Saturday, January 20, 2018

8 comments

Blog Tour ll Book Review + Giveaway Illuminae by Amie Kaufman & Jay Kristoff

Hai, selamat datang di rangkaian kedua Blog Tour dan Giveaway Illuminae. Illuminae ini adalah buku pertama dari seri The Illuminae Files yang ditulis oleh duo penulis kelahiran Australia, Amie Kaufman dan Jay Kristoff.

Setelah menyimak review dan pertanyaan dari kak Ratna di Notebook Sharie, gimana, gimana? sudah dapat jawaban untuk pertanyaannya? Pasti sudah ya, dan sekarang pasti sedang menunggu pertanyaan selanjutnya dari aku. Tapi, sebelumnya aku pun akan berbagi review terlebih dahulu, selamat menyimak.



Identitas Buku
Judul: Illuminae (The Illuminae Files #1)
Penulis: Amie Kaufman dan Jay Kristoff
Genre: Fiksi, fiksi ilmiah, young adult 
Bahasa: Indonesia
Penerjemah: Brigida Ruri
Dimensi Buku : 21x14,5 cm/576 halaman/500 gr
Penerbit: Spring 
ISBN : 9786026682093
Pertama kali terbit di Indonesia, November 2017

Review
Tahun 2575, diceritakan ada sebuah perusahaan bernama Wallace Ulyanov Consortium (WUC) yang telah melakukan penambangan hermium secara ilegal di sebuah planet yang bernama Kerenza IV (yang kemudian pada penulisan berikutnya akan ditulis sebagai planet Kerenza). Planet yang terletak di ruang bebas, sekitar 34.5 SA dari Stasiun Portal Heimdall ini memang mengandung konsentrasi hermium yang sangat tinggi di lapisan es kutubnya. Setelah berlangsung selama 19 tahun, aktifitas penambangan ilegal tersebut tidak terdeteksi. Hingga suatu hari, BeiTech Industries, salah satu perusahaan antarbintang yang merupakan saingan WUC, mengirimkan empat pesawat tempurnya melalui wormhole dan menyerang planet Kerenza.

Di tahun yang sama, dengan kondisi planet tempat tinggal mereka yang tengah diserang, Kady Grant dan Ezra Mason, sepasang kekasih yang baru saja memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka justru harus bekerja sama untuk menyelamatkan satu sama lain. Namun kemudian, dalam upaya menyelamatkan diri itu, keduanya terpisah dalam pesawat evakuasi yang berbeda. Ezra berhasil menaiki pesawat induk Alexander-78V (yang kemudian pada penulisan berikutnya akan ditulis sebagai pesawat Alexander atau Alexander), sedangkan Kady menaiki Hypatia, sebuah pesawat eksplorasi ilmiah.

Dalam penyerangan tersebut, Defiant, pesawat tempur milik perusahaan WUC, telah dengan mudah dihancurkan oleh pesawat-pesawat tempur milik BeiTech Industries. Defiant sendiri sebelumnya sempat mengirimkan sinyal permintaan bantuan, yang kemudian berhasil diterima oleh Alexander. Mengetahui hal tersebut, pihak BeiTech melalui salah satu pesawat tempurnya, BeiTech BT042-TN, masih terus berusaha mengejar dan menghancurkan Alexander dengan tujuan untuk menghilangkan saksi penyerangan yang dilakukannya.

Enam bulan kemudian. Didalam kurun waktu itu pula Ezra mengikuti pelatihan, dan kemudian mendapat kesempatan untuk mengisi posisi yang tersedia di Alexander. Karena pesawat induk ini mengalami kehilangan banyak awak kapalnya pasca penyerangan tersebut. Berbeda dengan Alexander yang sedikit lebih terbuka, pihak berwenang pesawat Hypatia justru sangat tertutup. Warga sipil yang berada di dalamnya tidak diberitahu sedikitpun tentang apa yang sebenarnya terjadi. Mendapat perlakuan demikian, Kady, remaja perempuan berusia 18 tahun yang memiliki kemampuan luar biasa di bidang komputer ini, berhasil meretas sistem pesawat, untuk mencari informasi tentang keadaan saat itu.

Ezra akhirnya mendapat izin untuk menerbangkan pesawat tempur Cyclone. Saat sedang melakukan latihan bersama timnya, mereka mendapat pesan dari AIDAN, Artificial Intelligent milik Alexander. Pesan tersebut berisi perintah untuk menghancurkan pesawat-pesawat shuttle yang terbang landas dari Copernicus, pesawat kargo berat milik WUC yang membawa sekitar 3000an  warga sipil dari koloni Kerenza.

Copernicus hancur.

Padahal, Ezra dan timnya tidak melakukan serangan apapun terhadap pesawat yang dikomandani oleh seorang Kapten bernama Harry Ryker itu. Karena memang sebelumnya, para pilot Cyclone ini telah menolak untuk melaksanakan tugas tersebut. Sebagian warga sipil yang berada di pesawat-pesawat shuttle Copernicus berhasil diselamatkan dan kemudian di karantina di dalam Alexander. Mengapa? karena ternyata ditemukan sebuah virus mengerikan yang telah menjangkiti orang-orang di Copernicus, yang kemudian juga menjangkiti orang-orang yang berada di Alexander.

Kian hari, AIDAN kian bertingkah aneh. Ia yang yang seharusnya menjadi pelindung bagi Alexander dan armadanya malah berubah melawan mereka. Maka, untuk mengantisipasi kejadian yang lebih membahayakan, komandan pesawat Alexander memutuskan untuk menonaktifkan AIDAN.

Sekali lagi, dengan kemampuannya dalam meretas, kali ini Kady mencoba meretas sistem pesawat Hypatia untuk menghubungi Ezra, yang berada di Alexander. Menurutnya, itu adalah salah satu jalan untuk menyelesaikan segala kekacauan yang sedang terjadi.

Sementara itu, BeiTech BT042-TN masih terus mengejar Alexander, dan juga Hypatia.

Dan, satu-satunya cara untuk melawan pesawat tempur BeiTech BT042-TN atau yang dikenal juga dengan nama Lincoln ini, dibutuhkan bantuan dari AIDAN.

Nah, gimana tuh ya... sedangkan AIDAN telah dinonaktifkan. Mungkin ada yang bertanya-tanya, sebagai akar permasalahan dari segala kekacauan tersebut; selain alasan persaingan bisnis, apa sesungguhnya yang menjadi alasan BeiTech Industries menyerang WUC? Lalu, jika para pilot Ciyclone menolak untuk melakukan serangan terhadap Copernicus, mengapa Copernicus hancur berkeping-keping? Siapa pelakunya? Apa alasannya, mengingat di dalam Copernicus ada ribuan orang tidak berdosa dari koloni Kerenza. Dimana mereka sedang mengalami masalah kesehatan, yang seharusnya segera mendapat bantuan, bukan malah diserang... Di tengah kondisi Alexander yang memburuk akibat hasil mutasi virus yang berasal dari pesawat Copernicus, bagaimana dengan keadaan Ezra? Bagaimana dengan Kady? Bagaimana pula dengan AIDAN yang sedang bersada dalam status non aktif? Dimana AIDAN, kemudian diketahui sebagai satu-satunya kesempatan untuk mereka bisa selamat. Satu hal lagi yang mungkin menjadi pertanyaan bagi kalian yang membaca apa yang aku tulis diatas, siapa pihak yang berada di belakang BeiTech Industries yang telah begitu kejam melakukan serangan terhadap planet Kerenza? Penasaran? Pasti penasaran... :D

Jadi, tunggu apalagi, bagi kamu yang masih berpikir-pikir untuk membeli dan/atau membaca buku ini. Ayo jangan ragu-ragu, cari buku ini dan baca!. Aku jamin gak akan nyesel, karena memang buku ini sangat layak untuk dibaca, dan juga dijadikan koleksi.

Kelebihan, Kekurangan dan Rating
Sejak membuka halaman pertama, dan kemudian mengintip halaman-halaman berikutnya, sebagai pembaca, kita akan disuguhi dengan format buku yang unik.

Buku ini tidak menyajikan paragraf-paragraf yang berisi narasi dan dialog antar tokohnya sebagai mana umumnya sebuah buku cerita. Alur cerita pada buku ini disajikan dalam bentuk kompilasi dokumen-dokumen. Diantaranya berupa: memo, transkrip wawancara dan email, ringkasan rekaman kamera, catatan kesehatan, foto, catatan penjelasan untuk beberapa dokumen dan transkrip rahasia, kode biner, hingga gambaran ruang angkasa yang hampa udara.

Memang betul, jauh sebelum Illuminae terbit, sudah ada beberapa buku yang menyajikan ceritanya dengan gaya yang unik dan menarik, yang mirip-mirip dengan tampilan Illuminae ini. Tapi, kalau menurut aku, Illuminae kok lebih epik gimanaaa gitu, hehe... Gak percaya? Sama sekali gak ada maksud untuk spoiler atau apapun itu, hanya saja aku ingin memperlihatkan tentang tampilan buku Illuminae yang unik dan keren ini. Silahkan perhatikan foto-foto berikut,







Nah, gimana? Gak salah kan, kalau aku mengatakan bahwa dengan membaca buku ini, kalian akan mendapatkan pengalaman baru dalam membaca yang mengasyikkan.

Adapun semua dokumen itu dikumpulkan oleh Illuminae Grup kepada Direktur Eksekutif Frobisher untuk menceritakan secara lengkap apa yang terjadi dalam penyerangan terhadap Kerenza. Eh, apa itu Illuminae Grup? Siapa pula itu Frobisher? Oh, sengaja, aku memang tidak membahas ataupun memberikan bocoran pada review diatas, hehe... Supaya kalian semakin penasaran!

Sekalipun novel ini bergenre fiksi ilmiah, dan mengangkat tema teknologi,  peperangan, konspirasi dan penjajahan antar planet, tapi unsur romantisnya tetap ada kok... Kurang lengkap apalagi coba. ;)

Untuk aku sendiri, sebagai penggemar fiksi ilmiah, surprised, buku ini melebihi ekspektasi aku. Bahkan, untuk edisi berbahasa Indonesia setebal 576 halaman ini, aku menyelesaikannya 2 hari saja!. Suka!. Terjemahannya enak dibaca, sehingga jalan ceritanya jadi lebih mudah dipahami. Adanya catatan kaki juga sangat membantu saat menemukan istilah-istilah yang tidak aku pahami.

Selain itu, baik karakter para tokohnya, setting  maupun alur ceritanya, semua dituliskan dengan baik. Contohnya, dengan "sosok" AIDAN, sebelumnya aku kagum banget sama dia. Lalu, perasaan itu berubah 180 derajat... AIDAN! Kenapa??? Dan kemudian... Pokoknya dia ini cukup sukses mempermainkan perasaan aku :(. Sekalipun alurnya cepat, dengan kejutan-kejutan yang, ME-NGE-JUT-KAN, tapi, semua tetap masuk akal dan kemudian cerita pun ditutup dengan tanpa menyisakan pertanyaan.

Hanya saja pasti akan membuat penasaran banget deh, hehe.. Pasti jadi pengen cepat-cepat lanjut membaca keduanya. Aku kebetulan sudah selesai juga membaca buku keduanya, Gemina! Yang, hhhhh.... pokoknya kalian harus baca seri ini. Pssst... buku ketiganya yang berjudul Obsidio juga sudah terbit, lho... Mari kita berdoa, agar Penerbit Spring kita yang tercinta lancar menerjemahkan dan menerbitkan dua buku lanjutannya di Indonesia. Bahkan, dari informasi yang beredar, salah satunya dari situs Variety, Illuminae akan diangkat ke layar lebar. Ahhh... bukunya sekeren ini. Semoga filmnya juga sama kerennya. I can't wait!

Ini adalah kali kedua aku membaca buku ini. Baik untuk yang sebelumnya (Kindle edition dalam bahasa Inggris) ataupun sekarang (dalam bahasa Indonesia), seperti yang aku sampaikan diatas, aku suka buku ini.

Dengan caranya yang unik, buku ini mencoba mengingatkan pembacanya tentang:
1. kalau kita punya masalah keluarga, alangkah baiknya duduk, ngobrol dan selesaikan di rumah. Jangan sampai jadi bikin susah seluruh planet!.
2. pentingnya memupuk nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi agar tercipta peradaban yang damai dan sejahtera. Wuihh... kata-kata aku yaa, haha... Ah, ini kebetulan baru selesai juga baca makalah tentang keterikatan politik dan sains, hehe... yang ternyata nyambung jugadengan buku ini. Soalnya, setelah selesai membaca buku ini, aku agak-agak merasa ngeri juga. Dimana pada buku ini, diceritakan kalau penjajahan yang terjadi bukan lagi penjajahan antar kelompok, suku bangsa, negara ataupun benua. Bukan pula penjajahan hati... *apaa*. Tapi disini, diceritakan tentang penjajahan antar planet.

Oke, di satu sisi, seandainya hal tersebut benar-benar terjadi, berarti hal itu menunjukkan bahwa pada saat itu, teknologi telah berkembang dengan sangat pesat. Tentu hal itu akan sangat menguntungkan bagi manusia, karena teknologi hampir selalu berhasil memudahkan manusia untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan mengatasi sebagian masalah yang harus dihadapi. Namun, disisi lain, mengingat eratnya hubungan teknologi dan politik, dan jika diantara keduanya tidak  didasari oleh nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi, maka yang terjadi adalah kekacauan.

Terlepas dari apakah memang benar pesan seperti itu yang ingin disampaikan oleh penulis atau bukan, memang seperti itulah pesan moral yang bisa aku tangkap dari buku ini. Berbobot juga ya... menurut aku, buku ini memang bukan sekadar fiksi ilmiah belaka.

Untuk kekurangan pada buku ini, dari segi cerita, menurut aku gak ada kekurangannya. Sebagai pembaca aku merasa puas. Sedangkan dari segi fisik, baik itu untuk ukuran dan bentuk font, layout dan desain sampulnya ini aku suka. Terima kasih, Penerbit Spring, sudah menerbitkan buku ini tanpa mengubah desain sampulnya ini. Lalu, ini hanya sebagai saran, gimana kalau kedepannya untuk Gemina dan Obsidio, Penerbit Spring menerbitkannya dengan kualitas cetakan yang sedikiiit lebih ditingkatkan lagi, gak cuma hitam putih begitu saja, tapi menampilkan unsur 3D, misalnya pada bagian korps transkrip dokumen, denah pesawat dan gambar-gambar luar angkasanya. Hal itu pasti akan LEBIH memberikan kepuasan membaca yang lebih lengkap dan mengasyikkan.

Secara keseluruhan, sekali lagi... aku sangat suka buku ini. Jadi, 5/5 bintang untuk Illuminae.


Kutipan Favorit
Ada beberapa kutipan pada buku ini yang sangat menarik. Berikut ini adalah yang paling aku favoritkan, kata-kata yang disampaikan oleh Ezra kepada Kady melalui transkrip chat mereka di halaman 235:

"Begitu banyak waktu yang kusia-siakan. Begitu banyak waktu yang seharusnya bisa kugunakan untuk menunjukkan betapa aku peduli padamu, dan aku hanya membiarkan waktu itu berlalu. Seolah kita punya waktu selamanya di semesta ini"

OMG, it's so deep, Ezra!!

Giveaway!
Oke, ini pasti saat yang paling ditunggu-tunggu. Maaf, aku keasyikan membahas Illuminae nya, hehe...

Sebelumnya, aku mau mengucapkan terima kasih kepada Penerbit Spring yang sudah memberikan kesempatan dan kepercayaannya buat aku dengan memilih aku sebagai salah satu host untuk event keren ini, Blog Tour dan Giveaway Illuminae.

Untuk kalian yang juga ingin membaca buku ini, kalian berkesempatan untuk mendapatkan satu eksemplar buku Illuminae persembahan dari Penerbit Spring, gratis!. Dengan mengikuti seluruh rangkaian blog tour dan final giveaway diakhir rangkaian Blog Tour dan Giveaway Illuminae iniyang akan diselenggarakan di akun Instagram Penerbit Spring. Caranya? sangat mudah, berikut peraturannya:

1. Mempunyai alamat pengiriman di Indonesia.
2. Ikuti seluruh rangkaian Blog Tour dan Giveaway Illuminae, berikut jadwalnya:


3. Follow akun Instagram: @penerbitspring (wajib) dan @ade_reads (optional).
4. Follow akun Twitter Penerbit Spring: @penerbitspring (wajib).
5. Share info Blog Tour & Giveaway Illuminae ini di akun media sosial kamu, dengan tagar #blogtourilluminae.
6. Tulis nama dan akun Instagram kamu pada kotak komentar di bawah postingan ini. Ini untuk memudahkan pendataan.
7. Ikuti final giveaway yang akan dilaksanakan di akun Instagram Penerbit Spring, yakni pada tanggal 25 s/d 28 Januari 2018. Giveaway ini berupa finding words. Jadi, kumpulkan lima kata yang bisa kamu temukan dengan menjawab pertanyaan dari lima host blog tour berikut:

Sharie, 19 Januari 2018
Wiwi Widiani, 20 Januari 2018 (kamu sedang berada di sini)
Dion Yulianto, 21 Januari 2018
Ipeh Alena, 22 Januari 2018
Abduraafi Andrian, 23 Januari 2018

8. Dan pertanyaan dari aku untuk finding words Blogtour Illuminae ini adalah:

"Pada novel Illuminae, 
apa nama lain dari pesawat tempur BeiTech BT042-TN?"

Simpan jawaban kamu, sampai terkumpul lima jawaban dari pertanyaan kelima host blog tour diatas. Semoga beruntung yaa dan terima kasih sudah membaca review Illuminae versi aku, semoga bisa bermanfaat. ;)

Sunday, January 7, 2018

No comments

Book Review II Origin by Dan Brown

Haaaii, semua! Saya baru selesai membaca Origin. Eh, gak baru selesai banget juga sih, tepatnya tadi malam. Yeps, malam minggu pertama di tahun 2018 ini saya kencannya sama om Langdon dong, wuhuu... haha... "Origin" apa itu? Origin adalah novel terbaru dari penulis favorit saya. Siapa? Siapa? Oh iya, ya... penulis favorit saya kan banyak ya, hehe... Oke, oke.. Origin ini adalah novel terbaru dari, Dan Brown!

Jadi, di post kali ini... tentu saja, saya akan menuliskan review untuk Origin, yang sudah saya baca sejak pertengahan bulan Desember lalu, dan baru selesai tadi malam. Duh, lamaaa >_<... memang belakangan suka tiba-tiba males mau ngapa-ngapain, termasuk membaca... dan sedang mulai kepikiran lagi tentang... tentang... Oh, mari sudahi curhatnya, dan berikut adalah penampakan dari novel Origin,

By the way, backgroundnya itu terbuat dari susunan buku yang saya susun membentuk lingkaran, awalnya saya berniat untuk membuat bentuk spiral. Seperti gambar yang ada di bagian depan cover buku ini, yang juga ilustrasi dari tangga Spiral di gereja La Sagrada Familia (Barcelona, Spanyol) yang menjadi salah satu setting tempat pada novel ini. Tapi ternyata, saya kesusahan untuk membuat bentuk spiral tersebut. Jadinya saya membuat bentuk lingkaran sajaa... sebagai lambang huruf "O". Huruf "O" untuk kata "Origin"
*ahh bisa aja ya...

Identitas Buku
Judul: Origin (Robert Langdon #5)
Penulis: Dan Brown
Bahasa: Indonesia
Penerjemah: Ingrid D.N, Reinitha A.L, dan Dyah Agustine
Tebal: 516 halaman 
Format: Hardcover, cetakan pertama tahun 2017
Penerbit: PT Bentang Pustaka
ISBN: 9786022914433

Review
Bersama dengan para tamu undangan lain, Robert Langdon berada di Museum Guggenheim Bilbao, Spanyol untuk memenuhi undangan dari Edmond Kirsch.

Siapakah Kirsch? Kirsch, lelaki berusia 40 tahun yang berpenampilan nyentrik ini adalah tokoh kontroversial terkenal di dunia, ia seorang miliuner sekaligus ilmuwan komputer, futuris, inventor, dan pengusaha. Selama ini, ia telah berhasil membidani serangkaian teknologi maju menakjubkan yang merepresentasikan lompatan besar dalam berbagai bidang, seperti robotika, sains otak, kecerdasan buatan dan nanoteknologi. Kurang lebih sekitar 20 tahun yang lalu, Kirsch muda adalah salah satu dari mahasiswa Langdon. Sejauh ingatan sang Profesor, Kirsch adalah seorang pencinta buku. Kecintaannya terhadap buku dan kapasitasnya dalam menyerap isi buku, melampaui segala yang pernah disaksikan Langdon. Langdon menduga, bahwa bakat luar biasa Kirsch dalam prediksi masa depan teknologi dan ilmu pengetahuan berasal dari pengetahuannya yang maha luas mengenai dunia di sekelilingnya. Kirsch, yang dalam beberapa tahun terakhir, menetap di Spanyol, sekali dalam setahun, selalu mengunjungi Langdon untuk berbicara banyak hal tentang karya seni dan seringkali meminta pendapat Langdon dalam membeli karya seni yang ingin dikoleksinya. Hubungan keduanya sebagai mahasiswa dan dosen lambat laun terkikis berubah menjadi hubungan persahabatan. Obrolan terakhir saat mereka bertemu, agak berbeda dengan obrolan-obrolan sebelumnya. Saat itu, Kirsch tidak lagi banyak bertanya tentang karya seni, tetapi tentang Tuhan, padahal Kirsch adalah seorang ateis.

Kembali ke Museum Guggenheim, sebenarnya, baik Langdon maupun para tamu undangan lainnya, mereka tidak tahu untuk acara presentasi seperti apa mereka harus berada disana. Sebuah undangan teka-teki. Sambil menunggu acara yang bertajuk: "Semalam Bersama Edmond Kirsch" ini dimulai, melalui headset, Langdon dipandu berkeliling museum sambil berbincang dengan Artificial Intelligent hasil ciptaan Kirsch, bernama Winston, yang memiliki kemampuan belajar dan meniru cara berpikir dan emosi manusia.

Para tamu undangan semakin dibuat penasaran ketika mereka dipersilahkan memasuki sebuah auditorium besar yang canggih, yang menampilkan ilusi bintang dan bulan di angkasa dengan hamparan rumput buatan dibawahnya. Akhirnya, Kirsch menyapa seluruh tamu, dan penontonnya. Tepatnya, seluruh penontonnya di dunia, karena ternyata acara tersebut juga disiarkan secara real time melalui internet. Dengan jumlah penonton online yang hampir mencapai 3 juta orang. Kirsch menyatakan bahwa pada saat itu ia hendak mempresentasikan hasil penelitiannya yang akan menjawab dua pertanyaan yang paling sering dipertanyakan dan diperdebatkan manusia:

Dari mana asal kita?
Ke mana kita akan pergi?

Pada bagian awal presentasinya itu, Kirsch menayangkan rekaman yang menampilkan Langdon, yang sedang menjelaskan tentang awal mula kenapa dewa-dewa ada tetapi seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, dewa-dewa mulai dilupakan. Kini, kisah-kisah ini dianggap hanya sebagai mitologi, bahkan lebih dari itu, oleh sebagian orang sudah dianggap sebagai tidak lebih dari sebuah fiksi. Rekaman itu membuat Langdon terkejut, karena sebelumnya Kirsch tidak pernah memberitahu tentang akan adanya keterlibatan dirinya pada presentasi tersebut. Kirsch kemudian menyampaikan bahwa era agamawi akan pudar dan era ilmu pengetahuan baru saja terbit, dan hasil temuannya itu akan mampu menggoyahkan landasan kepercayaan agama apapun yang ada saat ini. Namun, belum juga sampai pada inti jawaban yang ditunggu-tunggu, Kirsch ditembak oleh Admiral Avila, yang namanya didaftarkan paling akhir oleh Ambra Vidal, direktur utama Museum Guggenheim, penyelenggara acara, sekaligus tunangan dari Pangeran Spanyol, Julian. Kirsch meninggal ditempat pada saat itu juga. Langdon kembali dibuat terkejut harus menyaksikan kematian tragis mantan mahasiswa sekaligus sahabatnya itu. Di saat yang hampir bersamaan, Guardia Real menuduh Langdon mengetahui apa yang akan terjadi. Tidak dielakkan lagi, Langdon kemudian menjadi tersangka pembunuhan Edmond Kirsch dan penyanderaan terhadap Ambra Vidal.

Pembunuhan Kirsch yang disaksikan oleh orang-orang di seluruh dunia, karena presentasinya tersebut juga disiarkan ke seluruh dunia melalui live streaming ini  mengundang konspirasi baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Mulai dari campur tangan organisasi keagamaan, dugaan adanya keterlibatan kerajaan Spanyol, tokoh agama Katolik dan tentu saja, situs-situs penyebar berita kontroversial.

Bersama Ms. Vidal dan dibantu oleh Winston, artificial Intelligent hasil ciptaan Krisch, Langdon berhasil melarikan diri dan harus bergelut dengan waktu menyusuri berbagai tempat mulai dari tempat kejadian perkara yakni Museum Guggenheim, apartemen Casa Mila, hingga lab futuristik milik Kirsch, untuk mencari kata kunci yang akan digunakan untuk mengaktifkan sistem komputer yang menyimpan video yang berisi hasil temuan Kirsch yang belum selesai dipublikasikan pada malam presentasi itu, agar dapat tersiar secara online di internet dan dapat diakses di seluruh bagian dunia.

Sampai disini semoga bisa membantu kalian yang sedang mencari referensi tentang novel yang satu ini. Untuk yang masih berpikir-pikir: beli gak ya... beli gak ya... atau mungkin sudah beli, lalu masih ragu, baca gak ya... baca gak ya... Nah, Origin, recommended buat kamu yang memang penggemar berat karya-karya Dan Brown dan menantikan aksi petualangan Profesor Robert Langdon. Buat aku buku ini masih berhasil menghadirkan sensasi menegangkan, saat mengikuti Langdon menyusuri tempat-tempat bersejarah yang seperti biasa, dituliskan dengan detil, juga sensasi gimana mumetnya berpikir untuk ikut memecahkan teka-teki dan arti simbol yang harus dipecahkan Langdon.

Sedangkan bagi kamu yang merasa bukan penggemar Dan Brown, mungkin melalui buku inilah saatnya bagi kamu untuk mulai membaca karyanya. Dengan gayanya yang khas, Dan Brown selalu menuliskan informasi dengan detil, baik itu tentang tempat, karya seni, arsitektur, sejarah, maupun ikon/simbol yang ada di dalam buku-bukunya, sehingga mudah untuk dipahami, begitu pula pada buku terbarunya ini. Selain itu, dengan materi yg menurut aku lebih berbobot, fakta-fakta informatif yang lebih kompleks, unsur teka-teki, alur, & konsep cerita yang lebih menarik menjadikan buku ini sangat layak untuk dibaca & dikoleksi 👍

Kali ini Dan Brown mengangkat tema yang, kontroversial dan sensitif, yakni: Agama vs Sains. Namun, sekali lagi Brown berhasil mengemasnya menjadi bacaan yang menarik, yang kemudian akan mengingatkan kita kembali akan pentingnya keseimbangan agama dan sains dalam hidup kita

Aku akui, seandainya dipersentasekan, menurut aku, persentase unsur thriller & suspense Origin lebih rendah dibandingkan dengan buku-buku sebelumnya. Ini sedikit mengecewakan. Dan pada Origin, Langdon bukan satu-satunya tokoh utama (laki-laki) disini. *Upss....

Kutipan Terfavorit
Dari buku ini, sebenarnya ada banyak kutipan yang saya sukai. Salah satunya yang paling saya favoritkan adalah:

"Terkadang, yang perlu kau lakukan adalah memutar balik sudut pandangmu untuk dapat melihat kebenaran orang lain."
(Bab 102, Origin by Dan Brown)

Oh iya, selain suka dengan Langdon, pastinya... di Origin saya juga suka dengan Kirsch yang juga seorang bibliophile-read, Winston? Suka! Pendeta Bena juga aku suka, apalagi saat dia berpendapat tentang keselarasan teknologi dan agama, kisah cintanya Ms.Vidal dengan Pangeran Julian juga... suka, haha... Dan, saya suka bagian epilog yang menjelaskan tentang makna dari: "The dark religion are departed and sweet science reigns.", bahwa maksudnya agama memiliki dua rasa---agama yang gelap dan dogmatis menekan pemikiran kreatif ... dan agama yang terang dan luas mendukung introspeksi dan kreativitas, yang dapat dengan mudah ditafsirkan: "Ilmu pengetahuan yang baik akan meruntuhkan agama kegelapan ... sehingga agama yang terang dapat berkembang."

Rating
Kalau pada buku-buku sebelumnya Dan Brown selalu menutup cerita dengan tanpa menyisakan pertanyaan, ini entah deh..apa saya yang kurang konsentrasi pada bagian itu atau memang gimana ya, jadi, di bab 97, Valdespino (seorang uskup, teman dan juga penasihat untuk Raja Spanyol) mengatakan bahwa SMS yang ditulisnya adalah jebakan dan berbahaya. Nah, isi SMSnya itu apa, tidak dijelaskan. Sudah dibaca ulang kok, tapi tetap gak penjelasan. Saya penasaran, itu tuh apa Raja minta pulsa, ehh apa gimana sih? >_<

Secara keseluruhan aku suka banget buku ini, gak nyesel harus menunggu pre order selama satu bulan. Selalu ada pengetahuan baru yang bisa kita khususnya, saya) peroleh dengan membaca buku-buku Dan Brown, termasuk Origin, yang menyajikan banyak karya-karya seni yang sukses bikin saya bolak-balik membuka internet untuk mencari tahu bentuk dan penjelasan tentang karya seni tersebut. Jadi, 5/5 bintang untuk Origin.

Terima kasih sudah membaca, tulisan ini. Semoga bisa bermanfaat yaa...

Monday, January 1, 2018

No comments

Hi, Hello, Hey, 2018!

2018!!!
Alhamdulillah...

Ini post blog pertama aku, di hari pertama tahun 2018 inii... dan, rencananya, iya... rencana. Ren-ca-na. Aku mau lebih sering lagi update post disini. Entah ya, ini kok semangat banget nulisnya, haha... semoga rencananya bisa terealisasikan dengan baik. Aku mau lebih banyak menulis review untuk buku-buku yang aku baca. Tidak seperti tahun 2017 kemarin yang, kalau untuk membaca,  Alhamdulillah aku masih selalu semangat. Bahkan, 2017's Reading Challenge yang aku ikuti di Goodreads aku selesaikan dengan persentase 143%. I'm proud of my self!Oh, Reading slump? Iya, aku juga mengalami kok. Tapi gak usah dipikirin, reading slump selama beberapa minggu mah itu sih ya wajarlah ya... Apa?!?? Ah parah itu sih, deee... Ah, gimana sih ya, hahaha... Balik lagi ke... sampai mana ya tadi, oh iya... tentang semangat baca dan semangat menimbun buku, hehe... tapi, untuk yang namanya menulis review, haduhh.... kemarin-kemarin itu, males aja bawaannya. Makanya, hashtag temanku di instagram, sangat menohok. Gimana nggak, hashtagnya: "#noreviewhoax". >_<

Tapi, tapi... untuk Goodreads Reading Challenge tahun ini, aku hanya merencanakan akan membaca 48 buku saja.


Jumlah ini memang lebih sedikit dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Alasannya, karena selain membaca, aku masih punya hobi yang lain. Tapi ini bukan berarti kalau hobi membaca aku ini terlalu menyita waktu aku sampai-sampai aku merasa depresi, tertekan semacam itu, haha... nggak ya... Sama sekali nggak seperti itu. Membaca selalu menjadi kegiatan yang menyenangkan buat aku. Hanya saja aku mau belajar membagi-bagi waktu. Kalau misalnya, selama satu bulan itu biasanya aku bisa membaca 4 hingga 5 buku, tahun ini aku berencana hanya akan membaca 3 atau 4 buku saja. Sisa waktu yang biasanya aku gunakan untuk membaca, aku mau menggunakannya untuk salah satunya belajar lagi crocheting atau belajar hal-hal baru lainnya. Begitu deh kira-kira, hehe...

Oh iya, tentang yang tadi diawal, selain ingin bisa lebih banyak berbagi tentang bacaan yang aku baca, aku juga ingin lebih banyak lagi berbagi hal segala sesuatu yang berbau, astronomi. Yeps... kembali, seperti dahulu kala. Kenapa? karena aku suka, selalu suka dan makin suka dengan astronomi. Saat ini aku memang tergabung dalam komunitas pencinta astronomi, tapi ini bukan komunitas yang besar. Itu pun aku gak aktif-aktif banget disitu. Tapi, rasanya kok aku ingin sekali walau secara pribadi dan dengan cara yang sederhana bisa turut serta membantu mengedukasi masyarakat luas mengenai astronomi.
*dududu... niatnya ya, mulia banget... two thumb up, De... 
*ya, habis.. kalau bukan aku sendiri yang memuji diri aku, siapaa? haha...

Selain dua hal itu, kalau kemudian aku ditanya:

"What is your wish and hope in 2018?"

Hmm... completing my Puffin Clothbound Classics books collections. No, no.. foto yang ada dibawah ini bukan fotoku, ini nemu di Google, hehe... Sampai saat ini aku baru punya beberapa saja dari judul-judul buku klasik edisi Puffin Clothbound Classics ini. Keseluruhannya ada 21 buku. Harus super semangat ngumpulinnya.


and more than anything else, all I truly wish for is for my family & friends to stay happy & healthy. Aamiin...

Selain dua hal itu, tentunya aku juga masih punya banyak harapan untuk tahun ini, dan tahun-tahun berikutnya. Semoga semua bisa terwujud. Begitu juga dengan kalian ya, semoga kebaikan dan kemudahan selalu menyertai kita. :))

Wednesday, December 27, 2017

No comments

Giveaway II Hadiah Tahun Baru: Turn Right by Inez Natalia

Hallo, masih tentang buku yang berjudul Tun Right: A Joourney to Purposeful Careers yang ditulis oleh Inez Natalia. Pada post kali ini, seperti yang aku janjikan sebelumnya, 

Giveaway Time! 🎉


Jadi, untuk menyambut tahun baru 2018, yang hanya tinggal satu pekan lagii, bersama Inez Natalia dan The Intersection Project, aku mengadakan giveaway hadiah tahun baru untuk kalian, yang berhadiah, tentu saja, buku Turn Right: A Journey to Purposeful Careers (bahasa Inggris), sebanyak 2 eksemplar untuk 2 orang pemenang. Giveawaynya diadakan di akun Instagram aku yaa, di akun @ade_reads

Untuk yang belum tahu, Turn Right: A Journey to Purposeful Careers adalah sebuah buku dengan topik pembahasan mengenai pengembangan diri, jalur karir dan masa depan, yang akan cocok sekali untuk dijadikan sebagai bacaan di awal tahun nanti.

Cara mengikuti giveaway ini? Sangat mudah, Yukk langsung ke akun Instagram aku, silahkan klik:


TDeadline tanggal 31 Desember 2017 lhoo... semoga beruntung 😊

Monday, December 25, 2017

No comments

Book Review II Turn Right: A Journey to Purposeful Careers by Inez Natalia

Hai, Hai.. lama juga ya baru update blog lagii. Sampai kadang suka bingung mau nulis apa yaa, padahal ada banyak hal yang terjadi, ada banyak hal yang ingin ditulis dan dibagikan disini, tapi ya begitu deh, hehe... Tapi, sekarang aku mau menulis sesuatu. Yap, sesuatu tentang buku. Sudah biasa? Iya memang sih, tapi kenapa ini aku pengen banget berbagi disini tentang buku yang satu ini? Karena ini cukup unik. Yaa, aku baru selesai membaca sebuah buku dengan tema yang saaangat jarang aku baca. Buku ini bertema tentang pengembangan diri, jalur kari dan masa depan gitu.. dan? ternyata aku menyukai buku ini!

Judulnya apa? Oke, oke... pastinya akan aku kasih tahu kok. Baca sampai selesai yaaah... kan jarang-jarang lho aku update blognya :P

Ini bukunya,
plus penampakan minuman yang menemani aku saat menulis ini
dan keyboard notebook aku >_< 

Keterangan buku:
🔹Judul: Turn Right: A Journey to Purposeful Careers
🔹Bahasa: Inggris
🔹Tebal: 231 halaman
🔹Pertama kali terbit: 5 Agustus 2017
🔹ISBN: 978-602-6850-34-8
🔹Genre: Nonfiksi
🔹Topik: Pengembangan Diri/Karir dan Masa Depan

Blurb:
Are you looking for answers? Do you want a career that gives you fulfillment and endless development? 

If you answer yes, then my friends, this book is for you 

This book is never intended to be yet another book from an individual that wants to influence you to be something you are not. It is also not a motivational mumbo-jumbo telling you to “just follow your passion no matter what”. This book is about you, about your own journey in finding your purposeful career. You will get to an understanding that with the right design and approach, pursuing a career is not the same as paying the bills. Instead, a career can be the right vehicle for you in realizing the reason for your existence while at the same time reaching your own personal goals – goals that are essential for your life

Review
Melalui buku setebal 264 halaman ini, penulis yang merupakan seorang fasilitator dan traveler ini mencoba menjadi seorang teman dan pemandu pribadi bagi setiap pembacanya untuk bisa mengeksplorasi, merancang dan menemukan dirinya dan tujuan karirnya. Sehingga, suatu hari nanti saat pembaca sudah bisa menentukan karir yang dipilihnya, diharapkan ia bisa menjalaninya dengan menyenangkan dan penuh makna. Hasil survey Deloitte’s Shift Index (halaman 22), menunjukkan bahwa sebagian besar manusia atau kurang dari 80%, merasa tidak puas dengan pekerjaannya. Dengan tegas, pada uraian di bab 5 bagian kedua buku ini, penulis juga berpesan :”Terkait karir, seseorang hendaknya tidak mengikuti apa yang menjadi passion nya selama ini dengan begitu saja, karena karier bukan dan tidaklah sama dengan apa yang disebut dengan istilah “Passion”. Selesai membaca bagian ini, aku berpikir bahwa pentingnya buku ini untuk dibaca oleh mereka, para dewasa muda agar bisa merancang jalur karirnya, yang sesuai dengan passion, talenta serta kontribusi positif yang dimilikinya, untuk masa depan yang lebih baik, khususnya untuk dirinya sendiri dan umumnya untuk masayarakat luas.

Sekalipun ditulis dalam bahasa Inggris, buku yang terdiri atas 11 bab ini, sangat enak dibaca dan mudah untuk dipahami. Dilengkapi dengan lembar-lembar kegiatan, ilustrasi berwarna yang menarik, narasi dan cerita pengalaman penulis yang menyenangkan untuk dibaca. Pada beberapa bagian, bahkan aku merasa tidak sedang membaca tapi sedang ngobrol bersama penulis. Terlebih memang ada beberapa bagian pengalaman pribadi penulis yang kurang lebih sama dengan apa yang pernah aku alami.

Tipe buku yang, menurut aku, akan membuat pembacanya merasa betah untuk berlama-lama “me-time” bersama buku ini.

Jadi, untuk kamu yang sedang berusaha mencari dan memahami diri dan karir seperti apa yang sesuai dengan passion, talenta dan kontribusi yang kamu miliki, jangan ragu untuk membaca buku ini.

Terakhir, dari informasi yang aku dapatkan, hingga saat ini Turn Right sudah sampai edisi cetakan ke-6. Selamat! Aku berharap, kedepannya ada cetakan dengan edisi bahasa Indonesia, karena aku suka buku ini, aku ingin lebih banyak lagi orang yang bisa membaca dan mendapat manfaat dari buku ini.

Tapi untuk kamu yang sudah tidak sabar ingin membaca buku, Insya Allah saya akan mengadakan giveaway dengan hadiah satu eksemplar buku Turn Right berbahasa Inggris. Kapan? Segera! Ditunggu yaa...

Semoga, tulisan ini bisa bermanfaat.