Saturday, June 29, 2013

Seandainya Ada UFO Mendarat, Selesaikah Semua Misteri Alien dan UFO Selama Ini?

13 comments
Assalamualaikum....

Berbicara mengenai Alien dan UFO, memang selalu menarik untuk diikuti. Tentu saja, menarik bagi mereka yang tertarik dengan masalah Alien dan UFO, hehehe...

UFO? Apakah UFO itu?
Tidak dipungkiri, banyak orang yang salah kaprah mengartikan istilah "UFO" ini. UFO (Unidentified Flying Object) atau Benda Terbang Aneh adalah istilah yang digunakan untuk seluruh fenomena penampakan benda terbang yang tidak bisa diidentikasikan oleh pengamat dan tetap tidak teridentifikasi walaupun telah diselidiki.

Maka sebaiknya, jangan asal menyebut suatu benda terbang dengan sebutan UFO sebelum melakukan identifikasi secara serius dan teliti. Karena sering ada orang yang memberikan laporan, mengaku telah melihat UFO, namun ternyata setelah diteliti lebih lanjut, apa yang dilihatnya itu hanya satelit artifisial. Bukan benar-benar benda yang tidak teridentifikasi.

Lalu, Alien itu apa?
Alien atau makhluk asing adalah istilah serapan yang dalam bahasa Inggris berarti orang atau makhluk yang asing. Sama halnya dengan pengertian dari istilah UFO, untuk pengertian dari kata "Alien" inipun, banyak orang yang salah mengartikan dan memahami arti kata ini.

Ada yang beranggapan bahwa yang dimaksud dengan Alien itu adalah makhluk yang berasal dari luar planet Bumi. Padahal, belum tentu demikian. Contoh, saat kita bermain di pantai, lalu kita menemukan suatu makhluk yang tidak kita kenal, sebelum kita memperoleh kepastian tentang identitas makhluk tersebut, maka makhluk itu pun berhak mendapat 'label' sebagai makhluk asing atau Alien.

Hingga saat ini ada 50 jenis Alien yang tercatat. Ke-50 jenis atau ras Alien itu diperoleh dari informasi yang dikemukakan Sergeant Clifford Stone pada saat konferensi pers Project Disclosure Steven Greer.

Lalu apa hubungannya Alien dan UFO? Kenapa keduanya seolah sebagai 'satu kesatuan'?
Jika UFO adalah Benda Terbang Aneh (BETA), maka Alien adalah makhluk yang dianggap mengendarai atau berada di balik fenomena UFO tersebut.

Memang hingga saat ini, fenomena Alien dan UFO belum terpecahkan, semua teori tentang keberadaannya bisa menjadi benar atau juga bisa menjadi salah hanya Allah SWT  yang mengetahui kebenarannya. Bisa jadi fenomena Alien dan UFO akan terkuak di masa yang akan datang. Dan jika suatu saat fenomena ini terbukti sesungguhnya ini hanyalah membuktikan kekuasaan Allah SWT yang tak terbatas.

Saat disebut kata "UFO", yang terlintas dibenak kebanyakan orang pastilah berbentuk piring. Meskipun sebenarnya, berdasarkan laporan dari para saksi yang pernah melihatnya, bentuk UFO tidak hanya berbentuk piring atau cakram, tetapi juga berbentuk bidang, delta (segitiga), kubah, silinder, bola dan beberapa bentuk lainnya.

Berandai-andai... seandainya ada UFO berbentuk piring, mendarat atau jatuh di tengah-tengah kota. Dan dari dalam pesawat luar angkasa itu keluar pengendaranya. Yaitu sesosok makhluk, yang kita kenal dengan sebutan Alien Grey...

Can you imagine it? Good, i know you can...


Dimana Alien grey ini, digambarkan sebagai sosok makhluk yang bertubuh hijau (green), abu-abu (grey) dan cokelat (brown). Dengan tinggi kira-kira 90 cm-150 cm, berkepala lebih besar, bertangan kurus panjang atau pendek, berjari kurus berselaput atau tidak, bermata legam (hitam) besar, berkulit licin, berkerut atau kasar seperti reptil.


Lanjutkan berandai-andai... Lalu makhluk itu berhasil ditangkap dan bahkan diwawancara di berbagai media massa yang inti dari setiap interview dengannya adalah :

"Hi earthling, here it's me... and i'm from planet bla, bla, bla"

Dan dia juga mengaku bahwa pesawat berbentuk silinder dan cakram berasal dari planetnya.

Nah, seandainya terjadi seperti... Akan selesaikah semua masalah dan misteri tentang Alien dan UFO selama ini?

Menurut saya... Iyaa, ini hanya menurut pendapat saya saja, sekalipun terjadi hal seperti itu. Sepertinya kejadian itu tidak akan sepenuhnya mampu menyelesaikan atau menguak misteri tentang Alien dan UFO yang ada selama ini.

Kenapa? Karena kemungkinan besar, meskipun kita sudah bersahabat dan bahkan mungkin seandainya setelah itu kita mengadakan kerjasama dengan mereka, terjadi kerjasama antar planet, saya yakin masih akan ada "UFO-UFO" yang lainnya dilangit kita... Yang berasal dari suatu tempat lain di alam semesta yang luas ini yang kemungkinan besar kita tidak akan pernah bisa mengetahuinya sepanjang hidup kita (silahkan perhatikan gambar skema alam semesta disamping)...

Selain itu jika ada dua atau lebih kebudayaan (apalagi dari galaksi yang berbeda) yang saling bertemu, kemungkinannya kecil mereka akan berinteraksi pada tingkat yang sama... (Tidak bermaksud menakut-nakuti) kebudayaan yang satu (pasti) akan mendominasi kebudayaan yang lainnya... You know what i mean...

Akan terjadi invasion, maksudnya? kalaupun tidak secara nyata, mungkin secara diam-diam... Tapi saya tidak berani membahasnya lebih lanjut, karena seandainya terjadi penyerangan dari mereka, membayangkannya saja... membuat saya merinding, hehehe...

Sekali lagi, ini hanya pendapat saya. Terima kasih sudah membaca.
Ada pendapat lain? Silahkan tulis di kotak komentar yaa...

Wassalamualaikum... Wr, Wb.



Referensi :
Wikipedia/Alien
Wikipedia/Benda Terbang Aneh
Gambar-gambar hasil donlot di Google Picture :)

Friday, June 28, 2013

13 FOTO SUPERMOON 23 JUNI 2013 DARI BERBAGAI BELAHAN DUNIA

14 comments
Assalamualaikum...

Hai, Hai Semuaaa.... apakabar hari ini? Mudah-mudahan semuanya baik-baik saja yaa.... Maaf yaa saya baru sempat menyapa lagi... 

Oh iya, tentu semua masih ingat, pada tanggal 23 Juni yang lalu, Bulan sebagai satu-satunya satelit alami planet Bumi berada dalam posisi terdekatnya dengan Bumi.

Betul... fenomena itu disebut dengan istilah Lunar Perigee atau Moon Perigee, jika Bulannya sedang berada dalam fase purnama seperti yang terjadi pada tanggal 23 Juni kemarin, maka fenomena ini disebut Full Moon Perigee.... atau istilah yang ngetren-nya sih, fenomena ini disebut dengan istilah Supermoon.

Karena waktu pengamatan untuk fenomena Supermoon kemarin itu cukup panjang, yaitu sepanjang malam... ada yang berhasil mengabadikan nggak nih?

Kalau saya sendiri benar-benar sedih, karena dari sore hingga malam cuaca dan langit tidak mendukung... saat itu satu bintang tidak nampak. Tapi Alhamdulillah, saat menjelang sholat Subuh, saya sempat melihat si Super duper moon ini... Meskipun kurang jelas, tapi cukup terlihat... Subhanallah... bagus banget, terlihat lebih besar dari saat bulan purnama biasanya. Tapi tidak sempat mengabadikannya, karena ternyata eh ternyata... baterai kamera poket nya habis, sodara-sodara.... huhh... poor me.!!!

Nah, pada kesempatan kali ini... saya akan memposting 13 gambar Supermoon 23 Juni 2013, yang berhasil diabadikan oleh para fotografer dari berbagai belahan dunia....

Dari Space.com dan National Geographic.com, langsung saja ini dia...

Moon Perigee
Fotografer/Credit : Eko Hadi G.
Lokasi : Yogyakarta, Indonesia

Super Moon 23rd of June, 2013
Fotografer : Yasser Muhammed
Lokasi : Kairo, Mesir

Super Moon and the Basilica of Superga
Fotografer : Stefano De Rosa
Lokasi : Turin, Italia

Supermoon 2013
Fotografer : Susan Sorko
Lokasi : Florida, Amerika Serikat


Supermoon rising over Taibe!
Fotografer : Yerachmiel Gavin Kadey
Lokasi : Taibe, Israel


Super Moon In Nairobi
Fotografer : Eric Kivuva
Lokasi : Nairobi, Kenya

Coastal Moon
Fotografer : Tom Robinson
Lokasi : Cornwall, Inggris

            Supermoon and Light Painting in Macedonia
          Fotografer : Stojan Stojanovski/Kire Bilbiloski
Lokasi : Republik Makedonia

Mont Blanc's Moon
Fotografer : A.Lwin
Lokasi : Pegunungan Alpen

Super Moon Over Rainier
Fotografer : Steve Rundle
Lokasi Pegunungan Rainer

Supermoon Over Australia
Fotografer : James Ball
Lokasi : Australia

Rising Supermoon
Fotografer : Peter Oberg
Lokasi : Swedia

June 23 Supermoon Over South Africa
Fotografer : Amanda Dumont
Lokasi : Afrika Selatan


Subhanallah... foto-fotonya bagus-bagus sekali ya... Nah, mana foto Supermoon mu?

Wassalamualaikum... Wr, Wb.

Saturday, June 22, 2013

Menanti Keindahan Supermoon 23 Juni 2013

23 comments
Assalamualaikum...

Seperti yang telah disampaikan diakhir postingan sebelumnya, bahwa pada tahun 2013 ini, peristiwa langka Supermoon atau Lunar Perigee yang bertepatan dengan fase Bulan Purnama, kembali akan dapat kita saksikan Insya Allah pada tanggal 23 Juni 2013. Dalam ilmu astronomi, karena fenomena Supermoon kali ini bertepatan dengan fase Bulan Purnama, maka disebut juga dengan istilah Perigee Full Moon. Berikut informasi mengenai Supermoon 23 Juni 2013 :

Supermoon adalah istilah yang digunakan oleh para astrolog untuk menggambarkan keadaan bulan penuh ketika bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan Bumi (apsis/perigee). Supermoon bukanlah istilah yang berasal dari ilmu Astronomi, melainkan istilah yang berasal dari ilmu Astrologi. Istilah inipun pertama kalinya dikemukakan pada tahun 1979 oleh seorang ahli Astrologi bernama Richard Nolle.

Terjadinya Supermoon, tak lain disebabkan oleh orbit Bulan yang mengelilingi Bumi adalah berbentuk elips bukan lingkaran sempurna. Sehingga terjadi variasi jarak, dimana jarak Bulan ke Bumi setiap bulan bervariasi antara sekitar 357.000 kilometer (222.000 mil) dan 406.000 km (252.000 mil). Ukuran dan kecerahan Bulan mengikuti invers-square law (hukum kuadrat terbalik), yang berarti bahwa bulan purnama di perigee bisa mencapai 12%-16% lebih besar dan 30% lebih terang daripada ukuran dan kecerahan Bulan purnama biasanya.


Berdasarkan Kalender Astronomi Tahun 2013, pada tanggal 23 Juni, Bulan sebagai satu-satunya satelit alami planet Bumi akan berada pada fase Bulan Purnama. Pada tanggal tersebut, bulan akan mengalami fase purnama pada pukul 11.32 GMT (18.32 WIB), dan hanya 32 menit sebelumnya akan mencapai titik terdekatnya dengan Bumi dengan jarak sekitar 356.991 km. Bulan purnama besar ini biasa disebut dengan istilah Supermoon.

Supermoon dan Bencana Alam
Sampai saat ini para ilmuwan belum menemukan hubungan langsung antara terjadi Supermoon dan bencana alam di Bumi. Supermoon tidak cukup kuat untuk mempengaruhi permukaan tanah ataupun gunung berapi di Bumi, pengaruh dari fenomena bulan super ini di bumi hanyalah naiknya permukaan laut sekitar beberapa inci di beberapa daerah.

Hal itu disebabkan karena selama Supermoon terjadi ketika matahari, bumi dan bulan nampak sejajar, dan bumi berada di tengah. Gaya gravitasi yang ditumbulkan dari susunan itulah yang menyebabkan air laut pasang surut. Bagi penduduk di daerah pantai, karena posisi dan fase Bulan sangat mempengaruhi pasang surut air laut. Jika jarak Bumi-Bulan berada di sekitar perigee dan fase Bulan adalah purnama atau bulan baru, efeknya pada pasang surut air laut akan lebih besar dibandingkan dengan kondisi fase purnama atau bulan baru tetapi jaraknya bukan di sekitar perigee.

Tentu saja, efek lain pun mesti diperhatikan dalam pasang surut air laut ini, misalnya angin laut yang akan menyebabkan pasang naik dan angin darat yang akan menyebabkan pasang surut. Terlebih, jika kondisi pasang surut ini disertai dengan cuaca buruk. Tentu saja kewaspadaan harus lebih ditingkatkan lagi.

Kondisi Kenampakan Bulan Saat Supermoon
Tidak ada yang berubah. Hanya tampakannya saja dari Bumi menjadi terlihat lebih besar daripada biasanya, jika kita dapat melihatnya. Tentu saja kita tidak akan bisa melihat supermoon saat fase bulan baru. Kita hanya dapat melihat efeknya pada gerhana Matahari, jika peristiwa supermoon ini bertepatan dengan gerhana Matahari. Karena itu, peristiwa supermoon akan bagus untuk disaksikan jika fase bulannya purnama.

Sebagai contoh adalah peristiwa Supermoon atau Perigee Full Moon yang akan terjadi 23 Juni 2013 esok hari. Seperti yang tertulis diatas, berdasarkan perhitungan, ketika perigee bulan terjadi bersamaan dengan bulan purnama, permukaan bulan akan tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari bulan purnama saat berada di titik apogee (titik terjauh).  Jika kita mengamati bulan purnama dengan mata tanpa bantuan teleskop, perbedaan tampakan sebesar itu tidak akan terlalu terlihat. Lain halnya jika kita mengamatinya dengan menggunakan alat bantu teleskop, kita bisa lebih jelas melihat detail-detail permukaan Bulan. Karena jaraknya yang lebih dekat dan tampakannya yang lebih besar, konsekuensinya Bulan akan terlihat lebih cerlang daripada biasanya.

Waktu dan Lokasi Pengamatan Supermoon 23 Juni 2013
Pengamatan peristiwa Supermoon ini dapat dilakukan setelah Matahari terbenam tanggal 23 Juni 2013 pukul 06:20 WIB sampai dengan saat Matahari terbit kembali pada tanggal 24 Juni 2013 pukul 17:27 WIB. Jadi, pengamatan dapat kita lakukan sepanjang malam. Adapun lokasi terbaik untuk mengamatinya bisa dilihat pada peta permukkan bumi berikut ini :

Sumber gambar : Earth and Moon Viewer
Selamat menikmati keindahan Supermoon, semoga langit cerah...

Q.S. Al-Anbiya (33) :

33. Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan.
Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.


Wassalamualaikum... Wr, Wb.



Referensi :
Earth Sky.org
SVS.GSFC.NASA.gov
Wikipedia/Bulan Super

Thursday, June 20, 2013

SUPERMOON

24 comments
Assalamualaikum...

Supermoon (bahasa Indonesia; Bulan Super) atau Lunar Perigee adalah istilah yang digunakan oleh para astrolog untuk menggambarkan keadaan bulan penuh ketika bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan Bumi (apsis/perigee).

Gambar ilustrasi perbandingan ukuran
keterlihatan Bulan dari Bumi saat berada pada
titik Apogee (terjauh) dan titik Apogee (terdekat)
Richard Nolle
Istilah Supermoon pertama kali dikemukakan oleh astrolog bernama Richard Nolle pada tahun 1979. Dimana astrolog ini mendefinisikannya sebagai berikut :
"Bulan baru atau Bulan purnama yang terjadi saat Bulan berada pada atau mendekati (90% dari) posisi terdekatnya dengan Bumi dalam orbitnya (perigee). Singkatnya, Bumi, Bulan dan Matahari dalam satu baris, dengan Bulan berada pada posisi terdekatnya ke Bumi.”

Istilah 'Supermoon' ini tidak diterima secara luas, terutama di kalangan ilmuwan. Karena Supermoon bukanlah istilah yang berasal dari ilmu astronomi, melainkan dari astrologi. Astrologi adalah ilmu yang mempelajari pergerakan planet, bulan, matahari, dan bintang-bintang yang diyakini berkaitan dengan nasib manusia, baik secara individu maupun masyarakat. Sedangkan astronomi adalah ilmu yang mempelajari kondisi fisik, kimiawi, dan evolusi benda-benda langit tanpa kaitan dengan nasib manusia saat ini.

Astronomi lebih memilih istilah perigee-syzygy. Dalam astronomi, syzygy adalah sebuah susunan segaris lurus dari tiga benda langit dalam sistem gravitasi. Kata ini sering ditujukan pada Matahari, Bumi dan Bulan atau planet, saat oposisi dan konjungsi. Gerhana matahari dan gerhana bulan juga terjadi pada saat-saat syzygy, seperti halnya transit dan okultasi.
Istilah ini juga diterapkan untuk setiap peristiwa bulan baru atau bulan purnama, yaitu ketika matahari dan bulan sedang konjungsi atau oposisi, meskipun keduanya tidak tepat pada satu baris dengan Bumi. Kata syzygy juga sering digunakan untuk menggambarkan konfigurasi menarik dari planet pada umumnya. Sebagai contoh, peristiwa yang terjadi pada 21 Maret 1894 sekitar pukul 23.00 WIB, ketika terjadinya transit Merkurius jika dilihat dari Venus, dan transit Merkurius dan Venus jika dilihat dari Saturnus. Syzygy juga digunakan untuk menggambarkan situasi ketika semua planet berada pada sisi yang sama dari Matahari meskipun planet-planet tersebut dan matahari belum tentu dalam garis lurus, seperti pada tanggal 10 Maret 1982.

Secara spesifik, bulan super bisa merupakan bulan purnama atau bulan baru, yang jaraknya dengan bumi sekitar 10% atau kurang dari jarak lintasannya dengan bumi. Ketika fenomena ini terjadi, bulan nampak lebih besar dan lebih terang, meskipun perubahan jaraknya hanya beberapa kilometer.


Ketika perigee bulan terjadi bersamaan dengan bulan purnama, permukaan bulan akan tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari bulan purnama.

Prediksi Fenomena Supermoon yang bertepatan
dengan fase purnama untuk tahun 2011-2029

Mengenai Supermoon yang terjadi pada tahun 2011, silahkan baca postingan saya yang berjudul Supermoon 2011 di Berbagai Belahan di Dunia, untuk melihat 11 foto Supermoon atau Lunar Perigee dari beberapa tempat di dunia, yang terjadi pada 19 Maret 2011.

Penyebab Terjadinya Supermoon
Perhatikan gambar dibawah ini :


Jarak Bulan ke Bumi setiap bulan bervariasi antara sekitar 357.000 kilometer (222.000 mil) dan 406.000 km (252.000 mil). Adanya variasi jarak tersebut adalah karena orbit Bulan mengelilingi Bumi berbentuk elips bukan lingkaran sempurna. Ukuran dan kecerahan Bulan mengikuti invers-square law (hukum kuadrat terbalik), yang berarti bahwa bulan purnama di perigee adalah 12% lebih besar dan lebih terang daripada ukuran dan kecerahan Bulan purnama biasanya.

Lalu Benarkah Supermoon Dapat Menyebabkan Terjadinya Bencana Alam?
Supermoon kadang dihubung-hubungkan dengan bencana alam, seperti gempa bumi, gunung meletus, dan lain-lain. Itu karena waktu terjadinya supermoon hampir selalu berdekatan dengan terjadinya suatu bencana alam tertentu.

Para astrologer (sekali lagi, bukan astronomer), menyatakan bahwa saat terjadi supermoon, maka akan terjadi bencana. Richard Nolle berpendapat bahwa dalam waktu ± 3 hari dari supermoon, resiko terjadinya bencana alam seperti gempa bumi dan aktivitas gunung berapi meningkat karena meningkatnya gaya gravitasi Bulan ke Bumi. Pendapat Richard Nolle berdasarkan spekulasi bahwa dalam 1 atau 2 minggu dari supermoon masih menunjukkan hubungan sebab akibat terjadinya bencana alam tertentu seperti gempa dan tsunami di Tohoku 2011 serta gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004. Namun pendapat tersebut kurang bisa dibenarkan karena dalam rentang waktu 1 atau 2 minggu dari Supermoon, Bulan sudah menjauhi titik perigee-nya (titik terdekatnya) sehingga gaya gravitasi Bulan ke Bumi tidak sebesar saat terjadinya supermoon. Dengan demikian peristiwa bencana alam tersebut kurang tepat jika dikaitkan dengan supermoon.

Supermoon tidak cukup kuat untuk mempengaruhi permukaan tanah ataupun gunung berapi di Bumi, pengaruh dari fenomena bulan super ini di bumi hanyalah naiknya permukaan laut sekitar beberapa inci di beberapa daerah.

Pengaruh fenomena supermoon terhadap peningkatan aktivitas seismik justru terjadi di permukaan bulan sendiri, meskipun efeknya tidak terlalu besar. Ketika berada dalam keadaan supermoon, bulan mengalami gempa. Hal ini terdeteksi oleh instrumen seismologi yang ditinggalkan oleh para astronot Apollo 11 di bulan.

Beberapa penelitianpun telah melaporkan bahwa fenomena supermoon memiliki hubungan sebab akibat yang lemah dengan terjadinya gempa bumi yang kecil. Dan juga tidak ditemukan bukti bahwa supermoon mengakibatkan gempa Bumi yang besar. Gempa bumi dan tsunami Tohoku pada tahun 2011 adalah satu-satunya gempa bumi yang terjadi 2 minggu setelah terjadinya supermoon. Jika memang fenomena supermoon mempunyai hubungan sebab-akibat dengan terjadinya gempa bumi, seharusnya pada tanggal 4 Januari 1912 terjadi gempa bumi yang lebih dahsyat dari gempa bumi di Tohoku, karena jarak perigee Bulan pada tanggal 4 Januari 1912 lebih dekat daripada jarak perigee Bulan pada tahun 2011, yaitu 356.375 km. Namun kenyataannya pada bulan Januari 1912 tidak terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat. Sehingga klaim yang mengatakan bahwa supermoon mempunyai sebab langsung terhadap gempa bumi tidak dibenarkan.

Beberapa bencana besar memang pernah terjadi pada saat lunar perigree, seperti hurikan di New England, AS, pada 1938 atau banjir Hunter Valley, Australia pada 1955. Hurikan Katrina pada 2005 juga terjadi pada saat posisi Bulan dekat dengan Bumi. Namun, Astronom David Reneke membantah kalau kejadian-kejadian tersebut dipicu oleh posisi Bulan :
"Semua kejadian bisa saja dihubung-hubungkan dengan posisi benda-benda langit... komet, planet, matahari," katanya.

Jadi, saat Supermoon terjadi, matahari, bumi, dan bulan sejajar (meskipun tidak berada dalam keadaan sejajar sejati). Posisi itu mampu menimbulkan gravitasi yang besar sehingga menyebabkan pasang surut air laut menjadi naik dan turun. Tinggi pasang air laut ketika terjadi Supermoon pun diperkirakan hanya akan mencapai beberapa inci saja dari ketinggian pasang saat bulan normal.

Sampai saat ini para ilmuwan belum menemukan hubungan langsung antara terjadi Supermoon dan bencana alam di Bumi.

Nah, pada tahun 2013 ini, peristiwa langka Supermoon atau Lunar Perigee ini yang bertepatan juga dengan fase Bulan Purnama, kembali akan dapat kita saksikan yaitu pada tanggal 23 Juni 2013 mendatang. Untuk informasi selengkapnya mengenai Supermoon 23 Juni 2013 tersebut, Insya Allah akan saya share, segera...

Wassalamualaikum... Wr, Wb.



Referensi :
Jean Meeus, Mathematical Astronomy Morsels. Richmond, Virginia: Willmann-Bell. hal. 15. ISBN 0-943396-51-4.
John Hawley, Apparent of the Moon Size. Ask a Scientist. Newton.
Richard Nolle, Supermoon, Astropro. Tth.
Paquette, Mark (March 1, 2011). "Extreme Super (Full) Moon to Cause Chaos?" Astronomy Weather Blog. AccuWeather
Plait, Phil (March 11, 2011). "No, the 'supermoon' didn't cause the Japanese earthquake". Discover Magazine
Fuis, Gary. "Can the position of the moon or the planets affect seismicity?", U.S. Geological Survey: Earthquake Hazards Program
Jean Meeus, “Extreme Perigees and Apogees of The Moon”, Sky and Telescope, hal. 110-111

Monday, June 17, 2013

Titik Balik Matahari 21 Juni 2013

46 comments
Assalamualaikum...

Titik Balik Matahari atau disebut juga dengan istilah Solstice adalah sebuah fenomena alam yang terjadi dua kali dalam setahun, yaitu saat garis axis (sumbu/poros) matahari bergerak menjauhi bumi yang menyebabkan posisi matahari akan bergerak condong ekstrem ke Selatan atau Utara.

Pada tanggal 21 Juni, matahari akan terbit di koordinat 23,5 derajat, atau sejauh 23,5 derajat arah utara dari khatulistiwa. Sebaliknya di bulan Desember tanggal 22, matahari terbit di -23,5 derajat, atau sejauh 23,5 derajat arah selatan khatulistiwa.

Seperti yang telah disebutkan diatas, Titik balik Matahari terjadi saat bumi amat miring (bergerak condong ekstrem ke Selatan atau Utara). Titik balik di bulan Juni terjadi bila Hemisfer Utara Bumi miring ke arah matahari dan Hemisfer Selatan Bumi miring menjauhi Matahari. Di Hemisfer Utara disebut Titik Balik Musim Panas. Titik Balik Juni biasanya pada 21 Juni.

Gambar ilustrasi yang menunjukkan posisi planet Bumi saat terjadinya Titik Balik Matahari
yang terjadi antara tanggal 20-22 Juni setiap tahunnya.
Sumber gambar : Time and Date
Titik Balik Desember terjadi saat Hemisfer Selatan Bumi condong ke arah Matahari dan Hemisfer Utara condong menjauhi Matahari. Di Hemisfer Utara disebut Titik Balik Musim Dingin. Titik Balik Desember biasa terjadi pada 21 Desember.


Karena penyebab pastinya tak diketahui, pengaruhnya (hingga ada hari yang panjang maupun pendek) dikenal di banyak budaya kuno. Banyak budaya pra-Kristen, seperti kepercayaan Druid, Jermanik, dan Norman memperingati peristiwa-peristiwa sebagai hari besar.

Saat budaya-budaya seperti itu musnah, Kristen mengambil alih beberapa perayaan itu, yang kemudian dipakai untuk para santo mereka. Tanggal Natal dalam kepercayaan Katolik dan Kristen hanya 3 hari dari titik balik Desember.

Kini, banyak orang memperingati titik balik sebagai hari libur.

Jadi, berdasarkan informasi diatas, Matahari sepanjang tahun mengalami pergeseran ke utara dan ke selatan, yakni pada tanggal :
1. 21 Maret, tepat beredar di khatulistiwa. Matahari terbit dan terbenam tepat di titik timur dan barat.
2. 21 Juni, Matahari tepat berada di lintang pada kisaran 23.5° LU.
3. 23 September, tepat berada di khatulistiwa lagi, Matahari terbit dan terbenam tepat di titik timur dan barat.
4. 22 Desember, Matahari tepat berada di lintang pada kisaran sudut 23.5° LS.

Pergeseran matahari seperti ini, merupakan akibat bumi berevolusi mengelilingi matahari dan sumbu rotasinya membentuk sudut 47° terhadap bidang ekliptika dengan kemiringan tetap. Akibat revolusi bumi antara lain, pada setiap tanggal 21 Juni, matahari akan berada di garis balik utara yakni lintang 23.5° utara khatulistiwa.

Dan menurut Kalender Astronomi Tahun 2013, Titik balik Matahari Juni 2013, akan terjadi pada tanggal 21 Juni jam 05:04 UTC (12:04 WIB). Kutub Utara bumi akan miring ke arah Matahari, yang akan telah mencapai posisi paling utara di langit dan akan langsung di atas Tropic of Cancer pada 23,44 derajat lintang utara. Ini adalah hari pertama musim panas (summer solstice) di belahan bumi utara dan hari pertama musim dingin (winter solstice) di belahan bumi selatan.

Itulah informasi mengenai Titik Balik Matahari yang akan terjadi pada tanggal 21 Juni 2013. Semoga bermanfaat.

Q.S. Thaahaa (53) :

53. Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.

Wassalamualaikum...Wr, Wb.



Referensi :