejak bintang dan mengendalikan reaksi, menjaga teleskop Hubble dalam keadaan tetap dan menunjuk arah yang benar yang tidak terlalu dekat dengan matahari, bulan atau Bumi.
4). Roda Reaksi
Teleskop Hubble memiliki empat roda reaksi yang berfungsi meningkatkan tingkat berputar yang menyebabkan teleskop dapat memutar dalam arah yang berlawanan.
5). Kotak Elektronik
Menempatkan peralatan elektronik seperti peralatan komputer dan baterai isi ulang.

Cara Kerja Teleskop Hubble
Teleskop Hubble mengorbit di atmosfer Bumi pada 600 km dengan kemiringan 28 derajat dari khatulistiwa. Setiap 97 menit, Hubble berputar penuh mengelilingi Bumi, bergerak dengan kecepatan sekitar lima mil per detik (8 km per detik). Keutamaan yang menakjubkan dari teleskop Hubble adalah kemampuannya untuk tetap menunjuk fokus objek yang astronom inginkan (Greg Carras at all, 2006). Pesawat ruang angkasa ulang-alik Discovery membawa Hubble ke luar angkasa pada tanggal 24 April 1990. 

Tabel servis berkala instrumen teleskop Hubble dapat ditunjukkan pada Tabel 1.

Tabel 1 Servis Berkala Instrumen Teleskop Hubble

Instrumen
Tahun
Instrumen Asli Wide Field/ Plenetary Camera (WF/PC), kamera asli cahaya tampak /cahaya ultraviolet 1990-1993
Faint Object Camera (FOC), kamera resolusi tertinggi Hubble 1990-2002
Faint Object Spectrograph (FOS), untuk menganalisis cahaya dari objek redup 1990-1997
Goddard High Resolution Spectrograph (GHRS), dirancang untuk menampilkan detail analisis spectrum 1990-1997
High Speed Photometer (HSP), untuk mengukur laju variasi kecerahan objek astronomi 1990-1993
Misi servis Instrumen pertama Wide Field Planetary Camera 2 (WFPC2), kamera cahaya tampak/ ultraviolet dengan koreksi optik untuk mengganti kerugian dari kerusakan cermin primer 1993-sekarang
Corrective Optics Space Telescope Axial Replacement (COSTAR), perlengkapan yang ditempatkan untuk mengoreksi optik instrumen Hubble asli untuk  mengganti kerusakan cermin primer 1993-sekarang (tidak dapat digunakan lama, instrumen ini dirancang untuk mengoreksi optik)
Misi sevis instrumen ke dua Near Infrared Camera and Multi-Object Spectrometer (NICMOS), kamera primer Hubble untuk pengamatan cahaya inframerah 1997-sekarang (tidak dapat digunakan 1999-2004)
Space Telescope Imaging Spectrograph (STIS), spektrograf yang melihat sinar ultraviolet, cahaya tampak dan inframerah dekat, 1997-sekarang (tidak dapat digunakan sejak 2004)
Misi Servis Instrumen ke empat Advanced Camera for Surveys (ACS), mempelajari beberapa kegiatan awal di alam semesta 2002-sekarang
Perencanaan instrumen Cosmic Origins Spectrograph (COS), spektrograf yang melihat secara eksklusif sinar ultraviolet Menunggu pemasangan
Wide Field Camera 3 (WFC3), mengidentifikasi tiga jenis cahaya yang berbeda: ultraviolet dekat, cahaya tampak dan inframerah dekat, meskipun tidak secara bersamaan. Menunggu pemasangan
(Sumber: Anonim, 2009: 3-4)

Misi perawatan tersebut dilakukan dengan mengirimkan para astronot yang menumpang pesawat ulang-alik (space shuttle) menuju lokasi teleskop Hubble. Lengan robot dari pesawat ulang-alik kemudian akan menangkap teleskop Hubble dan membawanya ke anjungan pesawat ulang-alik. Di situlah para astronot melakukan tugasnya. Mereka memperbaiki kerusakan yang timbul, melakukan penggantian bagian yang rusak, atau bahkan mengganti salah satu instrumen teleskop dengan versi baru yang lebih canggih. Untuk menyelesaikan pekerjaan itu para astronot harus berjalan-jalan di ruang angkasa dengan pakaian khusus.

Teleskop reflektor (pantul) Cassegrain menggunakan cermin cekung sebagai objektif dan cermin cembung sebagai cermin sekunder.

Cermin cekung digunakan untuk memfokuskan dengan teliti semua sinar sejajar di titik fokus utama. Cermin cekung akan mengumpulkan cahaya sebanyak mungkin. Gambar terlihat melalui celah diantara cermin obyektif. Teleskop ini memperbesar ukuran sudut benda dan membentuk bayangan.
           
Selain perbesaran, teleskop juga dikenal istilah resolving power (resolusi sudut minimum). Resolving power yaitu jarak sudut minimum antara dua objek yang dapat dipisahkan oleh sebuah teleskop. Dua sumber titik akan terlihat terpisah bila pusat pola difraksi benda titik pertama berimpit dengan minimum pertama pola difraksi benda titik ke dua. Makin kecil sudut α, makin kuat daya pisah teleskop yang bersangkutan.

Hubble menggunakan program yang disebut Control Center System (CCS) di mana tim ahli yang bekerja di  Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Maryland, Amerika Serikat bekerja memonitor dan mengontrol teleskop tanpa henti. Tim tersebut mengirimkan instruksi detail beberapa kali dalam sehari. Mereka memberikan perintah kepada teleskop, misalnya menentukan objek apa yang harus diamati, dan menerima informasi darinya melalui perantara sebuah satelit. Lebih dari 100.000 perintah dikirimkan ke Hubble pada setiap minggunya. Perintah-perintah ini dikonversikan dalam bentuk kode yang dapat diproses oleh komputer  pada teleskop Hubble. Pada saat teleskop Hubble mengamati suatu target, cahaya dari benda langit mengenai cermin utama atau cermin primer teleskop Hubble. Ketika cahaya dipantulkan cermin primer lalu difokuskan ke cermin sekunder yang kemudian cahaya dipantulkan kembali melalui lubang di cermin primer dimana data dianalisis oleh komputer di dalam teleskop Hubble. Komputer didalamnya akan merubah informasi yang didapat menjadi data digital yang kemudian akan dikirimkan melalui gelombang radio ke satelit komunikasi, Tracking and Data Relay Satellite System (TDRSS) yang selanjutnya akan diterima oleh pengendali misi. Setelah kode digital diterima oleh stasiun di Bumi, kemudian disampaikan ke White Sands, New Mexico, USA. Kode itu akan diubah menjadi foto dan spektrograf (sebuah instrumen yang digunakan untuk mencatat spektrum astronomis). Spektrograf menguraikan sinar itu menjadi spektrum warna-warni pelangi seperti dilakukan prisma kemudian diterjemahkan menjadi informasi dan gambar yang dipelajari oleh ilmuwan di Goddard Space Flight Center di Greenbelt. Dari sini, data dikirimkan ke Space Telescope Science Institute di Baltimore untuk pengolahan lebih lanjut.



Sumber : 
gburk@otterbein.edu, 2011: 2
http://www.tcc.edu/faculty/webpages/kbroun/PowerPoint.htm,2010: 17
Amriawan, 2010: 1
Greg Carras et al, 2006: 62
Teguh Wiryanto, 2006: 10
Sir  Patrick Moore, 2002: 73