Sunday, August 25, 2013

Oposisi Neptunus 27 Agustus 2013

14 comments
Assalamualaikum....

Menjelang akhir bulan Agustus ini, atau lebih tepatnya pada tanggal 27 Agustus 2013 ada satu lagi peristiwa astronomi yang akan terjadi.

Peristiwa astronomi apakah itu? yukk, ikuti penjelasan berikut yaa...

Sesuai dengan judul yang saya tulis diatas, pada tanggal 27 Agustus 2013 nanti akan terjadi Oposisi Neptunus. Sebelum membahas tentang apa itu Oposisi Neptunus, terlebih dahulu akan saya jelaskan mengenai pengertian dari Oposisi.

Dalam ilmu Astronomi, yang disebut dengan istilah Oposisi adalah ketika suatu Planet berada dalam satu garis lurus dengan Bumi dan Matahari. Sudut Elongasi sebuah planet saat terjadi Oposisi adalah 180 derajat. Adapun yang dimaksud dengan sudut elongasi adalah sudut yang dibentuk oleh Matahari, Bumi, dan Planet.
Untuk lebih jelas, silahkan perhatikan gambar berikut :

Konfigurasi saat terjadi peristiwa Oposisi
dimana Matahari - Bumi - Planet
berada pada satu garis lurus.
sumber gambar : www.nakedeyeplanets.com
Peristiwa seperti itu pulalah yang akan dialami oleh planet Neptunus.
Dengan kata lain, Planet Neptunus akan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi pada hari Selasa, 27 Agustus 2013 sekitar pukul 08:00 WIB. Dengan jarak 28.9729 AU (atau kira-kira 4334.3 juta kilometer) dan saat itu Planet Neptunus akan berada di konstelasi Aquarius.

Saat berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi
pada tanggal 27 Agustus nanti,
Planet neptunus akan berada di konstelasi Aquarius.
(Potongan gambar dari aplikasi simulasi langit Stellarium)
Namun sayang, planet Neptunus yang termasuk kedalam kelas Superior planet ini saat oposisinya nanti tidak dapat diamati dengan mata telanjang.

Itu karena jarak Neptunus jauh dari Matahari sehingga membuatnya terlihat redup jika diamati dari Bumi. Selain itu saat oposisi nanti, Neptunus hanya akan memiliki magnitudo +7,8 itu artinya hanya bisa dilihat dengan teleskop yang canggih. Dan walaupun mengamatinya dengan menggunakan teleskop, yang akan terlihat hanya sebuah titik kecil berwarna biru saja.

Planet Neptunus dan satelitnya, Triton.
Saat Oposisi 27 Agustus 2013,
Planet Neptunus akan terlihat sebagai titik kecil berwarna biru
Meskipun untuk mengamati planet Neptunus saat berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi pada tanggal 27 Agustus nanti tidaklah mudah, tapi semoga saja tulisan ini bisa menambah pengetahuan kamu.

Oh iya... saat terjadi peristiwa oposisi Neptunus yakni ketika Matahari - Bumi - Planet Saturnus berada pada satu garis lurus dipastikan tidak akan ada dampak negatif atau bencana yang terjadi.

Jadi, jangan percaya ya dengan isu-isu yang menyebutkan bahwa ketika Matahari - Bumi - Planet berada pada satu garis lurus akan menimbulkan bencana.

Wassalamualaikum... Wr, Wb.



Referensi :

Thursday, August 22, 2013

Peranan Negara-Negara di Dunia dalam Proyek Stasiun Luar Angkasa Internasional

No comments
Assalamualaikum... Wr, Wb. 

Stasiun Luar Angkasa Internasional (bahasa Inggris: International Space Station, ISS) adalah sebuah gabungan rencana stasiun luar angkasa. Dimana pada program antariksa ini, beberapa negara besar melakukan usaha bersama di angkasa untuk mencapai tujuan bersama atas nama ilmu pengetahuan dan teknologi.

Stasiun Luar Angkasa Internasional
difoto setelah berpisah dengan
Pesawat ulang-alik Discovery, 7 Agustus 2005.
sumber

Ide pertama kali mendirikan Stasiun Luar Angkasa berasal dari Amerika Serikat. Pada tahun 1984, Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan, mendukung upaya pembentukan stasiun luar angkasa di mana orang-orang dapat tinggal dan mengadakan penelitian luar angkasa. Dia yakin kalau rencana ini bisa diwujudkan dengan kerja sama internasional.

Ronald Wilson Reagan (6Februari 1911 – 5 Juni 2004)
Presiden Amerika Serikat ke-40 (1981–1989)
sumber

Melalui ajakan Amerika Serikat, negara-negara Eropa setuju untuk bergabung dalam misi ini pada tahun 1985, kemudian diikuti oleh Kanada dan Jepang. Pada tahun 1993, Rusia setuju untuk ikut bergabung. Saat ini, dengan 15 negara anggota yang tergabung, proyek ini benar-benar terwujud menjadi proyek berskala dunia.

Berikut adalah negara-negara yang tergabung dalam proyek Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

1. Amerika Serikat
Emblem NASA
Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS
Amerika Serikat, mengkoordinir aktivitas ISS, bertanggungjawab atas segala pengaturan organisasi juga bertanggung jawab atas modul seperti Modul Percobaan, Modul Layanan, Tiang Penyangga, Lengan Robot dan Panel Surya.

2. Rusia
Emblem FSA
Badan Antariksa Federasi Rusia
Rusia meluncurkan modul pertama dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Mereka juga bertanggung jawab atas astronot, ruang tempat tinggal, dan pesawat Soyuz untuk kembali ke Bumi, jika suatu saat terjadi hal yang tidakdiinginkan.

3. Kanada
Emblem CSA
Badan Antariksa Kanada
Kanada ambil bagian dalam pembuatan lengan robot dan pemindahan perlengkapan di luar angkasa. Kanada sangat berpengalaman dalam pembuatan lengan robot yang digunakan diluar angkasa.

4. Jepang
Emblem JAXA
Badan Explorasi Antariksa Jepang
Jepang membuat modul "Kibo", yaitu modul percobaan Jepang. "Kibo" adalah fasilitas luar angkasa buatan pertama dan dapat digunakan untuk melakukan berbagai macam percobaan di dalamnya. "Kibo" dapat menampung empat orang sekaligus didalamnya.

5. Negara-Negara Eropa
Emblem ESA
Badan Antariksa Eropa
Negara-negara yang tergabung dalam Badan Antariksa Eropa (ESA) berjumlah 11 negara yaitu, Inggris, Prancis, Jerman, Itali, Swiss, Spanyol, Belanda, Belgia, Denmark, Norwegia, dan Swedia. Berpartisipasi dalam pembuatan modul percobaan Columbus.

Itulah mengenai proyek stasiun luar angkasa dan negara-negara yang tergabung didalamnya, semoga bisa menambah wawasan siapapun yang membaca tulisan ini.

Terkait dengan yang tertulis diatas, saya jadi ingat salah satu ayat di dalam Al-Qur'an, yaitu Q.S. Ar-Rahmaan (55) :


Wassalamualaikum... Wr. Wb.



Diterjemahkan dari :
Referensi tambahan :
Wikipedia/Stasiun Luar Angkasa Internasional
Wikipedia/Ronald Reagan

Wednesday, August 21, 2013

Hadist Rasulullah SAW Tentang Waktu Shalat

8 comments
Assalamualaikum...

Dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 103, Allah SWT berfirman :

"Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu),
ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.
Kemudian apabila kamu telah merasa aman,
maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa).
Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya
atas orang-orang yang beriman."

Q.S. An-Nisaa : 103

Dan seperti yang kita ketahui bahwa Shalat Fardu lima waktu adalah salah satu kewajiban yang diserahkan kepada kita umat Nabi Muhammad SAW, sesudah beliau melakukan Isra' dan Mi'raj. Selain itu ada shalat-shalat sunah lainnya yang diajarkan beliau, Rasulullah SAW. Salah satunya adalah shalat sunah Gerhana. Sebagai seorang mukmin, kita wajib mentaati peraturan Allah SWT dan Rasul-Nya.

Namun meskipun kita tahu bahwa pada setiap gerakan shalat itu bermanfaat baik untuk tubuh kita dan melaksanakan shalat dengan segera itu adalah pekerjaan baik yang dicintai Allah, terkadang masih saja diantara kita dan termasuk saya yang suka lalai dan melambat-lambatkan waktu shalat... 

Sebagai seorang muslim kita juga mempunyai kewajiban untuk saling mengingatkan dalam hal kebaikan. Nah, pada kesempatan kali ini, sebagai seorang teman, saya hanya ingin sedikit mengingatkan sahabat-sahabat muslim yang membaca tulisan ini untuk tidak melambat-lambatkan waktu shalat apalagi sampai meninggalkannya, sesibuk apapun kalian.

Disini tidak akan dibahas mengenai ganjaran seperti apa dan bagaimana yang akan diterima seandainya kita meninggalkan shalat. Dalam tulisan ini, saya hanya akan share mengenai Hadist-Hadist Rasulullah SAW Tentang Waktu Shalat. Dengan harapan, bisa mengingatkan dan menyadarkan kita kembali untuk selalu melaksanakan Shalat tepat waktu.

Waktu Shalat Fardu Berdasarkan Dalil-Dalil Dari Hadist Sahih
  • Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW bersabda : "Shalat fajar (Subuh) waktunya hingga Matahari terbit. Shalat Zuhur waktunya hingga datang waktu Ashar. Shalat Ashar waktunya hingga cahaya Matahari mulai menguning. Shalat Maghrib waktunya hingga hilang mega merah. Shalat Isya waktunya hingga seperdua malam (H.R. Muslim)
  • Dari Abdullah bin Umar, dari Nabi Shalallahu Alaihi Wassallam, beliau bersabda : "Waktu Zuhur adalah selama belum datang waktu Ashar. Waktu Ashar adalah selama cahaya Matahari belum menguning. Waktu Maghrib ialah selama mega (awan) merah belum hilang. Waktu Isya hingga seperdua malam. Dan waktu Fajr (subuh) hingga terbit Matahari. (H.R. Muslim)
  • Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah Shalallah Alaihi Wassallam bersabda : "Waktu Zuhur adalah apabila Matahari telah tergelincir hingga bayangan seseorang sepanjang badannya, yaitu selama belum datang waktu Ashar. Waktu Ashar, selama cahaya Matahari belum menguning. Waktu shalat Maghrib, selama belum hilang mega (awan) merah. Waktu shalat Isya hingga seperdua malam. Dan waktu Subuh, sejak terbit fajar hingga terbit Matahari. Apabila Matahari terbit, berhentilah shalat karena dia terbit antara dua tanduk setan. (H.R. Muslim)
  • Dari Sulaiman bin Buraidah, dari bapaknya, dari Nabi Shalallahu Alaihi Wassallam, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada beliau tentang waktu-waktu shalat. Sabda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassallam : "Shalatlah bersama-sama dengan kami dua hari ini". Maka ketika Matahari telah tergelincir beliau menyuruh Bilal untuk Adzan dan Qamat untuk Shalat Zuhur. Kemudian disuruh beliau pula Bilal Qamat untuk Shala Ashar, sedangkan Matahari masih tinggi dan cahayanya masih terang. Kemudian disuruh beliau pula Bilal Qamat untuk Shalat Maghrib, yaitu ketika Matahari telah terbenam. Kemudian disuruh beliau pula Bilal Qamat untuk Shalat Isya, yaitu ketika mega merah telah hilang. Kemudian disuruh beliau pula Bilal Qamat untuk Shalat Subuh, yaitu ketika terbit fajar. Pada hari kedua disuruh pula Bilal Adzan dan Qamat untuk Shalat Zuhur agak terlambat dari kemarin yaitu sehingga hawa panas telah agak reda. Setelah panas reda, barulah beliau shalat. Kemudian beliau shalat Ashar ketika Matahari tinggi, tetapi agak terlambat dari kemarin. Dan beliau Shalat Maghrib sebelum hilang mega merah. Shalat Isya setelah lewat sepertiga malam. Shalat Subuh setelah langit agak bercahaya. Kemudian beliau bertanya : "Kemanakah orang yang bertanya tentang waktu shalat itu?". Laki-laki itu menjawab : "Saya ya Rasulullah!". Sabda beliau : "Waktu-waktu shalat adalah seperti yang telah anda saksikan itu". (H.R. Muslim)
  • Dari Salamah bin Akwa, katanya : "Sesungguhnya Rasulullah Shalallah 'Alaihi Wassallam biasa shalat Maghrib apabila Matahari sudah terbenam" (H.R. Muslim) 
  • Dari Aisyah, ia berkata : "Pada suatu malam nabi Shalallahu 'Alaihi Wassallam lambat keluar untuk Shalat Isya, sehingga sebagian malam telah berlalu dan jamaah masjid sudah tertidur. Sesudah itu barulah beliau keluar untuk shalat. Beliau bersabda : "Kalaulah tidak akan memberatkan kepada umatku, maka inilah (waktu yang baik) untuk shalat Isya". (H.R. Muslim)

  • Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata : "Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassallam shalat Zuhur setelah tergelincir Matahari. Shalat Ashar ketika Matahari masih bersih (belum berubah warna). Shalat Maghrib ketika Matahari sudah terbenam. Shalat Isya kadang-kadang diundurkannya, kadang-kadang disegerakannya. Apabila dilihatnya jamaah telah berkumpul, maka disegerakannya. Dan apabila mereka lambat berkumpul, maka diundurkannya. Dan beliau shalat Subuh ketika langit masih gelap." (H.R. Muslim)

Simulasi Jam Shalat
Berdasarkan rujukan dari kitab Sahih Muslim Syarah Nawawi, awal waktu shalat yang dijelaskan dibawah ini adalah untuk menentukan saat-saat pertama Adzan di Masjid, sedangkan waktu untuk mengerjakan shalat fardu adalah apabila Qamat sudah dikumandangkan. Awal waktu shalat senantiasa berubah-ubah mengikuti peredaran Bulan dan Matahari. Sehingga setiap kota atau negara juga memiliki awal waktu shalat yang berbeda-beda pula.

Waktu Isya
Awal waktu dimulai ketika syafaq (cahaya putih di awan) sudah lenyap berganti gelap yaitu sekitar jam 07:30 malam. Akhir waktunya adalah hingga seperdua malam yaitu hingga sekitar jam 01:30 malam.

Range waktu Isya = 07:30 malam s/d 01:30 dini hari
yaitu sekitar 6 jam

Waktu Subuh
Awal waktu dimulai sejak sekitar jam 04:30 pagi. Akhir waktunya adalah ketika Matahari mulai terbit yang ditandai dengan adanya sinar/cahaya dilangit dan awan mulai berwarna terang, yaitu hingga sekitar jam 05:45 pagi.

Range waktu shalat Subuh = 04:45 s/d 05:45 pagi
yaitu sekitar 60 menit (1 jam)

Waktu Zuhur
Awal waktunya adalah setelah tergelincirnya Matahari dari pertengahan langit sekitar jam 12:15 siang. Akhir waktunya apabila bayang-bayang sesuatu telah sama panjangnya atau sebelum waktu Ashar jam 03:00 sore.

Range waktu Zuhur = 12:15 siang s/d 03:00 sore
yaitu sekitar 2 jam 45 menit

Waktu Ashar
Awal waktu dimulai ketika waktu Zuhur sudah habis dan panjang bayangan sama panjang dengan benda yang terkena sinar/cahaya Matahari, sekitar jam 03:15 sore. Akhir waktunya adalah ketika cahaya Matahari mulai menguning jam kurang lebih sekitar jam 06:00 sore.

Range waktu Ashar = 03:15 sore s/d 06:00 sore
yaitu sekitar 2 jam 45 menit


Waktu Maghrib
Awal waktunya dimulai ketika Matahari sudah menguning tanda mulai terbenam yaitu sekitar jam 06:15 sore. Akhir waktu adalah ketika Matahari sudah tenggelam dan tidak tampak lagi, kemudian dilangit awan berwarna merah, (07:30 malam) hingga kemudian awan merah itu berubah menjadi putih (syafaq).
Range waktu Maghrib = 06:15 s/d 07:00 malam
yaitu sekitar 45 menit


Itulah mengenai hadist-hadist Rasulullah SAW tentang waktu shalat dan simulasi jamnya, semoga bermanfaat dan semoga mulai hari ini kita bisa menjadi orang yang lebih taat lagi kepada Allah SWT, Amin...

Wassalamualaikum... Wr, Wb.

Sunday, August 18, 2013

Giveaway UNWIND, wish me luck...

6 comments
Assalamualaikum...

Postingan ini ditulis untuk meramaikan Giveaway Unwind yang diadakan oleh bang Tezar, admin blog Membaca Buku. 


Nah, buat yang mau dapetin buku Unwind karya Neal Shusterman ini,
ayoo langsung aja ikutan juga giveaway nya yaa...
Langsung aja deh pokoknya kesini nih : 

Bye, bye...
Wassalamualaikum... Wr, Wb.

Saturday, August 17, 2013

Selamat Hari Kemerdekaan, Indonesiaku.!!!

2 comments
Assalamualaikum...

Alhamdulillah, hari ini Sabtu 17 Agustus 2013, Indonesia merayakan hari kemerdekaannya yang ke-68 tahun.

Enam puluh delapan tahun yang lalu atau tepatnya pada hari Jum'at tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta Pusat, Ir.Soekarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.


Isi Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

Ir. Soekarno membacakan teks Naskah
"Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia"
yang sudah diketik oleh Mohamad Ibnu Sayuti Melik
dan telah ditandatangani oleh Soekarno-Hatta.
Wikipedia


Kemerdekaan Indonesia ini tidak begitu saja diraih. Dan Kemerdekaan negara kita ini bukanlah hadiah dari penjajah. Tetapi kemerdekaan ini kita dapatkan dari hasil perjuangan anak bangsa, para pahlawan kita dari Sabang sampai Merauke. Melalui berbagai pertempuran dahsyat, yang banyak menumpahkan darah para pahlawan kita, mengorbanan jiwa raga, harta, dan air mata, demi merebut dan berdirinya negara Indonesia yang berdaulat.

Ada banyak cara untuk mengisi alam kemerdekaan ini. Sekarang, kita sebagai generasi penerus, mengisi kemerdekaan ini kita tidak perlu lagi bertaruh nyawa ataupun mengalirkan darah. Lakukan apapun sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk kemajuan negeri ini, lakukan yang terbaik. Tugas kita untuk menjadikan Indonesia sebagai rumah kita, menjadikan negeri ini surga bagi kita. 

Semangat perjuangan kemerdekaan, harus tetap dimiliki semua rakyat Indonesia dalam mengisi masa kemerdekaan ini. Namun sayang, masih ada saja orang-orang disekitar kita yang tidak bersyukur, dengan mengatakan bahwa negara kita masih belum merdeka.

Menurut saya, sebaiknya jangan mengatakan negara kita ini negara yang belum merdeka, karena itu menunjukkan sikap yang seolah-olah (sangat) tidak menghargai jasa para pahlawan dan pejuang kemerdekaan yang telah gugur yang telah bersusah payah menjadikan Indonesia bangsa yang merdeka dan berdaulat... Ayo, belajarlah bersyukur...

Memang iya, saat ini masih banyak yang harus kita benahi. Masih banyak hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan seperti permasalahan-permasalahan sosial, ekonomi, politik, pendidikan, hukum yang tidak tegas, kesejahteraan yang belum merata, korupsi merajalela dan permasalahan-permasalahan lainnya. Semua itu masalahnya bukan terletak pada "sudah merdeka" atau "belum merdeka" tapi pada sebagian orang-orang saja... Orang-orang yang tidak mengerti esensi Kemerdekaan yang sesungguhnya.

Nah, sekali lagi... Kita sebagai generasi penerus bertanggung jawab akan masa depan bangsa Indonesia kita yang tercinta ini, dengan usaha kita jangan mengandalkan orang lain. Perjuangan belum berakhir...

Semoga... Kemerdekaan menjadi nyata di segala bidang.

Selamat Hari Kemerdekaan, Indonesiaku.
Aku Cinta Indonesia

Wassalamualaikum... Wr, Wb.

Friday, August 16, 2013

Puasa Syawal Yukk...

8 comments
Assalamualaikum... Wr, Wb.

Syawal tlah tiba, Syawal tlah tiba, Horee.... hehehe....
Alhamdulillah, dalam sistem penanggalan Hijriah, hari ini kita sudah memasuki hari kesepuluh di bulan kesepuluh atau bulan Syawal tahun 1434.

Nah, pada bulan Syawal ini, setelah momentum 1 Syawal atau hari Idul Fitri, umat muslim disunahkan untuk melaksanakan puasa selama 6 hari.

Puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal ini adalah puasa sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, sebagai penyempurna ibadah puasa Ramadan.

Keutamaan Puasa Syawal
Dari situs Muslim.or.id, bagi yang berpuasa Ramadhan dengan sempurna lantas mengikutkan puasa 6 hari di bulan Syawal, maka ia akan mendapatkan pahala puasa setahun penuh. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam :

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa 6 hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti 1th penuh.” (HR. Muslim no. 1164)

Itulah dalil dari jumhur atau mayoritas ulama yag menunjukkan sunnahnya puasa Syawal. 

Hukum Puasa Syawal
Yang berpendapat puasa tersebut sunnah adalah madzhab Abu Hanifah, Syafi’i dan Imam Ahmad. Adapun Imam Malik memakruhkannya. Namun sebagaimana kata Imam Nawawi rahimahullah, : 
”Pendapat dalam madzhab Syafi’i yang menyunnahkan puasa Syawal didukung dengan dalil tegas ini. Jika telah terbukti adanya dukungan dalil dari hadits, maka pendapat tersebut tidaklah ditinggalkan hanya karena perkataan sebagian orang. Bahkan ajaran Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam tidaklah ditinggalkan walau mayoritas atau seluruh manusia menyelisihinya. Sedangkan ulama yang khawatir jika puasa Syawal sampai disangka wajib, maka itu sangkaan yg sama saja bisa membatalkan anjuran puasa ‘Arafah, puasa ‘Asyura’ & puasa sunnah lain” (Syarh Shahih Muslim, 8: 51)

Kenapa puasa Syawal selama 6 hari bisa dinilai sebagai berpuasa selama setahun?
Dari Tsauban, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, beliau bersabda,
“Barangsiapa berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Idul Fitri, maka ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Karena siapa saja yang melakukan kebaikan, maka akan dibalas sepuluh kebaikan semisal.”
(HR. Ibnu Majah no. 1715. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Disebutkan bahwa setiap kebaikan akan dibalas minimal dengan sepuluh kebaikan yang semisal. Ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan sebulan penuh akan dibalas dengan 10 bulan kebaikan puasa. Sedangkan puasa enam hari di bulan Syawal akan dibalas minimal dengan 60 hari (2 bulan) kebaikan puasa. Jika dijumlah, seseorang sama saja melaksanakan puasa 10 bulan + 2 bulan sama dengan 12 bulan.

Itulah mengapa orang yang melakukan puasa Syawal bisa mendapatkan ganjaran puasa setahun penuh.

Tata Cara Melaksanakan Puasa Syawal
1. Puasa sunnah Syawal dilakukan selama enam hari Sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa puasa Syawal itu dilakukan selama enam hari
Lafazh hadits adalah : “Barangsiapa yg berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa 6 hari di bln Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh” (HR. Muslim no. 1164).

2. Lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fitri, namun tidak mengapa jika diakhirkan asalkan masih di bulan Syawal.
Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Para fuqoha berkata bahwa yang lebih utama, enam hari di atas dilakukan setelah Idul Fitri (1 Syawal) secara langsung. Ini menunjukkan bersegera dalam melakukan kebaikan.” (Syarhul Mumti’, 6: 465).

3. Lebih utama dilakukan secara berurutan namun tidak mengapa jika dilakukan tidak berurutan.
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin juga berkata, “Lebih utama puasa Syawal dilakukan secara berurutan karena itulah yang umumnya lebih mudah. Itu pun tanda berlomba-lomba dalam hal yang diperintahkan.” (Syarhul Mumti’, 6: 465).

4. Tunaikan qodho’ puasa terlebih dahulu agar mendapatkan ganjaran puasa Syawal yaitu puasa setahun penuh.
Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata, :
“Siapa yang mempunyai kewajiban qodho’ puasa Ramadhan, hendaklah ia memulai puasa qodho’nya di bulan Syawal. Hal itu lebih akan membuat kewajiban seorang muslim menjadi gugur. Bahkan puasa qodho’ itu lebih utama dari puasa enam hari Syawal.” (Lathoiful Ma’arif, hal. 391).
Begitu pula beliau mengatakan, :
“Siapa yang memulai qodho’ puasa Ramadhan terlebih dahulu dari puasa Syawal, lalu ia menginginkan puasa enam hari di bulan Syawal setelah qodho’nya sempurna, maka itu lebih baik. Inilah yang dimaksud dalam hadits yaitu bagi yang menjalani ibadah puasa Ramadhan lalu mengikuti puasa enam hari di bulan Syawal. Namun pahala puasa Syawal itu tidak bisa digapai jika menunaikan qodho’ puasanya di bulan Syawal. Karena puasa enam hari di bulan Syawal tetap harus dilakukan setelah qodho’ itu dilakukan.” (Lathoiful Ma’arif, hal. 392).

Malikiyah dan Syafi’iyah menyatakan bahwa boleh berpuasa sunnah sebelum qadha, tetapi hukumnya makruh, karena hal ini menunjukkan sikap lebih menyibukkan diri dengan amalan sunnah sebelum qadha, sebagai bentuk mengakhirkan kewajiban.

Nah, untungnya dalam fikih ada kaidah, Jika ada perbedaan pendapat Ulama Fikih, maka kita yang awam boleh memilih salah satu yang paling sesuai dengan hati kita. Jadi kalau mau bayar utang puasa Ramadhan dahulu baru kemudian puasa syawal boleh, atau kalau mau puasa syawal dahulu baru bayar utang puasa Ramadhan juga boleh.

5. Boleh melakukan puasa Syawal pada hari Jum’at dan hari Sabtu.
Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, :
“Ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa dimakruhkan berpuasa pada hari Jum’at secara bersendirian. Namun jika diikuti puasa sebelum atau sesudahnya atau bertepatan dengan kebiasaan puasa seperti berpuasa nadzar karena sembuh dari sakit dan bertepatan dengan hari Jum’at, maka tidaklah makruh.” (Al Majmu’ Syarh Al Muhaddzab, 6: 309).
Hal ini menunjukkan masih bolehnya berpuasa Syawal pada hari Jum’at karena bertepatan dengan kebiasaan.

Jadi... khususnya buat teman-teman muslim, mumpung saat ini kita masih berada di pertengahan bulan Syawal, jadi masih ada waktu, yang belum melaksanakan puasa Syawal, Selamat melaksanakan puasa Syawal yaa...
Semoga Allah SWT menerima dan melipat gandakan pahala amalan puasa Ramadan dan puasa Syawal kita. Amin...

Wassalamualaikum... Wr, Wb.

Sunday, August 11, 2013

12-13 Agustus 2013, Puncak Hujan Meteor Perseids

10 comments
Assalamualaikum...

Lagi, Insya Allah kita kita akan dapat menyaksikan fenomena astronomi yang sangat menarik di bulan Agustus ini. Apakah itu? Iya betul, fenomena astronomi tersebut adalah hujan meteor Perseids.

Hujan meteor Perseids adalah salah satu hujan meteor terbaik untuk diamati, memproduksi hingga 60 meteor per jam pada saat puncaknya.
Karena kecepatannya itu, masing-masing meteor akan terlihat seperti benang cahaya yang muncul hanya sekedipan mata saja. Puncak hujan meteor Perseids ini biasanya terjadi antara tanggal 11 hingga 13 Agustus.

Mungkin sejak tanggal 23 Juli yang lalu kamu telah dapat dapat melihat beberapa meteor, itu karena hujan meteor Perseids ini dapat diamati sejak 3 hari sebelum atau 3 hari sesudah puncaknya. Jadi hingga tanggal 22 Agustus mendatang kita masih dapat mengamatinya, hanya mungkin jumlah meteornya tidak terlihat sebanyak seperti saat puncaknya.

Seperti yang kita ketahui, suatu hujan meteor terjadi jika dalam orbitnya mengelilingi Matahari, Bumi memasuki area yang penuh dengan batu dan debu angkasa. Serpihan batu dan debu itu sebenarnya berasal dari komet yang pernah melintas sebelumnya.

Begitu juga dengan hujan meteor Perseids. Meteor-meteornya berasal dari serpihan komet Swift-Tuttle, yang ditemukan pertama kali pada tahun 1862 dan terakhir kali terlihat dari Bumi pada tahun 1992. Karena posisi serpihan batu dan debu ini tetap di angkasa, maka peristiwa hujan meteor juga akan terjadi rutin setiap tahun di sekitar tanggal yang sama.

Dalam sebuah peristiwa hujan meteor, meteor dapat muncul di area langit mana saja. Tetapi apabila kita tarik garis lurus dari setiap meteor tersebut, semuanya akan tampak seolah-olah berasal dari satu titik. Titik asal ini disebut dengan titik radian. Titik radian ini pasti berada di salah satu rasi dari 88 rasi di langit. Nama genitif dari rasi tersebutlah yang kemudian dijadikan nama hujan meteornya. Begitu juga dengan nama Perseids untuk peristiwa hujan meteor yang terjadi kali ini. Asalnya adalah dari nama rasi Perseus. Rasi ini terletak di belahan langit utara dan baru terbit pada pukul 00 waktu lokal.


Rasi Perseus, lokasi keterlihatan hujan meteor Perseids
yang puncaknya akan terjadi pada 12 Agustus 2013
Credit : Star Date
Waktu dan Lokasi Pengamatan Hujan Meteor Perseids 2013
Waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor adalah setelah tengah malam hingga langit terang pertanda matahari segera terbit.

Carilah lokasi yang memiliki area langit seluas mungkin yang tidak terhalang bangunan dan pepohonan yang juga jauh dari lampu-lampu kota. Arahkan pandangan kamu ke langit arah Timur Laut. Titik terbaik untuk mengamatinya berada di rasi Perseus.

Hujan meteor Perseids ini dapat diamati dengan mata telanjang alias tanpa peralatan khusus seperti binokuler atau teleskop.

Jadi, selamat menikmati sajian langit dini hari nanti, selamat menghitung meteor yang melintas.

Wassalamualaikum... Wr. Wb.



Referensi : 
www.space.com
stardate.org
Wikipedia/Comet Swift Tuttle
Wikipedia/Perseus
Kalender Astronomi Tahun 2013

Semuanyaaa, Mohon Maaf lahir dan Batin yaa...

2 comments
Assalamualaikum...

Ramadhan is like your best friend who you're tearfully saying goodbye to at the airport... You don't know if you'll ever see them again...


Hallo semuanya,
Hallo sahabat-sahabat Blogger ku yang tercinta, para pembaca dan pengunjung setia blogku, hehehe... apa kabar hari ini? Mudah-mudahan semuanya sehat dan baik-baik aja yaa...

Tidak terasa, bulan Ramadhan telah berlalu. Satu bulan, waktu berjalan terasa begitu cepat ya... Saat Ramadhan, semua terasa indah dan berkesan,


Fiuhhh... akhirnya nih saya bisa nulis lagi di blogku ini, yuph.... selama beberapa hari di penghujung Ramadhan kemarin, pas Lebaran sampai hari ini nih sebenarnya, sibuk... *halahh
Mulai dari beres-beres rumah, bantuin mamah, keliling-keliling ke rumah saudara, ajak main keponakan-keponakan yang lucu-lucu, imut dan supeeerr lincah itu. Pokoknya bersama mereka tu menyenangkan dan seru banget deh.

Ditengah-tengah semua keseruan itu, triiing... aku tiba-tiba ingat, oh iya yaa aku belum ucapin selamat Idul Fitri dan maaf-maafan sama sahabat-sahabat Bloggerku, hehehe... 

Nah, karena kalau harus berkunjung ke rumah masing-masing sobat Blogger itu gak mungkin kayaknya, secara alamat rumah kalian aja kan aku gak tahu, hihi... trus belum sempat blogwalking-an juga... 

Jadi, melalui postingan ini... 
Walau tangan tak berjabat dan ucap tak terdengar, izinkan hati memohon maaf yang setulus-tulusnya untuk semua salah dan khilaf saya kalau-kalau selama berkomunikasi di dunia maya ini baik tulisan pada postingan, atau komentar yang saya tulis pernah membuat sobat tersinggung dan sakit hati...

Maafin aku yaa.... pokoknya peluk erat untuk semua sahabat blogger, pengunjung dan pembaca setia blogku, hehehe... i love youuu all....

To all my friends in the whole universe,
i wish to say :
"
Selamat Idul Fitri 1434 Hijriah,
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa Shiyamakum
,
Mohon Maaf Lahir dan Batin"

Salam Blogger, salam Ukhuwah. Sekali lagi, Maafin aku yaa...

Wassalamualaikum Wr, Wb...

Sunday, August 4, 2013

Native Deen - Ya Taybah

2 comments
           

No Caption, No Description.
Just Listen and Enjoy It, Guys...

Menjadi The Winner di Hari Kemenangan

6 comments
Assalamualaikum...

Ahh, bulan Suci Ramadhan tahun 1434 ini segera berakhir, hikss.... tapi Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari nih, yesss.!! hehehe.... Gak apa-apa, jangan merasa sedih ya ditinggalkan bulan Ramadhan, kita berdoa saja semoga tahun depan Allah SWT masih memberikan kesempatan kepada kita untuk dapat menuai pahala lagi di bulan Ramadhan yang akan datang, Amin...

Berbicara tentang Hari Raya Idul Fitri, disarikan dari kitab Tsalaatsuuna Dirasan Lishshaaimiina karya 'Aid Abdullah Al-Qorni, sejatinya hari raya bukanlah untuk orang yang mengenakan pakaian baru, bukan pula untuk orang yang berbangga dengan materi yang banyak. Hari raya adalah bagi yang takut akan hari Akhir dan bagi orang yang bertaqwa kepada Allah yang mempunyai Arasy dan Yang Maha Mulia.

Hari Raya adalah hari untuk mempersembahkan syukur kepada Allah Yang Maha Memberi Nikmat, mengakui karunia-Nya, menampakan nikmat-Nya dan berjalan bersama Umat Islam dalam upaya memuliakan agama.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat lebaran atau hari raya Idul Fitri tiba :
  • Dianjurkan sebelum shalat Idul Fitri, makan beberapa butir kurma untuk memenuhi perintah Allah, yakni mengakhiri Ramadhan sebagaimana kita penuhi perintah-Nya dalam berpuasa.
  • Dianjurkan mengenakan pakaian baru (jika ada), bersih dan wewangian, sebagai ungkapan pengakuan atas keindahan Yang Maha Memiliki karena Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan.
  • Dianjurkan untuk saling mengunjungi, mengucapkan salam, saling memaafkan dan mengasihi.
  • Bagi kaum muslimim pada saat Idul Fitri tampak jelas kegembiraan imani yang dibarengi patokan-patokan syar'i dan dihiasi tenunan adab.
'Id adalah hari hadiah, orang yang berpuasa dan meramaikan malamnya dengan berbagai ibadah karena iman dan mengharapkan ridha Allah ia akan bergembira karena memperoleh hadiah agung dan kemenangan besar. Sedangkan orang yang meninggalkan puasa Ramadhan, meremehkan perintah Tuhannya, melangga batas-batas-Nya, ia akan merugi dan menyesal.

Dengan demikan, selagi masih ada kesempatan, di hari-hari menjelang berakhirnya bulan Ramdahan ini, jadikan ibadah yang kita lakukan sebagai sebuah kebutuhan dan kenikmatan. Demikian juga seharusnya kita memahami seruan Allah yang lainnya, seperti mengaji dan dakwah. Termasuk berjuang demi tegaknya syariat Islam dalam segala aspek kehidupan.

Menjadi pemenang dalam setiap perlombaan atau ujian adalah harapan kita. Apa lagi ujian itu bernama puasa ; yang kita kerjakan selama sebulan penuh di bulan Ramadhan ini.

Semoga kita lulus dalam ujian ini
dan menjadi The Winner
saat Hari Raya 'Idul Fitri atau Hari Kemenangan nanti.

Wassalamualaikum... Wr, Wb.