Thursday, December 31, 2015

Widiani's Year 2015 in Books

1 comment
This is it, My Year 2015 in Books!


93 buku! Alhamdulillah... masih punya kesempatan dan kebebasan untuk membaca sepuasnya di tahun ini. Eh tapi, kalau dibilang puas, nggak juga sebetulnya, karena ada buku-buku yang diawal tahun 2015 lalu, sudah direncanakan dan berharap banget bisa membacanya tapi ternyata tidak bisa membacanya karena bukunya belum ke beli, hehehh... 

Oh iya, beberapa buku yang dibaca ada yang gak aku masukin ke shelf di akun Goodreads ku, karena baru sering buka goodreads lagi belakangan ini daaan... banyak juga buku yang saya baca tahun ini statusnya DNF alias Did Not Finish alias gak sampai selesai bacanya. Kenapa bisa begitu? Kenapa ya... ya gitu aja pokoknya, gak pengen melanjutkan dulu. Mungkin kapan-kapan dilanjutkan bacanya.

Omong-omong tentang reading challenge, pada dasarnya ya, saya adalah tipe orang yang : "I do not want to put pressure on my self, you know..." huahaa... Termasuk dalam hal membaca, nah makanya 2015 Reading Challenge di Goodreads ini adalah satu-satunya reading challenge yang saya ikuti.


Keren dong, 186 percent!! Dari 50 buku yang ditargetkan, saya berhasil membaca sebanyak 93 buku. I'm proud of myself *flipshair* hahha...

Lalu, bagaimana dengan tahun 2016 mendatang? Pastinya, saya akan menambah jumlah target buku yang akan saya baca. Kalau tahun ini 50 buku, tahun depan saya akan menambahnya menjadiii.... 52 buku! hehhee... Yeah, minimal dalam satu minggu harus membaca satu buku. Iya itu minimalnya saja, lebih dari satu buku dalam satu minggu? Ittuu lebih bagus ^_^

Why i do love reading?
Good question, for me reading is for entertainment and to acquire knowledge. I read for better understanding of other and my self. I read to make my life better.

So, how about you? and what is your favorite book? Recommend me, please... :)

Find and add me on Goodreads : Widiani

Thank you.

Sunday, December 27, 2015

Aku, Kamu dan Gravitasi

2 comments

Pada zaman dahulu, manusia tidak tahu 
bagaimana air pasang dan surut bisa terjadi.


Sekarang, manusia sudah tahu, bahwa peristiwa tersebut
ada hubungannya dengan Bumi dan Bulan.

Gravitasi Bumi menarik Bulan dan gravitasi Bulan menarik Bumi.
Kedua kekuatan inilah yang menyebabkan terjadinya pasang.

Lalu, gravitasi itu apa?
Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di alam semesta ini.

Dan gravitasi Bumi, terjadi karena ada Bumi dihubungkan dengan Bulan oleh sebuah pita yang tak terlihat. Jadi sebenarnya, keduanya saling terhubung meskipun saling berjauhan.

Sama halnya seperti kita.
Iya... kita, aku dan kamu.
Insya Allah akan selalu terhubung meskipun kita saling berjauhan ;)

Monday, November 23, 2015

Cara Menampilkan Tombol Enter Pada Keyboard LENOVO A536

5 comments
Sejak menggunakan si hitam Lenovo A536 dari beberapa bulan yang lalu, sampai hari ini ada banyak sekali kelebihan dan sedikit, iya sedikit... sedikiiit saja kekurangan yang saya dapat dari gadget yang satu ini. Lebih tepatnya, hingga beberapa jam yang lalu masih ada dua kekurangan yang saya dapatkan, yaitu, baterainya terasa boros dan tidak ada tombol "Enter" pada keyboard saat mengetik atau menulis SMS. Tombol "Enter" yang biasanya terletak pada bagian keyboard pojok kiri bawah di gantikan tombol "Smiley". Hal ini sangat menyusahkan, karena bagi saya, tombol "Enter" merupakan salah satu tombol yang cukup penting saat menulis sebuah pesan.

Seperti yang terlihat pada hasil screenshot diatas,
tidak terdapat tombol "Enter" pada keyboardnya
Dan sekarang, masalah tentang tidak tampilnya tombol "Enter" pada keyboard tersebut sudah bisa diatasi, yang ternyata cara mengatasinya itu sangat, sangat, sangat mudah sekali. Aslinya deh, tadi pagi saya ketawa-ketawa sendiri saking girang, terus diam dan berpikir : "Hih, gaptek banget jadi orang!. Hello, Princess... Masa seperti begini aja baru tahu." Setelah itu ketawa-ketawa lagi. Lebih tepatnya tertawa dalam rangka menertawakan diri sendiri. Hahahaa.... >_<

Jadi, tadi subuh, saat hendak membalas SMS dari saudara saya, masih dalam keadaan ngantuk berat pula, sambil berpikir sebelum menulis SMS balasan, tanpa sengaja saya mengetuk-ngetukkan jari saya ke tombol "Shift", itu lho tombol yang berupa simbol mengarah ke atas, dan.... EUREKA!!! Hahaha... muncullah si tombol "Enter" yang selama ini saya harap-harapkan keberadaannya. Kirain lho... ini keyboard gak ada tombol "Enter" dari sononya, ternyata ada yaaa... ^_^

Cara Mudah Menampilkan Tombol Enter Pada Keyboard
Merasa kaget dan penasaran, saya coba tekan-tekan lagi tombol "Shift", dan ternyata tombol "Enter"-nya muncul dan menghilang. Sampai akhirnya saya sadar bahwa untuk memunculkan tombol "Enter" ternyata sangat mudah, kita hanya perlu menekan tombol "Shift" pada keyboard, dan secara otomatis, tombol "Smiley" akan berganti dengan tombol "Enter".

 

Sungguh ya, ternyata sangat mudah sekali. Saya belum mencobanya di gadget untuk tipe dan merk lain. Tapi sepertinya berlaku juga untuk sistem OS Android KitKat lainnya. Dicoba-coba saja yaa :D

Semoga bisa bermanfaat untuk yang belum mengetahui tips sederhana ini.

Saturday, November 21, 2015

Memanfaatkan Kertas Bekas Undangan Untuk Pembatas Buku

8 comments
Dapat undangan, dan setelah acaranya lewat, biasanya dibuang begitu saja.
Eh tapi, kali ini warna sama motif undangannya cantik, bernuansa shabby chic gitu, kesukaan aku... Jadi sayang mau dibuang. Tapi, kalau disimpan begitu saja, rasanya juga tidak ada manfaatnya. Tiba-tiba, TRIIING! AHAA... berhubung lagi baca buku yang gak ada bookmarknya, kenapa gak dibikin bookmark atau pembatas buku saja,


Dan yaa, pas bagian motif cantiknya aku kasih garis supaya hasil guntingannya rapiii... Berhubung motif bagian luar undangan ini, bagian depan dan bagian belakangnya sama, sayang dong kalau salah satunya dibuang, jadilah gunting kedua sisinya, rekatkan dengan double tape, selesaai.

Pembatas buku cantik bernuansa shabby chic floral dari bekas undangan, siap dipakai. 

Yahh, begitulah ceritaku sore ini. Semoga bisa menjadi inspirasi untuk menciptakan ide-ide kreatif lainnya. Selamat hari Sabtu ^_^

Monday, November 16, 2015

Book Review : Journey to Destiny (Outsider Series #1) by Ibib Azhar

1 comment
Blurb
Journey to Destiny, menceritakan tentang dua kelompok yang sedang menyusun kembali kekuatan mereka. Kelompok SELF (Special Elite Force) mewakili sistem mencoba melatih cadet-cadet terbaiknya, sedangkan para outsider merapatkan barisan di sebuah distrik untuk membentuk gerakan baru. Gerakan yang akan melawan SELF secara besar-besaran.


Identitas Buku
JudulJourney to Destiny (Outsider Series #1)
Penulis : Ibib Azhar
Bahasa : Indonesia
Kategori : Fantasi, Fiksi, Fiksi Sejarah, Aksi, Dystopia, Dewasa
Pemerhati Aksara/Desain Sampul/Tata Letak : Mash/Endy/Anwar
Penerbit : PT Leutika Nouvalitera
ISBN : 978-602-371-058-4
Pertama Kali Diterbitkan : Juni, 2015 (Soft cover)
Dimensi Buku : x + 386 Halaman/13x19 cm
Harga : Rp. 71.800,00 (www.leutikaprio.com)

Review
SELF (Special Elite Force) merupakan sebuah organisasi elite bentukan pemerintah Indonesia. Adapun tujuan pemerintah Indonesia membentuk SELF adalah untuk mengendalikan kelompok Outsider agar tetap bisa dikendalikan. Outsider adalah kelompok eoners yang memilih untuk keluar dari Benua Eropa, dan berkelana ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Eoners merupakan sebutan bagi orang-orang yang mampu menggunakan eon, sebuah kekuatan atau kemampuan gabungan antara energi fisik dan energi pikiran yang ditemukan oleh sekelompok ilmuwan Eropa.

Seperti yang telah disinggung pada paragraf diatas, bahwa salah satu tempat tujuan kelompok Outsider yang kabur dari benua Eropa adalah Benua Asia, tepatnya kawasan nusantara (negara Indonesia). Pada zaman itu, ternyata banyak juga orang pribumi yang dapat menggunakan eon. Percampuran sosial pun terjadi, dan mereka berhasil mengembangkan kehidupan di wilayah nusantara secara damai. Namun kehidupan yang damai itu tidak berlangsung lama karena pemerintah Eropa yang pada saat itu merasa terancam dengan keberadaan eoners yang dianggap terlalu berbahaya bagi kekuasaan mereka, mengirim ekspedisi dagang di bawah naungan dua negara maritim terbesar saat itu, Belanda dan Portugis.

Portugis yang tiba pertama kali di wilayah nusantara, pada awalnya melakukan kegiatan perdagangan seperti biasa. Mengetahui bahwa wilayah nusantara banyak dihuni oleh kelompok Outsider, memberitahukan hal tersebut kepada pemerintahan Eropa yang juga sangat kaget akan keberadaan kelompok Outsider di wilayah nusantara, wilayah yang tidak benar-benar mereka yakini sebagai tempat penyebaran kelompok Outsider. Kerajaan Belanda mengutus ekspedisi dagang untuk masuk ke wilayah Asia, yang kemudian berhasil menguasai dan mengeruk komoditas nusantara untuk dibawa ke negaranya. Perlawanan yang dilakukan oleh kerajaan-kerajaan lokal di wilayah nusantara tidak membuahkan hasil karena tidak terciptanya persatuan diantara mereka, sehingga Belanda terus berkuasa dan menjajah Indonesia hingga beratus-ratus tahun lamanya. Pada masa-masa itu, kelompok Outsider pun ikut berperan dalam melawan penjajah. Hingga akhirnya ketika kondisi keuangan Belanda terkuras, keadaan tersebut dimanfaatkan oleh Jepang yang saat itu ingin menyatukan seluruh Asia. Dengan kekuatan militer yang mumpuni, Jepang berhasil menggusur Belanda dari wilayah nusantara. Namun, penjajahan Jepang ini tidak berlangsung lama. Tragedi pengeboman di wilayah Hirashima dan Nagasaki membuat kekuatan Jepang melemah, yang kemudian oleh para pejuang kemerdekaan Indonesia, keadaan tersebut dijadikan untuk melepaskan diri dari belenggu bangsa Asing.

Kelompok Outsider yang terdiri dari 12 klan turut ikut dalam proses kemerdekaan, sehingga mereka dibolehkan untuk menetap dan hidup sesuai dengan keyakinan mereka di negara Indonesia.

Sebelum meraih kemerdekaan, para penjajah negara Indonesia tidak luput dari peran para Guardians, yaitu pasukan anti Outsider yang selalu berhasil melumpuhkan setiap kerajaan lokal yang menentang atau berusaha melawan dan menyingkirkan penjajah. Maka keadaan yang damai setelah terlepasnya Indonesia dari para penjajah, tidak berlangsung lama. Kali ini, konflik terjadi antara kelompok Outsider dengan kelompok Guardians. Perang pun tidak dapat dielakkan lagi. Hingga akhirnya, Pemerintah Indonesia justru membentuk organisasi elite SELF untuk mengendalikan kelompok Outsider yang kemudian dianggap bahaya bagi pemerintahan. Mengenai "Guardians", sayangnya penulis tidak memberikan informasi, apakah kelompok "Guardians" ini berisi orang-orang asing, pribumi ataukah orang-orang asing dan pribumi?

Dari era berjayanya kerajaan-kerajaan lokal, kedatangan bangsa asing yang kemudian berubah tujuan jadi menjajah dan mengeruk hasil bumi Indonesia, perjuangan untuk mengusir penjajah, hingga diraihnya kemerdekaan, cerita bergulir ke tahun 2018, dimana SELF menjadi sebuah pasukan yang dibanggakan dan banyak kaum muda yang saling berlomba untuk bisa lolos di setiap ujiannya dan kemudian menjadi bagian dari pasukan elit tersebut. Begitu pula dengan tiga orang sahabat, Leo, Simon dan Oscar yang bahkan, ketiga pemuda ini, kini sedang menunggu ujian ketiga untuk lolos menjadi prajurit SELF. Tentu saja, selain mereka bertiga, para calon prajurit elite (cadet) lainnya juga sangat berharap untuk bisa lolos dan menjadi prajurit elite terbaik SELF. Termasuk seorang pemuda bernama Jared yang selama ini selalu menunjukkan keangkuhan dan ambisi yang tinggi, bahwa dialah yang akan dan harus menjadi prajurit terbaik SELF. Jared juga memiliki hubungan yang tidak baik dengan Leo. Selama ini, Jared iri karena mengetahui bahwa pelatih mereka, Master Chow memberikan bimbingan khusus dan begitu membanggakan dan yakin bahwa Leo lah yang akan menjadi prajurit terbaik SELF. Sebelum ujian ketiga tersebut dimulai, Leo dan kedua sahabatnya berkenalan dengan dua perempuan sebaya dengan mereka, Valerie dan Yulie, yang juga telah lolos dari ujian pertama dan kedua. Dalam masa menunggu ujian ketiga di Pusat Pelatihan SELF di Bogor itulah mereka berlima saling berkenalan dan kemudian menjadi teman baik.

Waktu menjelang pelaksanaan ujian ketiga pun tiba. Ujian ketiga yang selama ini disebut-sebut sebagai ujian yang menjadi momok menakutkan bagi para cadet generasi sebelumnya. Tanpa diketahui jelas ujiannya bagaimana dan seperti apa, menurut informasi yang beredar, dari banyaknya cadet generasi sebelumnya, yang lolos dari ujian pertama dan kedua, hanya sedikit saja yang bisa melewati ujian ketiga ini. Ternyata, setelah diberi pengarahan oleh para mentor, dan waktu pelaksanaannya telah benar-benar tiba, ujian ketiga ini, mengharuskan para cadet untuk mendaki sebuah tebing tanpa alat bantu apapun, sebagai inti dari bahwa cadet harus mampu bergerak gesit melawan gravitasi. Setelah ujian ketiga ini, Leo sebagai tokoh sentral dalam buku ini bersama para cadet lainnya, masih harus menghadapi dua ujian lainnya. Untuk ujian keempat, para cadet, di sebuah ruangan bernama Aquaduct yang terdapat di goa buatan milik SELF, kali ini harus mampu bertahan selama mungkin yang mereka mampu di dalam air. Ujian keempat ini bertujuan untuk mengetes daya kosentrasi energi setiap calon prajurit. Belum cukup sampai disana, ujian kelima yang harus mereka hadapi kali ini yaitu memasuki hutan terlarang yang selama ini menjadi penjara bagi para Outsider. Para cadet diharuskan mencari sebuah pondok kayu yang ada di hutan tersebut. Keadaan menjadi sulit ketika para tahanan Outsider siap menyerang dan menghabisi mereka. Ditengah kesulitan tersebut, Leo yang kini satu kelompok dengan Valerie serta satu orang lainnya yang selama ini selalu memusuhinya, Jared, bahu membahu untuk bisa melewati tes kali ini. Saat ditengah hutan itu, kelompok yang bernama kelompok Elang ini bertemu dengan seseorang yang mengaku bernama Reno, dan siap membantunya. Padahal sebelumnya, mentor mereka berkata untuk selalu waspada dan tidak percaya pada siapapun selain dari kalangan SELF sendiri.

Benarkah Reno bisa dipercaya? Loloskah kelompok Elang pada ujian terakhir kali ini di hutan terlarang tersebut? Jawabannya adalah, ya. Ternyata Reno memang bisa dipercaya, meskipun cara dia membantu kelompok Elang ini... menurut saya kejam. Bagaimana tidak, ia sempat seolah-olah menjebak bahkan sampai mengajak Leo bertarung hingga ia tidak sadarkan diri, namun pada akhirnya, secara tidak langsung Reno membantu Kelompok Elang bebas dari hutan terlarang itu dan lolos di ujian kelima tersebut. Dari 16 bab yang tersaji pada buku ini, saya sangat suka bab 5 yang membahas tentang ujian SELF kelima di hutan terlarang serta pertemuan kelompok Elang dengan seorang tahanan bernama Reno ini, unsur suspense dan thriller-nya, menurut saya feel-nya dapeeet banget. Good Job!!

Oh no, no, no... Penjelasan yang saya tulis diatas mengenai tokoh bernama Reno dan keberhasilan kelompok Elang lolos dari ujian kelima tersebut bukan merupakan spoiler, tentu saja. Seperti yang saya bilang, itu baru sampai pada bab kelima. Karena setelah sepenuhnya menjadi prajurit elite SELF, Leo beserta kelompok Elangnya dan juga teman-temannya seperjuangannya dulu ketika sama-sama berusaha untuk bisa masuk akademi cadet, harus menghadapi berbagai serangan, ancaman dan bahaya lainnya. Mereka harus menghadapi Ghost, prajurit elit dari klan Sagara, 1 dari 12 klan Outsider. Ghost mampu menghabisi korbannya tanpa meninggalkan bekas luka, di bagian luar. Dia membunuh dengan cara merusak organ dalam tubuh korbannya. Kelompok Elang yang mendapat misi di laboratorium tua dibukit Rondea, yang berlanjut ke pencarian seseorang di sebuah desa bernama desa Garuda, mendapat serbuan para raksasa, pertarungan di sebuah tempat bernama Distrik 99 dan pertarungan yang tak kalah sengit antara SELF dengan sebuah kelompok bernama Zahir di Arena Brasko, yang kemudian menewaskan salah satu master senior SELF, master Bima. Yang kesemuanya itu tersaji dalam scene-scene cerita yang penuh aksi, yang ditulis dengan detail.

Penasaran sedetail apa aksi-aksi yang dituliskan oleh sang penulis? Penasaran juga bagaimana keseluruhan kisah Leo dan kawan-kawanannya dalam menghadapi setiap tantangan yang harus mereka hadapi? Penasaran? Silahkan baca bukunya ya...

* * * * * * * * * * * * * * * * *

Unsur-Unsur Intrinsik
1. Tokoh dan Penokohan
>>> Tokoh-tokoh yang terdapat dalam novel  Journey to Destiny (Outsider Series #1) : Leo, Oscar, Simon, Jared, Master Chow, Valerie, Yulie, Ghost, Hugo, Rico, Kapten Arya, Reno, Bibi Marie, Master Erik, Master Bima, Master Cid, Master Zen, Master Fritz, Raja Falki, kelompok para Buto, Ramon, Reva, Gerion, Azka, Kim, Evan, Rifki, para scout, mentor, warga desa Garuda.

>>> Penokohan
Ditinjau dari peranan dan keterlibatan dalam cerita, tokoh dapat dibedakan atas :
a. Tokoh Primer (utama) : Leo
b. Tokoh Sekunder (bawahan) : Valerie, Jared, Oscar, Simon, Master Chow.
c. Tokoh Komplementer (tambahan) : Yulie, Ghost, Hugo, Rico, Kapten Arya, Reno, Bibi Marie, Master Erik, Master Bima, Master Cid, Master Zen, Master Fritz, Raja Falki, kelompok para Buto, Ramon, Reva, Gerion, Azka, Kim, Evan, Rifki, para scout, mentor, warga desa Garuda.

Dilihat dari watak yang dimiliki tokoh,tokoh dapat dibedakan atas : 
a. Tokoh Protagonis : Leo, Oscar, Simon, Valerie, Yulie, Jared, Rico, Hugo, Master Chow, Master Bima, Master, Cid, Master Zen, Master Fritz, Raja Falki, Kepala Desa dan warga Desa Garuda, Para Scout, para mentor.
b. Tokoh Antagonis : Master Erik, kelompok para Buto, Reno, Ramon, Reva, Gerion, Azka, Kim, Evan, Rifki.

Di lihat dari perkembangan tokoh, tokoh dapat dibedakan atas :
a.Tokoh Dinamis : Jared, Reno
b.Tokoh Statis    : Selain Jared dan Reno.

Di lihat dari masalah yang dihadapi tokoh :
a.Tokoh yang mempunyai karakter sederhana : semuanya, kecuali Jared dan Reno.
b.Tokoh yang mempunyai karakter kompleks :  Jared dan Reno.

2. Latar Cerita
Tempat : Pusat Pelatihan SELF di Bogor, area penginapan Green Root, perpustakaan di Cadet Academy, Rockafella Mansion di Bogor, SELF Training Ground Sector 4, Kantor Pusat Rockafella Industry di Jakarta, Markas Pusat SELF di Tangerang, Markas SELF di Jakarta, Pulau Rondea, Kapuas Hulu, Hutan terlarang, Laboratorium Tua, Desa Garuda, Distrik 99, Aula Brasko, Arena Brasko 
Waktu : tahun 2018
Suasana Masa depan dengan keadaan yang lebih buruk dari saat ini, karena adanya situasi-situasi kekerasan, perkelahian, pertarungan yang bahkan dijadikan sebagai tontonan publik, saling mengejar dan balas dendam antar kelompok yang bermusuhan bahkan hingga saling melukai dan saling membunuh.

3. Sudut Pandang
Novel ini diceritakan dengan menggunakan sudut pandang Orang Ketiga Serbatahu, sebab penulis mengetahui segala hal tentang tokoh-tokohnya, peristiwa, dan tindakan atau aksi, termasuk motif yang melatarbelakanginya. Penulis bebas berpindah dari satu tokoh ke tokoh lainnya. Bahkan, bebas mengungkapkan apa yang ada dipikiran serta perasaan tokoh-tokohnya.

4. Gaya Bahasa
Novel ini menggunakan gaya bahasa berupa teknik narasi atau penceritaan yang berbicara secara langsung dan bebas. Maksudnya yaitu, adanya kebebasan berbicara setiap karakter, bukan hanya kata-kata yang benar-benar diucapkan tetapi juga kata-kata yang melambangkan fikiran karakter atau cara karakter berfikir atau berbicara jika dia sedang berfikir atau berbicara.

5. Alur atau Plot Cerita
Novel ini menggunakan alur maju, dimana penulis menyajikan jalan ceritanya secara berurutan, dimulai dari tahapan perkenalan (tokoh-tokoh utama dan latar yang ada di dalam cerita tersebut) ke tahapan penyelesaian secara urut baik dalam hal konflik maupun waktunya.

6. Tema dan Amanat
Tema : Aksi, Reputasi (keinginan atau ambisi tinggi dari tokoh-tokoh maupun kelompok yang berkonflik saling ingin menunjukkan eksistensi, kekuatan dan kekuasaan masing-masing)
Amanat :
a. Jangan terlalu sombong dan menyombongkan diri atas kemampuan dan kecerdasan yang dimiliki
b. Jangan terlalu mudah berprasangka jelek terhadap orang lain
c. Jangan terlalu mudah percaya atas apa yang diucapkan oleh orang lain kepada kita
d. Jangan melihat orang dari luarnya saja tetapi pahami juga sifat sebenarnya dari orang tersebut
e. Pandai-pandailah dalam memilih teman

Kelebihan dan Kekurangan
Saya suka dengan ide penulis yang menggabungkan cerita fiksi dengan sejarah bangsa Indonesia dalam cerita yang ditulisnya ini, serta penggunaan latar tempat yang juga menggunakan nama-nama kota dan tempat di Indonesia. Sangat menarik. Bahkan, saat saya selesai membaca prolognya saja sudah sukses membuat saya mengingat-ingat kembali dan membaca-baca informasi tentang bagaimana awal mula kedatangan bangsa Portugis, Belanda dan Jepang ke Indonesia. :D

Selain itu, berhubung novel ini hampir seluruhnya berisi tentang aksi dan pertarungan sengit tokoh-tokohnya, hal lain yang saya sukai dari novel ini tentu saja kemampuan penulis dalam menuliskan aksi saat tokoh-tokohnya melakukan pertarungan, sangat detail. Bahkan pada beberapa bagian saya merasa tidak sedang membaca sebuah buku melainkan sedang menonton adegan-adegan penuh aksi yang menegangkan dari sebuah film action. Sekali lagi, Good Job, mas Ibib :)

Dari segi tampilan, dengan kualitas kertas jilid yang tebal dan tekstur permukaan jilid yang nge-dove, berwarna hitam dengan desain sampul yang tidak berlebihan serta penggunaan kertas HVS yang putih dan tebal menjadikan buku ini sebagai sebuah buku yang berpenampilan elegan dan mewah. Penggunaan bentuk dan ukuran font-nya juga tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, sehingga tidak membuat mata lelah dan sakit saat membacanya.

Sayangnya, setelah saya membaca ini dari awal hingga halaman terakhirnya, saya berpendapat bahwa penulis masih lemah dalam membentuk karakter dan watak para tokohnya. Bahkan, Leo sebagai tokoh utama dari cerita pada novel ini terasa kurang hidup. Saya tidak menemukan sesuatu yang special dan mengena di hati dari sang tokoh utama ini, biasa saja, sama saja dengan tokoh komplementer lainnya.

Selain itu, maaf jika apa yang saya sampaikan ini tidak benar, menurut saya penulis bukan seseorang yang berwawasan luas dan gemar membaca. Hal ini terlihat dari penggunaan atau pemilihan diksi (kata) yang digunakan oleh penulis, pada beberapa bagian penulis menggunakan kata-kata yang tidak tepat jika dilihat dari konteks (uraian) kalimatnya. Ini cukup menganggu bagi saya saat membacanya. Hal lain yang juga mengganggu saat membaca novel ini adalah penggunaan kata-kata yang tidak baku (pada bagian dialog masih bisa ditolerir, namun hal ini terjadi juga pada bagian narasi), serta penggunaan banyak "hmm...", Ini juga cukup menganggu saat membacanya. Mengenai kesalahan pengetikan, sangat disayangkan, ada banyak kata-kata yang mengalami kesalahan pengetikan juga kalimat yang tidak diberi spasi.

Berikut kata-kata yang mengalami kesalahan pengetikan termasuk ambiguitas, kata-kata yang tidak sesuai dalam konteks kalimatnya serta kalimat yang tidak diberi spasi, yang saya temukan pada novel ini :

1. "... bungkus makanan" (halaman 2), kata "bungkus" ini termasuk ambiguitas, karena jika dilihat dari konteks kalimat-kalimat berikutnya, kata yang tepat untuk digunakan adalah "bungkusan" makanan, bukan "bungkus" makanan. Karena "bungkus" bisa berarti hanya cangkang, kertas, atau plastik yang digunakan sebagai pembungkus makanan tersebut.
2. "perpusatkaan" (halaman 19), seharusnya : perpustakaan
3. "cuek" (halaman 19), termasuk contoh kalimat tidak baku yang digunakan oleh penulis, seharusnya bisa menggunakan kata : acuh.
4. "mendakit" (halaman 26), seharusnya : mendaki
5. "bacot doang"(halaman 61), alangkah baiknya jika saja menggunakan frase : bicara saja.
6. "pertumu" (halaman 115), seharusnya : perutmu
7. "... dalam perjalanan menuju sini," (halaman 162), dilihat dari konteks kalimat serta penulisan preposisi (kata depan) yang benar , seharusnya : "... dalam perjalanan menuju ke sini"
8. "iku" (halaman 281), seharusnya : ikut
9. "Boss" (halaman 335), dilihat dari konteks kalimatnya seharusnya : Bos, yang bermakna atasan atau seseorangyang memiliki pangkat tinggi, karena "Boss" setahu saya merk fashion pria :D
10. "Akurasadiahanyainginmenunjukkankekuatannya di hadapan prajurit SELF" (halaman 355), seharusnya : "Aku rasa dia hanya ingin menunjukkan kekuatannya di hadapan prajurit SELF"
11. "... Simon teriak kesakitan" (halaman 360), seharusnya : "... Simon berteriak kesakitan"

Dari informasi yang saya dapat dari penulisnya serta dari situs jejaring sosial Goodreads, novel ini bertema fiksi ilmiah. Wow, fiksi ilmiah? sebagai penggemar bacaan bertema fiksi ilmiah, tentu saja saya sangat penasaran dan berharap menemukan sesuatu yang saya harapkan ada pada bacaan bertema tersebut. Namun, setelah saya membacanya hingga selesai. Hey!!, saya sama sekali tidak menemukan unsur fiksi ilmiah pada novel ini. Memang pada halaman awalnya, disebut-sebut tentang ilmuwan, hasil temuannya yang berupa eon (gabungan energi fisik dan pikiran), cukup menjanjikan. Namun selanjutnya, hanya lebih banyak disajikan aksi-aksi pertarungan tokoh-tokohnya yang memang dalam pertarungan tersebut para tokohnya menggunakan eon yang merupakan hasil temuan ilmuwan Eropa tersebut, tapi yang lebih menonjol lebih ke "aksi"-nya saja. Mengenai tema ini, bisa dibilang cukup mengecewakan :(

Rating Time!!!
Terlepas dari kekurangan yang ada (versi saya) yang saya tuliskan di atas, dan mengingat bahwa novel ini adalah buku pertama dari penulis (eh betul...?) dan juga buku pertama untuk sebuah seri, saya berharap buku-buku selanjutnya yang ditulis oleh penulis bisa lebih baik lagi dalam segala sesuatunya. Karena kadang ada pembaca, termasuk saya yang kadang kecewa dengan buku pertama dari sebuah seri, namun tetap menantikan buku lanjutannya dengan harapan buku lanjutannya tersebut bisa lebih baik dari buku pertamanya.

1 bintang untuk tampilan bukunya keren, 1 bintang untuk ide ceritanya yang menarik, dan 1 bintang kemampuan penulis dalam menuliskan detil adegan-adegan aksi para tokohnya saat sedang bertarung. Jadi, Journey to Destiny (Outsider Series #1) totally mendapat 3/5 bintang dari saya :)


Terakhir, saya ingin mengucapkan, terima kasih kepada mas Ibib yang sudah memberi saya satu buku Journey to Destiny (Outsider Series #1) ini serta kepercayaan kepada saya untuk membaca dan menuliskan reviewnya (review versi saya, tentu saja). Sebuah kebanggaan buat saya. :)

Maaf jika ada kritikan-kritikan yang dirasa terlalu gimanaaa gitu, hehehe.... Sebagai pembaca, saya berharap ketika nanti bisa berkesempatan membaca lagi buku mas Ibib, segalanya bisa lebih baik lagi dan bisa sesuai dengan ekspektasi saya. Sukses terus untuk karir menulisnya, ditunggu buku-buku karya mas Ibib berikutnya.

Untuk kalian yang menyukai bacaan yang penuh dengan adegan aksi pertarungan yang menegangkan, Journey to Destiny (Outsider Series #1) is Recommended!

Thursday, November 5, 2015

Browser Google Chrome Tidak Dapat Menyambung Ke Internet, Mainkan Saja Dinosaurusnya

2 comments
Hari giniiih, siapa yang tidak tahu Google Chrome. Mungkin sudah hampir setiap orang, tahu, pernah, sering atau bahkan sekarang sedang menggunakannya. Benar kan? Pasti benar. ^_^

Google Chrome adalah sebuah browser atau peramban web gratis yang dikembangkan oleh Google untuk komputer Windows, Mac, dan Linux. Juga dapat dipasang di perangkat Android atau iOS.

Dan jujur saja, meskipun sudah selama bertahun-tahun menggunakan browser ini baik itu di komputer ataupun handphone, saya tidak pernah memperhatikan versi maupun detail lainnya dari browser yang mengusung tagline"fast, simple, and secure web browser" ini.

Hingga suatu hari, saat sedang asyik menjelajah internet tiba-tiba saja aliran listrik di rumah saya mati, yang tentu saja membuat akses internetpun terputus, sehingga tampilan layarnya jadi seperti pada gambar dibawah ini,


Sebelum-sebelumnya, saat akses internet terputus dan saat layar komputer menampilkan tampilan layar seperti pada gambar diatas, biasanya saya membiarkan atau meninggalkan dahulu komputer saya sampai listrik menyala kembali. Saya juga tidak tahu sejak versi keberapa browser ini menampilkan Dinosaurus kecil di layarnya saat akses internet terputus. Dulu, rasa-rasanya tidak ada Dinosaurusnya saat akses internet terputus. Dan pada hari itu, karena agak kesal dengan akses internet yang tiba-tiba terputus itu, saya ingat, saya mengetuk-ngetukkan jari ke keyboard, tepatnya tombol “Space” atau tombol “Spasi”, lalu tiba-tiba gambar Dinosaurus kecil itu tampak bergerak dari kiri ke kanan. Begitu tidak lama bergerak tiba-tiba tulisannya Game Over.

Dari situ, saya mulai sadar kalau ini sebuah game atau permainan. Sambil ragu-ragu saya muat ulang (refresh) halaman tersebut dan akses internet masih dalam keadaan terputus, si Dino muncul lagi!!!.

Tapi, saya bingung, tidak tahu bagaimana cara memainkan permainan Dinosaurus ini. Lalu sambil mencoba-coba, saya coba tekan lagi tombol “Spasi”.

Yeayy!!
Benar saja, si Dino mulai beraksi lagi. Kakinya bergerak-gerak seperti sedang berlari.



Penasaran, saya tekan lagi tombol "Spasi", dan si Dino melompat!




Setelah merasa benar-benar menguasai (hyealaah -__-) permainan ini, yang ternyata, tugas pemain adalah menggerakkan Dinosaurus untuk melewati halang rintang. Si Dinosaurus harus melompati pohon kaktus. Semakin lama dan semakin banyak berhasil Dinosaurus melompati kaktus besar dan kaktus kecil, maka semakin cepat pula Dinosaurus berlari. Setiap kali nilai yang didapatkan oleh Dinosaurus saat berhasil melompati sebanyak 100 kaktus, pemain akan diberi tanda berupa bunyi "beep" yang nyaring.



Jadi intinya, untuk memainkan game Dinosaurus di browser Google Chrome saat tidak tersedia akses internet ini, yaitu :
1. Tekan tombol “Spasi” untuk memulai permainan.
2. Tekan tombol “Spasi” untuk melompati kaktus pohon kaktus.
3. Tekan tombol “Spasi” lagi untuk mengulang kembali permainan.

Buat saya, permainan Dinasaurus yang sederhana ini sangat membantu untuk mengusir kejenuhan saat menunggu akses internet yang terputus. Tapi, kalau akses internetnya mati sampai berjam-jam atau bahkan sampai berhari-hari, yaaa lebih baik mending matikan saja dulu komputernya dan kerjakan aktivitas yang lain, jangan sampai lupa waktu gara-gara main si Dino, hehehe...

Tentu saja, jika memang menginginkannya, kamu juga bisa bermain game Dinosaurus ini tanpa harus menunggu akses internet terputus karena aliran listrik mati, misalnya. Dengan cara, membuat komputer tidak terhubung dengan internet (“disconnect”). Setelah itu, buka browser Google Chrome dan (dari informasi yang saya dapat) pastikan kalau browser kamu adalah versi 38.0.2125.122 ke atas. Lalu, mainkan permainan Dinosaurusnya :)

Permainan Dinosaurus ini juga bisa dimainkan juga di handphone Android. Berikut caranya :
1. Pastikan di handphone Android kamu sudah terinstal bowser Google Chrome.


2. Ubah mode handphone Andorid kamu ke mode Airplane atau matikan sambungan internet atau sinyal WiFi-nya.
3. Buka browser Google Chrome dan biarkan sambungan internet handphone kamu dalam kondisi offline.
4. Ketik alamat web atau sesuatu di kotak pencarian browser Google Chrome.
5. Maka akan muncul Dinosaurus di browser Google Chrome kamu.

 

6. Ketuk atau tap Dinosaurus tersebut, untuk memulai permainan.
7. Ketuk lagi agar Dinosaurus melompat menghindari pohon kaktus.


8. Jika "Game Over", ketuk saja lagi untuk mengulang permainan.

Nah, buat yang belum tahu... ayo mainkan, jangan dianggurin aja si Dinosaurusnya dan lihat berapa nilai tertinggi yang bisa kamu dapatkan. ;)

Buat yang sudah tahu, pasti deh di dalam hatinya bilang, "Hihh, baru tahu?? Dibikin tulisan malah jadi ribet banget...". Ahahaa... sama, saat memainkannya, mudah banget... tapi saat saya menulis ini, ribet juga ya menjelaskannya.

Terima kasih buat yang sudah membaca tulisan ini sampai selesai, dan buat semuanya... jangan lupa untuk selalu bergembira :)

Friday, October 30, 2015

Book Review : Ways to Live Forever by Sally Nicholls

No comments
Sam menyukai fakta-fakta. Dia penasaran tentang hantu dan UFO, film horor dan ilmuwan, balon Zeppelin dan kematian. Sam mengidap leukemia. Karena itu, dia ingin tahu fakta-fakta tentang kematian. Sam membutuhkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang enggan dijawab orang-orang.

Ways To Live Forever adalah buku harian Sam yang berisi daftar-daftar, cerita-cerita, foto-foto, berbagai pertanyaan dan fakta yang dikumpulkannya selama minggu-minggu terakhir kehidupannya. Pandangannya yang jernih tentang kehidupan dan kematian membuat buku ini menjadi salah satu buku yang paling membangkitkan semangat dalam menghadapi salah satu fakta kehidupan yang tak terelakan.


Identitas Buku
Judul : Ways to Live Forever
Judul Terjemahan : Setelah Aku Pergi
Penulis : Sally Nicholls
Penerjemah : Tanti Lesmana
Tebal : 216 Halaman
Kategori : Fiksi
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-3653-8
Soft cover, Cetakan Pertama 1 Maret 2008
Rate : 5/5 Bintang

Review
Sam Oliver McQueen, adalah seorang anak lelaki berusia 11 tahun. Pada saat ia berusia 6 tahun, dokter memvonis Sam mengidap penyakit Leukimia lymphoblastic akut. Karena penyakitnya itu, menyebabkan pula ukuran tubuhnya menjadi tidak normal jika dibandingkan dengan anak lain yang seusianya.

Penyakit temuan John Hughes Bennett pada tahun 1845 ini merupakan penyakit dimana sistem tubuh pengidapnya terlalu banyak produksi lymphoblast, sel-sel darah putih kecil.

Selama ini, Sam telah mengalami kemoterapi sebanyak 2 kali. Setelah terakhir kambuh pada usia 10 tahun, dua setengah bulan kemudian, penyakit Sam kambuh lagi. Maka, Sam mengalami berbagai hal seperti kerontokan rambut akibat kemoterapi, sering mimisan, hidup berkawan dengan Hickman Line, dan membutuhkan serum-serum kuning dan kenyal untuk pembekuan darah.

Sakitnya Sam membawa imbas pada kehidupan dalam rumahnya. Rachel, ibu Sam, memutuskan untuk berhenti bekerja dan merawat Sam. Keseharian Rachel penuh dengan usahanya untuk menepis kesedihan yang ia rasakan karena kondisi Sam. Namun, ia selalu berusaha untuk tampil tegar, ia tidak ingin menunjukkan kesedihannya terutama di depan Sam maupun teman, sahabat dan keluarga besarnya. Rachel punya keyakinan suatu hari Sam akan sembuh total dan semua kembali normal. Ia yakin, Sam akan tumbuh dewasa dan sukses meraih cita-citanya. Meskipun ia tahu,  cita-cita Sam untuk menjadi ilmuwan penyelidik hal-hal seperti UFO dan hantu tidak akan terwujud. Dengan pengobatan, Sam diprediksikan akan hidup setahun lagi. Dengan kondisi Sam yang demikian, ayahnya, Daniel, kadang ia nampak tidak bisa menerima keadaan, sehingga kadang ia membuat keadaan seolah semua baik-baik saja. Ia nampak menganggap bahwa Sam, putra yang amat dia sayangi itu seolah sehat dan baik-baik saja. Meskipun ia juga tahu persis, bagaimana keadaan Sam. Ia sangat sedih. Diam-diam, Ella, adik Sam yang berusia 8 tahun juga merasakan kesedihan dalam keluarganya. Meskipun ia kadang sering rewel dan menunjukkan rasa iri karena menurutnya, kadang perhatian ibunya hanya tertuju pada Sam.

Ketika menginap di rumah sakit selama 6 minggu saat penyakitnya kambuh pertama kali, Sam bertemu dan kemudian bersahabat dengan penderita kanker lain bernama Felix Stranger, 13 tahun. Karena penyakitnya, Felix yang berkepala gundul hidup dengan keraguan akan kebaikan Tuhan.

Setelah liburan Natal, pada tangga 7 Januari, hari pertama Sam dan Felix mulai belajar dengan di rumah dengan seorang pengajar bernama Mrs. Willis. Di hari pertama itu, Mr. Willis, memberikan Sam dan Felix tugas untuk menulis sebuah karangan. Sam merasa senang dengan tugas tersebut, dan kemudian ia memutuskan untuk  menulis sebuah buku dalam bentuk buku harian.

Sebelum mendapat tugas menulis tersebut, Sam suka mengumpulkan cerita dan fakta-fakta yang fantastis, juga daftar pertanyaan tak terjawab, tiga diantaranya adalah :
1. Bagaimana kita tahu kita sudah mati? (halaman 22)
2. Kenapa Tuhan membuat anak-anak jatuh sakit? (halaman 38)
3. Bagaimana kalau sebenarnya ada orang yang belum mati, tapi dikira sudah mati oleh orang-orang lain? Apakah dia akan dikubur hidup-hidup? (halaman 70)

Di tengah-tengah kegiatan yang ia lakukan sehari-hari yakni belajar dengan Mr. Willis, pengobatan, menghabiskan waktu dengan Felix, Sam menulis bukunya. Di dalam bukunya itu, Sam menghimpun 11 daftar berisi hal-hal tentang dirinya, apa yang ingin ia lakukan, hal-hal yang menjadi favoritnya, kiat-kiat hidup abadi, ritual kematian berbagai bangsa, siapa ayahnya, balon Zeppelin, pertanyaan tentang orang mati, dan apa yang ia inginkan setelah meninggal); 8 Pertanyaan Tak Terjawab yang bertalian dengan kematian; pengalaman-pengalaman; informasi yang berhubungan dengan kematian seperti teori 21 gram dari Duncan MacDougall (1907), juga gambar-gambar yang ia kumpulkan maupun ia gambar sendiri, yang semuanya itu kemudian ia buat dengan niat untuk mengisi waktu menghadapi kematiannya. 

Ada percakapan yang menyentuh, yaitu pembahasan dari Sam dan Felix ketika mereka membahas tentang Tuhan dan penyakit pada halaman 50 sampai dengan halaman 52 yang kemudian membawa mereka pada sebuah kesimpulan bahwa : "...justru sakit itu merupakan hadiah, seperti mendapatkan Karcis-Gratis-Masuk-Surga" atau "Tuhan sangat menyayanginya, sehingga ingin membawanya ke surga". 

Hari itu adalah jadwal belajar dengan Mr. Willis dirumah Sam. Mereka sering bergantian tempat belajar, kadang di rumah Felix kadang di rumah Sam seperti pada hari itu. Namun, Felix tidak muncul pada jadwal belajar bahkan hingga jam pelajaran hampir usai. Ternyata, hari itu Felix masuk rumah sakit, ia terkena infeksi, kemudian penyakitnya kambuh dan akhirnya meninggal dunia.

Kepergian Felix membuatnya sangat sedih dan terpukul, kemudian ia mulai bertanya-tanya dan berdebat dengan dirinya sendiri tentang sebuah keadilan.


Dan ketika semua obat yang diberikan pihak rumah sakit sepertinya tidak banyak bermanfaat lagi, Sam memutuskan mempercepat waktu kematiannya.

Mum mengangguk. "Dua bulan," katanya, dan air matanya tumpah. "Demi Tuhan!. "Waktu itu katanya kami punya waktu setahun."

"Aku akan bilang pada-Nya waktunya tidak cukup panjang,"

"Nanti, kalau aku bertemu dengan Dia." 

Setelah sekian banyak uang yang digunakan untuk pengobatan dan perawatan Sam, sungguh getir ketika Rachel tertawa kecil lalu menanggapi perkataan Sam dengan suara gemetar :

"Ya, bilang pada-Nya. Bilang pada-Nya kita ingin uang kita dikembalikan."

Bagi Sam, kematian adalah tahap selanjutnya dalam kehidupan. Ia percaya jika kematian hanyalah perjalanan kembali ke tempat semula manusia berada sebelum dilahirkan, sesuatu yang tidak menjadi masalah bagi Tuhan, karena kematian seseorang berarti kembali ke surga, tempat Tuhan tinggal. Oleh sebab itu, Sam menginginkan upacara pemakaman yang asyik, begitu katanya. Ia ingin para pelayatnya nanti tidak memakai pakaian hitam, harus ada cerita-cerita lucu tentang dirinya. Para pelayatnya boleh sedih, tapi tidak boleh terlalu sedih, karena ia sendiri juga tahu bahwa tidak mungkin tidak akan ada kesedihan ketika seseorang yang disayangi meninggalkan kita. Menurutnya, kesedihan hanya akan menghalangi ingatan kita kepada orang yang kita sayangi. 

Nah, apakah kemudian Sam dapat melakukan semua hal yang ingin ia lakukan seperti yang ia catat dalam Daftar No. 3?


Atau mungkinkah Sam juga bisa mewujudkan salah satu cara hidup selamanya seperti yang ia catat dalam Daftar No. 5?


Sebuah angket Rencana Kematian paling ilmiah dalam sejarah versi Felix yang telah disusun Sam kemudian akan memastikan nasib Sam. Penasaran dengan akhir kisah Sam pada buku ini? Silahkan baca bukunya yaa...

******************

Dari segi bahasa, sekalipun ini adalah edisi terjemahan, tetapi tidak terdapat bahasa atau kata-kata yang sulit dipahami. Dan dengan teknik penulisan yang tidak biasa, yang pada beberapa tempat bergaya scrapbook dan pemilihan model penulisan yang disesuaikan dengan usia Sam McQueen (pada bagian catatan pribadi Sam), plot dan narasi yang jelas menjadikan buku ini sebagai sebuah bacaan yang mudah diikuti dan enak untuk dibaca. Tidak hanya itu, melalui kepolosan tokoh Sam dan juga Felix, Sally merangkai kalimat-kalimat yang pada beberapa bagian terkesan dewasa, cerdas dan menyentuh yang terkadang terasa begitu mengiris hati lalu pada beberapa bagian terselip juga nuansa humor yang kemudian menjadikan buku ini juga sebagai sebuah bacaan yang kuat dan hidup.

Dari segi tampilan, menurut saya, desain jilid novel ini sederhana namun memiliki daya tarik yang begitu kuat, hehe...

Dari segi isi, novel ini benar-benar sangat menarik. Novel ini mengajarkan ketabahan dan memberikan motivasi untuk semua orang yang masih hidup, agar terus berusaha untuk menjadi seorang pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Jangan sampai Sam yang mengidap penyakit tak terobati saja bisa menjalani hidupnya dengan tabah dan tetap ceria, sedangkan kita yang masih sehat selalu mengeluh tentang tak adilnya hidup. Dan ternyata, di tangan Sally, menjemput kematian, dari perspektif anak-anak, bisa berbeda dan mungkin lebih mudah diterima.

Awalnya, dengan label sebagai novel yang ditujukan untuk orang dewasa, menurut saya rasanya kurang cocok. Dimana novel ini bercerita tentang Sam (11 tahun), mengidap penyakit leukemia dan mencoba untuk menjalani kehidupan normal seperti anak-anak sehat lainnya. Tidak terdapat tindakan kekerasan ataupun kata-kata tak pantas dan hal-hal yang dapat menyebabkan sebuah novel dikatakan novel dewasa. Novel ini lebih cocok berlabelkan untuk semua umur. Namun kemudian, setelah membacanya hingga selesai, saya menemukan beberapa bagian, dimana Sam dengan pemikiran-pemikiran langka yang tidak biasa dilakukan oleh anak-anak pada umumnya, terlihat bisa memandang kehidupan dengan cara yang lebih dewasa dibanding anak-anak seusianya. Selebihnya, saya tidak menemukan kekurangan lainnya dari novel ini.

Terakhir, melalui sebuah pemaknaan kehidupan lewat kematian dari sudut pandang sang tokoh utama, (Sam, 11 tahun) yang luar biasa tanpa pernah berniat memvonis apa yang ia alami sebagai kesalahan Tuhan, saya sangat merekomendasikan buku ini untuk dibaca oleh siapapun yang ingin mendapatkan insipirasi dan mendalami makna dari kesempatan hidup yang sebenarnya.

"Percuma punya macam-macam keinginan kalau kau tidak tidak mencoba mewujudkannya. Setidaknya yang gampang-gampang saja."
(Ways to Live Forever - Sally Nicholls, halaman 67)

Book Review : Petualangan Alice: Alice di Negeri Ajaib & Alice Menembus Cermin by Lewis Carroll

No comments
Kisah klasik petualangan Alice di Negeri Ajaib dan dilanjutkan dengan buku kedua, Alice Menembus Cermin.
Kisah ini termasuk kisah fantasi klasik yang begitu terkenal ke seluruh dunia. Alice di Negeri Ajaib bercerita tentang anak perempuan yang tersesat di dunia ajaib yang dipenuhi banyak mahluk aneh melalui sebuah lubang kelinci.

Charles Lutwidge Dodgson atau lebih dikenal dengan nama samarannya: Lewis Carroll, selain sebagai penulis sebenarnya dikenal juga pada zamannya sebagai dosen matematika di Universitas Oxford. Karya monumentalnya sebagai pengarang adalah kisah klasik anak-anak Alice’s Adventures in Wonderland, Through the Looking Glass, serta puisi Hunting of the Shark and Jabberwocky.

Cerita Petualangan Alice di Negeri Ajaib dibuat spontan olehnya ketika menemani anak-anak keluarga Henry Liddell, Dekan Gereja Kristus Oxford, berperahu ria di sungai Thames dalam perjalanan piknik menuju Godstow. Atas permintaan Alice Liddell, Lewis Carroll menuliskan dongengnya tentang Alice dalam sebuah buku yang pada awalnya berjudul Alice’s Adventures Under Ground. Judul ini kemudian berubah lagi menjadi Alice Among the Fairies, lalu Alice’s Golden Hour, dan terakhir Alice’s Adventures in Wonderland yang kita kenal hingga kini


Identitas Buku
Judul :
Petualangan Alice: Alice di Negeri Ajaib & Alice Menembus Cermin
Judul Asli :
Alice's Adventures: Alice in the Wonderland & Throughthe Looking Glass
Penulis : Lewis Carroll
Penerjemah : Agustina Reni Eta Sitepoe
Ukuran Buku : 288 Halaman/13,5 x 20 cm
Kategori : Klasik, Fiksi, Fantasi
Penerbit : Elex Media Komputindo (Soft cover, 21 April 2010)
ISBN : 978-979-27-7323-1
Rate : 5/5 Bintang

Review
Sesuai dengan judulnya, buku Petualangan Alice terbitan dari PT Elex Media Komputindo ini memuat dua cerita sekaligus, yakni Alice di Negeri Ajaib dan Alice Menembus Cermin.


Alice di Negeri Ajaib
Petualangan Alice di negeri ajaib ini dimulai ketika seekor kelinci putih yang berjas panjang dengan mata merah muda berlari di dekatnya ketika ia sedang duduk di tepi sungai bersama kakak perempuannya. Karena rasa penasaran, Alice pun mengejar kelinci itu hingga ia turut masuk ke dalam sebuah lubang besar.

Setelah terjatuh jauh turun ke bawah, ia menyadari bahwa kini ia tengah berada dibawah lubang besar tadi, kini tepatnya ia berada disebuah ruangan dengan banyak pintu yang terkunci. Di dalam ruangan itu, di atas meja, ia melihat sebuah kunci untuk pintu yang sangat kecil dan sebuah botol minuman berlabel “Minum Aku”. Alice meminumnya dan tubuhnya mengecil seketika, sementara kunci untuk pintu kecil itu masih berada dia atas meja yang tinggi. Tak lama, ia menemukan kue dengan label “Makan Aku”, Alice memakannya dan tubuhnya pun membesar hingga melebihi ukuran normal tubuhnya sebelumnya dan membentur langit-langit ruangan. Segera setelahnya ia mengambil kunci dan menuju pintu, namun karena ukuran tubuhnya, ia hanya bisa berbaring miring sambil terus menangis hingga air matanya membentuk kolam air mata.

Kemudian, Alice bertemu dengan sekelompok hewan yang bermusyawarah mengadakan sayembara untuk mengeringkan tubuh mereka setelah terjatuh di kolam air mata Alice. Ia juga bertemu seekor ulat bulu yang duduk di atas jamur sambil menghisap hookah. Ulat bulu itu menanyakan jati diri Alice dan memberikan beberapa petuah padanya.

Alice melanjutkan perjalanannya dan masuk ke dalam sebuah rumah. Di rumah itu, ia bertemu pelayan berkepala ikan, sang putri dengan bayi berbentuk bintang laut, juga kucing Chessire yang selalu menyeringai. Alice juga menghadiri upacara minum teh yang aneh dengan Pembuat Topi, Terwelu Maret, serta Tikus Muscardinus. Walau meja perjamuan sangat luas, namun ketiga peserta jamuan berdesak-desakan di satu sudut meja. Usai upacara minum teh tersebut, Alice masuk ke dalam pintu yang membawanya menuju lapangan kriket. Disana ia mendapati para tukang kebun berbentuk persegi dan pipih (lonjong) dengan tangan dan kaki di kedua sudutnya sedang mengecat mawar putih menjadi merah. Karena menentang perintah Ratu, ia mendapat tantangan untuk bertanding kriket, bolanya adalah para landak, pemukulnya adalah burung flamingo, dan para prajurit harus melengkungkan diri masing-masing dan berdiri di atas kaki dan tangan mereka sehingga membentuk busur. Sepanjang permainan, Ratu selalu berkata “Penggal kepalanya!”, sehingga Alice merasa tidak nyaman. Setelah beradu pendapat, Ratu pun menghentikan permainan dan menyuruh seekor Gryphon membawa Alice bertemu kura-kura tiruan.

Di akhir kisah, Alice dituduh mencuri kue tarcis Sang Ratu. Lalu, bagaimanakah kisah Alice selanjutnya selama berada di negeri ajaib tersebut?

Alice Menembus Cermin
Kali ini Alice berpetualang di Negeri Cermin. Negeri yang aneh dan membingungkan. Di Negeri Cermin, Alice bertemu dengan Raja dan Ratu Merah, juga Raja dan Ratu Putih. Alice membaca buku catatan sang Raja Putih dan menemukan sebuah puisi yang sulit dimengerti, dimana kata-kata itu terbalik, maksudnya, kata-kata tersebut bisa dibaca jika diarahkan ke sebuah cermin. Namun,setelah bisa membacanyapun, Alice tidak dapat memahami semua kata-kata asing yang tertulis di buku tersebut.

Kemudian, Alice berkeliling dan melihat-lihat di dunia barunya itu. Di taman, Alice bertemu dengan bunga-bunga yang bisa bicara. Bahkan mereka menganggap Alice adalah sejenis bunga. Bunga yang aneh tentunya. Ketika melihat Ratu Merah, dia bergegas untuk menemuinya. Karena sedang berada di Negeri Cermin, yang dilakukan Alice bukanlah berlari mendekati Ratu Merah, melainkan berlari menjauhinya. Itulah cara untuk sampai di tempat Ratu Merah. Kemudian, Ratu merah menunjukkan jalan untuk kembali ke istana. Alice harus melalui delapan petak sebelum sampai ke istana. Dalam perjalanannya inilah dia mengalami kebingungan demi kebingungan. Untuk menaiki kereta menuju petak keempat, Alice diminta menyerahkan tiket yang tidak dimilikinya. Di petak keempat dia bertemu Tweedledee dan Tweedledum. Sebelumnya dia berbincang dengan seekor serangga yang besar dan melihat serangga-serangga aneh lainnya di hutan, seperti Kuda goyang terbang yang makanannya adalah getah pohon dan serbuk kayu, Capung Merenyah yang makanannya Bubur Bulgur (sejenis makanan Inggris kuno) dan pai daging cincang, serta Kupu-kupu Roti yang makanannya teh encer dengan campuran krim di dalamnya. Dipetak selanjutnya, Alice bertemu dengan Humpty Dumpty, lalu ksatria yang selalu jatuh dari kudanya, dan akhirnya tibalah ia di istana.

Sesampainya di istana, masih banyak lagi percakapan membingungkan antara Alice dan penduduk Negeri Cermin. Penasaran lagi dengan kisah Alice selanjutnya selama di negeri cermin ini? Silahkan baca bukunya ya...

*****************

Demikianlah sekilas cerita Petualangan Alice, yang ditulis oleh Lewis Caroll pada tahun 1865, edisi terjemahan bahasa Indonesia terbitan dari PT Elex Media Komputindo, yang dibagi menjadi 2 bagian dan 24 bab utama, dimana tiap bab-nya berkaitan satu sama lain, tetapi dengan tema-tema utama pada masing-masing babnya. Dimana setiap halamannya akan membawa pembaca menemukan dunia lain yang mungkin merupakan khayalan saat kecil atau hanya sebagai bacaan di waktu senggang untuk menghilangkan kepenatan.

Dan ini adalah untuk kedua kalinya saya membaca buku ini, dan tetap ajaa,di beberapa bagian bikin dahi berkerut, karena adanya kata-kata yang (mungkin hanya ada dalam edisi terjemahan, tidak dalam bahasa aslinya) sulit untuk dipahami. Namun demikian, dari sosok Alice, selain menghibur dan membangkitkan imajinasi anak-anak yang tak terbatas, sosok Alice yang jujur, polos, dan berani patut menjadi teladan bagi anak-anak seumurannya. Alice juga tak pernah menunjukkan sikap jijik pada setiap karakter aneh yang ditemuinya. Secara implisit, Lewis mengajak para pembacanya untuk tidak menilai seseorang dari tampilan luar semata, bersikap terbuka terhadap perbedaan, serta menjunjung tinggi sopan santun.

Secara keseluruhan kisah Alice yang menawan ini sangat layak dibaca oleh semua kalangan. Meskipun pada cerita ini ada bagian-bagian yang, memang absurd dan sulit untuk dipahami, bahkan mungkin hanya dapat dipahami oleh orang dewasa. Terlebih, faktanya melalui kisah Petualangan Alice ini, dari informasi yang saya baca, Lewis Carrol banyak mengangkat isu-isu politik pada masa itu yang kemudian ia tuliskan dalam bentuk komedi satir. Dimana bagi yang tidak paham kondisi politik masa itu hanya akan menganggapnya sebagai komedi biasa saja.