Tuesday, September 29, 2015

Book Review : Dibawah Lindungan Ka'bah by HAMKA

No comments
... Maksud yang engkau terangkat itu, amat saya setujui, itulah suatu maksud yang baik, sebab itu adalah suatu hikayat dan kejadian yang mendukakan hati dan merawankan pikiran, yang kerap kali benar kejadian dalam kalangan pemuda-pemudi kita.

... Demi bila buku itu telah selesai, kirimkanlah kiranya kepadaku barang senaskah, guna menghidangkan kenang-kenanganku kepada masa yang telah lampau, semasa kita masih bernaung DI BAWAH LINDUNGAN KA'BAH.


Identitas Buku
Judul : Dibawah Lindungan Ka'bah
Penulis : HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Abdullah)
Bahasa : Indonesia
Tebal/Format/Ukuran Ebook : 30 Halaman/PDF/102 KB
Kategori : Fiksi, Romance, Islam, Sastra, Klasik
Dipublikasikan oleh Pustaka Antara
Rating : 4/5 Bintang

Review
Haji Jafar dan istrinya, mak Asiah, dikenal sebagai sepasang suami istri yang kaya raya. Keduanya juga memiliki hati yang baik. Hamid, seorang anak yatim yang miskin diangkat anak oleh keluarga kaya raya tersebut. Hamid sangat rajin, sopan, berbudi luhur, dan taat beragama, sehingga Haji Jafar dan mak Asiah sangat menyayanginya. Bahkan, mereka sudah menganggap Hamid seperti anak mereka sendiri. Bersama dengan anak kandungnya, Zaenab, Haji Jafar menyekolahkan Hamid di sebuah sekolah rendah (mungkin maksudnya pendidikan dasar?).

Begitu pula dengan Hamid, ia sangat menyayangi Zaenab. Ia sudah dianggap sebagai adik kandungnya sendiri. Hamid selalu berusaha untuk selalu ada, membantu, menjaga dan melindungi Zaenab. Zaenab pun merasa senang dengan kehadiran Hamid di keluarganya. Ia pun menganggap Hamid seperti kakak kandungnya. Karena bersekolah ditempat yang sama, keduanya sering berangkat dan pulang sekolah bersama. Ia banyak menggunakan waktunya untuk bersama-sama, bermain dan belajar dengan Hamid.

Beranjak remaja, mulai tumbuh perasaan lain di hati Hamid dan Zaenab, suatu perasaan yang belum mereka rasakan sebelumnya. Hamid merasa bahwa rasa sayang terhadap Zaenab bukan lagi perasaan sayang kepada adiknya. Demikian pula halnya dengan apa yang dirasakan Zaenab terhadap Hamid.

Setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah rendah, atas keinginan Engku Haji Jafar dan keinginannya juga untuk lebih banyak lagi mendapatkan ilmu, Hamid melanjutkan sekolah ke Padang Panjang. Dengan berat hati Hamid meninggalkan Zaenab. Karena, pada masa itu, seorang gadis yang telah menamatkan sekolah rendah tidak boleh meneruskan sekolahnya ke tingkat yang lebih tinggi. Mereka dipingit oleh orang tuanya untuk kemudian dinikahkan dengan pilihan orang tuanya. Demikian pula dengan Zaenab, ia tidak melanjutkan sekolahnya. Ia dipingit oleh kedua orang tuanya.

Terpisah dari Zaenab, semakin membuat Hamid sadar bahwa akan perasaan cintanya kepada Zaenab yang semakin hari semakin kuat ia rasakan. Semakin hari pula, ia semakin tersiksa akan rasa rindu yang ia rasakan kepada Zaenab. Namun, ia tidak berani mengutarakan perasaan hatinya. Rasa cinta yang bergelora terhadap Zaenab hanya dipendam saja, karena ia menyadari adanya jurang pemisah yang sangat dalam diantara mereka. Zaenab berasal dari keluarga berada dan terpandang, sedangkan dia hanya berasal dari keluarga miskin.

Disaat merasa tersiksa dan tidak tahu harus berbuat apa atas apa yang ia rasakan kepada Zaenab, Haji Jafar, ayah Zaenab yang sekaligus ayah angkatnya, meninggal dunia, yang tidak lama kemudian , ibu kandungnya pun meninggal dunia. Betapa pilu hatinya ditinggalkan oleh kedua orang yang sangat dicintainya. Kini dia merasa hidup sebatang kara. Ia merasa tidak lebih sebagai pemuda yatim piatu yang miskin. Sejak kematian ayah angkatnya, Hamid tidak dapat menemui Zaenab lagi karena gadis itu telah dipingit ketat oleh mamaknya, mak Asiah.

Hamid berpikir untuk benar-benar harus menguburkan perasaan cintanya kepada Zaenab.

Hati Hamid hancur ketika ia mengetahui bahwa maknya, Asiah, yang sudah ia anggap seperti mak kandungnya sendiri itu akan menjodohkan Zaenab dengan seorang pemuda yang memiliki hubungan kekerabatan dengan almarhum ayah angkatnya.

Bahkan, Mak Asiah menyuruh Hamid untuk membujuk Zaenab agar gadis itu menerima pemuda pilihan ibunya sebagai calon suaminya. Betapa hancur hati Hamid menerima kenyataan itu. Cinta kasihnya kepada gadis pujaan hatinya tidak akan pernah tercapai. Hatinya semakin terasa hancur. Dengan berat hati, Hamid menuruti kehendak Mak Asiah. Dia menemui Zaenab dan membujuk gadis yang dicintainya itu agar mau menerima pemuda pilihan mamaknya.

Hati Zaenab pun hancur. Betapa ia ingin menolak kehendak maknya itu, namun ia tidak mampu melakukakanya. Sehingga dengan sangat terpaksa, ia menerima pemuda pilihan maknya untuk menjadi suaminya.

Saat Zaenab mengaku mau menerima perjodohan itu, Hamid memutuskan untuk pergi meninggalkan kampung halamannya karena tidak sanggup menanggung beban yang begitu berat atas perasaan cintanya yang begitu besar yang harus ia kubur dalam-dalam.

Hamid meninggalkan Zaenab dan pergi ke Medan. Sesampainya di Medan, dia menulis surat kepada Zaenab. Melalui surat itu, Hamid menuliskan isi hatinya kepada gadis itu. Selanjutnya, dari Medan, Hamid melanjutkan perjalanan menuju Singapura untuk kemudian menuju  ke tanah suci Mekkah.

Saat menerima dan kemudian membaca surat dari Hamid, betapa sedih dan hancurnya hati Zaenab, karena memang, ia pun mencintai Hamid. Namun, ia harus melupakan cintanya karena mamaknya telah menjodohkan dirinya dengan pemuda lain.

Dirundung kesedihan yang begitu dalam, Zaenab menjadi sering sakit-sakitan. Ia telah kehilangan semangat hidupnya. Sementara, Hamid yang juga selalu dirundung kegelisahan karena menahan beban rindunya pada Zaenab, untuk menghapus kerinduannya, dia bekerja pada sebuah penginapan milik seorang syekh. Sambil bekerja, dia terus memperdalam ilmu agam Islam dengan tekun. Hamid berharap, dengan banyaknya yang harus ia kerjakan dan pikirkan, lambat laun ia bisa melupakan perasaannya kepada Zaenab. Namun ternyata, Hamid salah. Ia tidak pernah bisa sedikitpun untuk melupakan Zaenab.

Di Mekkah, setelah setahun berlalu, Hamid bertemu dengan Saleh, seorang teman kampungnya yang akan melaksanakan ibadah Haji dan pada saat itu, Saleh menjadi tamu di penginapan tempat Hamid bekerja. Istri Saleh, Rosnah adalah teman dekat Zaenab sejak kecil, maka dari Saleh, Hamid akhirnya bisa mengetahui kabar tentang Zaenab.

Dari penuturan Saleh, dia mengetahui bahwa Zaenab pun mencintai dirinya. Sejak kepergiannya, gadis itu sering sakit-sakitan. Karena suatu alasan, Ia juga mengetahui bahwa gadis itu tidak jadi menikah dengan pemuda pilihan mamaknya.

Setelah mendengar penuturan Saleh, Hamid merasa sedih dan sekaligus merasa gembira. Dia sedih karena Zaenab dalam keadaan menderita batin dan dia merasa gembira karena ternyata gadis itu juga mencintai dirinya. Hamid benar-benar merasa gembira dan bersyukur, karena itu artinya, cintanya kepada Zaenab tidak bertepuk sebelah tangan. Selain itu, hal yang membuat Hamid begitu merasa sangat gembira adalah Zaenab akan menjadi miliknya karena gadis itu tidak jadi menikah dengan pemuda pilihan mamaknya. Maka, Hamid pun memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya setelah ia menunaikan ibadah haji.

Sementara itu, Saleh mengirim surat kepada istrinya yang isinya mengabarkan pertemuannya dengan Hamid. Ia menceritakan bahwa Hamid masih menantikan Zaenab, dan ia pun memberitahukan bahwa Hamid akan pulang ke kampung halamannya bila mereka telah selesai menunaikan ibadah haji mereka. Rosnah memberikan surat dari Saleh kepada Zaenab. Ketika membaca surat itu, betapa gembiranya hati Zaenab. Ia tidak pernah menyangka akan bertemu kembali dengan kekasih hatinya. Ia benar-benar merasa tidak sabar lagi menanti kedatangan kekasih hatinya, Hamid yang begitu ia cintai.

Zaenab sangat gembira. Ia merasa gembira, ia belum pernah merasakan kegembiraan seperti saat itu. Semua perasaannya itu ia ungkapkan melalui suratnya kepada Hamid. Betapa gembiranya Hamid saat ia menerima surat dari Zaenab. Semangatnya untuk segera kembali ke kampung halaman dan menemui Zaenab semakin menggebu-gebu.

Karena keinginan untuk segera kembali ke kampung halaman dan menemui Zaenab, itulah sekalipun dalam keadaan sakit, Hamid memaksakan diri untuk menunaikan ibadah haji. Dia menjalankan setiap tahap yang wajib dilaksanakan untuk kesucian dan kemurnian ibadah haji dengan penuh semangat. Dalam keadaan sakit parah, ia tetap melaksanakan wukuf. Namun sepulang melakukan wukuf di Padang Arafah, kondisi tubuhnya semakin melemah. Pada saat yang sama, Saleh mendapat kabar buruk dari istrinya bahwa Zaenab telah meninggal dunia. Ia tidak memberitahukan kepada Hamid karena keadaan pemuda itu juga begitu sangat parah. Namun, Hamid mendesaknya untuk menceritakan isi surat dari Rosnah yang baru diterima Saleh.

Hati Hamid sangat terpukul mendengar kenyataan itu. Namun karena keimanannya kuat, dia mampu menerima kenyataan pahit itu dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Keesokan harinya, dia tetap memaksakan diri untuk berangkat ke Mina.

Setelah acara di Mina selesai, keduanya berangkat menuju Masjidil Haram. Ketika mereka selesai mengelilingi Ka’bah, Hamid minta diberhentikan di Kiswah. Sambil beberapa kali menyebut asma Allah, suaranya semakin melemah dan akhirnya berhenti. Berhenti untuk selama-lamanya.

Hamid meninggal dunia di rumah Allah, di tanah suci, di hadapan Ka’bah, dibawah lindungan Ka'bah.

=================

Sebuah kisah yang sangat menyentuh. Sebuah kisah yang sukses membuat dada saya sesak menahan tangis saat membacanya. Lebay ya... Tapi begitulah kenyataannya. Melalui dialog dan narasinya, saya merasa bisa merasakan apa yang dirasakan Hamid dan Zaenab saat itu. Cuma sayang, dengan penggunaan bahasa campuran, antara bahasa Minang dan bahasa Melayu yang tidak biasa saya pergunakan jadi agak sedikit menghambat saat membaca beberapa bagiannya. Tapi juga, adanya penggunaan bahasa Minang dan Melayu itu, pada sebagian besar cerita, membuat saya bisa benar-benar merasakan dan masuk ke dalam cerita ini. Begitu deh kira-kira, hehe...

Ada banyak pesan yang dapat kita ambil yang terkandung dalam cerita yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1938 ini, antara lain yaitu segala sesuatu membutuhkan pengorbanan, sebagai manusia boleh berencana, berharap dan berusaha semaksimal mungkin, namun Allah jugalah yang menentukan semuanya.

Menurut saya, ini adalah sebuah maha karya yang sangat layak dibaca baik itu oleh kalangan remaja maupun dewasa, karena ini adalah sebuah cerita romantisme yang menitikberatkan pada kesabaran tingkat tinggi yang saya yakin, dapat membuat siapapun yang membacanya akan merasa sesak sedih menahan air mata.

Tongkol Suwir Pakcoy

No comments
Dari kecil, saya sukaaa banget sama ikan tongkol. Digoreng biasa aja lalu dijadikan sebagai lauk dimakan dengan nasi putih, wuihh... bisa lahap banget lho saya, hehe...

Nah tadi siang, saya bereksperimen memasak ikan tongkol bersama pakcoy,



Rasanya? Cukup mengejutkan, enak lho. Yess, berhasil!! hehe... Penasaran? Silahkan siapkan beberapa bahan dan bumbu ini, dimasak dan icip deh... ^_^

Semangkuk Ikan tongkol dan pakcoy diatas berasal dari bahan-bahan dan bumbu sebagai berikut :

6 potong ikan tongkol. Sebaiknya beli ikan tongkol yang sudah dipotong-potong seperti ini supaya lebih mudah dan cepat saat mensuwir-suwir dagingnya,


2 kuntum pakcoy. Pakcoy ini merupakan jenis sayuran daun kerabat sawi. Ini lho, penampakan daun Pakcoy :


Bumbu : 4 siung bawang merah, 2 siung bawang putih, 1 buah tomat, cabe rawit (banyaknya sesuai selera), 1 kemiri dan satu buah cabai merah (potong jadi dua, sepotong ikut dihaluskan, sepotongnya lagi iris tipis untuk taburan). Semua bumbu, haluskan.

Sediakan juga kecap manis, dan  minyak goreng untuk menumis.

Cara membuat :
1. Goreng ikan tongkol sampai kecoklatan, angkat, dinginkan lalu suwir-suwir dagingnya.
2. Potong-potong daun Pakcoy yang telah dicuci bersih
3. Tumis bumbu halus, sampai harum.
4. Masukkan suwiran daging tongkol ke dalam tumisan bumbu
5. Tambahkan sedikit air, gula dan garam sesuai selera, serta satu sendok makan kecap manis. Aduk hingga merata.
5. Masukkan potongan daun Pakcoy dan sisa potongan cabe merah yang telah diiris.
6. Aduk kembali hingga daun Pakcoy agak layu. Angkat dan sajikan

Cepat, mudah dan bergizi. Iya, karena dalam satu masakan ini, lengkap, sudah ada lauk dan sayurannya yang tinggal disajikan dengan nasi putih hangat.

Dari informasi yang saya baca, ikan tongkol memiliki kandungan vitamin B12, vitamin  B6, vitamin A, vitamin C, vitamin B1 dan Omega 3. Pakcoy atau sawi sendok ini juga memiliki beberapa manfaat yang bisa berguna bagi kesehatan tubuh kita. Hal ini tentunya tidak lepas dari kandungan nurtisi yang terdapat di dalamnya. Sayuran pokcoy ini diantaranya memiliki kandungan vitamin A yang cukup kaya sehingga baik untuk kesehatan mata, kandungan vitamin K yang cukup besar yang membantu proses pembekuan darah jika terjadi luka, sehingga luka akan lebih cepat tertutup untuk mencegah kita kehilangan terlalu banyak darah akibat luka. Selain itu, konon, sayuran yang memiliki daun berwarna hijau pekat ini juga dapat membantu untuk mencegah penyakit kanker meskipun dalam dosis yang kecil. Hal ini dikarenakan dalam pakcoy terdapat senyawa glukosinolat. Disamping itu, kandungan vitamin K pada sayur ini juga dipercaya mampu menangani kanker karena dapat bertindak sebagai racun bagi sel-sel kanker.

Nah, selamat mencoba resepnya. Semoga suka yaa ^_^

Book Review : 13 to Life (13 to Life #1) by Shannon Delany

No comments
Everything about Jessie Gillmansen’s life changed when her mother died. Now even her hometown of Junction is changing.  Mysterious dark things are happening. All Jessie wants is to avoid more change. But showing a hot new guy around Junction High, she’s about to discover a whole new type of change. Pietr Rusakova is more than good looks and a fascinating accent—he’s a guy with a dangerous secret. And his very existence is sure to bring big trouble to Jessie’s small town.
It seems change is the one thing Jessie can’t avoid.


Identitas Buku
Judul : 13 to Life (13 to Life #1)
Penulis : Shannon Delany
Tebal : 308 halaman
Bahasa : Inggris
Kategori : Fantasi, YA, Romance, Werewolf, Shapeshifter
Penerbit : St. Martin's Griffin, 22 Juni 2010
ISBN13 : 9780312609146
Rate : 3/5 bintang

Review
Pfft… agak bingung, harus mulai menulis review buku ini dari mana, karena yaa… menurut saya, ceritanya memang agak-agak membingungkan.

Memang membingungkan seperti apa sih?
Oke, oke… saya coba ceritain yaa…

Jadi begini, ada Jessica, ada Pietr, juga ada Sarah.

Nah, Jessica ini suka sama Pietr, Pietr juga suka sama Jessica. So, gak ada masalah dong, secara keduanya juga saling suka dan keduanya juga tahu akan perasaan masing-masing? Ada. Ada masalah… Masalahnya, Sarah, temannya Jessica juga suka sama Pietr. Grggh… nyebelin gak sih, Sarah ini. -__-

Dan, Jessica juga tahu banget tentang bagaimana perasaannya Sarah kepada Pietr. Ditambah keadaan Sarah yang sakit, Jessie, begitu biasa Jessica dipanggil, yang memang tipe perempuan lembut dan baik hati ini membulatkan hati untuk merelakan Pietr bersama Sarah.

Duh, Jessie… baik banget. Di bagian ini, aku dibuat terenyuh, dengan kebesaran hati Jessie yang merelakan Pietr, cowok yang disukainya untuk bersama dengan Sarah, temannya sendiri. Dan sama Sarah, aku sempat kesel banget, maksain banget deh. Tapi… di luar karakternya yang memang bitchy, dan dengan keadaan dia yang lemah karena sakit, yaa… dia memang berhak juga kok untuk hidup bahagia.

Melihat kebersamaan Pietr dan Sarah, ternyata, lama-lama, Jessie tidak bisa lagi membohongi perasaannya sendiri. Cintanya kepada Pietr semakin lama semakin besar. Begitu pula apa yang dirasakan Pietr terhadap Jessie. Mereka berdua pun sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama secara diam-diam. Dengan berbagai cara, Pietr selalu berusaha untuk mencoba memutuskan hubungannya dengan Sarah. Tapi selama itu pula, Pietr tidak pernah berhasil.

Sampai dibagian ini, kembali, saya dibuat kesal sama Sarah. Haha… keren nih penulisnya, dengan cepat bisa membolak-balikan perasaan saya sebagai pembaca, terhadap tokoh-tokohnya. Tidak hanya itu, kemudian, saya juga keseel banget juga sama Jessica. Yaps, gimana greget dan kesel sama Jessie, sikap Jessie aneh, aku gak suka. Dia, menyuruh Pietr pacaran sama Sarah, tapi di belakang Sarah, Jessie tidak menolak saat Pietr mengajaknya bertemu. Bahkan lebih dari itu, hubungan keduanya jadi lebih dekat. Dan ketika, Pietr bicara tentang niatnya untuk memutuskan hubungannya dengan Sarah, Jessie malah ngelarangnya. Mau mu opo toh, mba Jess? >_<

Yaa, begitulah jessie, selaaalu saja melindungi Sarah dan berbaik hati kepada Sarah. Padahal ya, Ibunya Jess itu meninggal karena Sarah.

Jadi, Sarah yang disebut sebagai cewek paling cantik tapi juga dikenal sebagai cewek yang bertabiat buruk se-Jinction, kota kecil tempat mereka tinggal ini memang bukan tipe cewek baik-baik. Dulu, dibawah pengaruh alkohol, Sarah menyetir mobil yang akhirnya ia menabrak ibunya Jessie hingga ia meninggal dunia. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, ibunya berpesan agar Jess selalu menjaga dan membimbing Sarah dengan baik.

Hmm… aneh ya dengan ibunya Jessie. Sebenarnya ada hubungan apa antara Ibunya Jessie, Sarah dan juga Jessie? 

Tanpa diketahui Sarah, Pietr dan Jessica yang saling jatuh cinta sangat bahagia dengan kebersamaan mereka. Kadang, Jess merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Ia merasa telah berbuat salah karena menjalani hubungan dengan Pietr secara diam-diam dibelakang Sarah yang kini telah berubah menjadi gadis baik-baik. Namun kemudian ia pun merasa berhak untuk mempertahankan cintanya. Ditengah dilema itu, Pietr selalu menguatkan Jessie dan berkata, bahwa Jessie tidak salah. Mereka pun semakin dekat. Terlebih ketika Jessie mengetahui bahwa Pietr dan keluarganya, keluarga Rusakova adalah  kaum werewolf. Dan Jessie tetap menerima Pietr apa adanya. Tidak ada yang berubah dengan perasaannya terhadap Pietr.

Nah, selama ini, keluarga Rusakova tengah dikejar-kejar oleh mafia. Cukup mengejutkan, ternyata keluarga ini merupakan makhluk percobaan.

Mengapa mereka (keluarga Rusakova) dikejar-kejar oleh mafia?
Siapakah sebenarnya pihak yang telah “menciptakan” keluarga Rusakova? Untuk keperluan apa mereka diciptakan? Bagaimana pula kelanjutan hubungan Pietr dan Jessica?

=================

Jujur agak nyesel beli buku ini, aku kira bukan seri, hihii… Memang, seperti yang aku tulis di awal, membacanya agak sedikit membosankan dan bikin bingung. Si A suka sama si B, si B gak suka sama si A, si B malah suka nya sama si C. Dan si C ini pura-pura gak suka sama si B, malah mendukung banget supaya si A bisa sama-sama si B. -___-

Tapi, semakin banyak halaman yang yang saya baca, saya mulai bisa mengikuti dan menikmati ceritanya. Terlebih ketika banyak kejutan yang gak pernah saya pikirkan sebelumnya. Seperti ketika diketahui bahwa Pietr dan seluruh keluarganya adalah makhluk percobaan, dengan alur yang cepat dan perubahan beberapa karakter para tokohnya sukses membuat menghapus “label” kepada buku ini sebagai buku yang membosankan. Aksi perlawanan keluarga Rusakova terhadap para mafia yang mengejar mereka cukup menegangkan untuk dibaca. Yeps, bunuh-bunuhan. >_<

Oh iya satu lagi, saat Pietr bertemu dengan seorang perempuan yang kemudian ya, singkat cerita Pietr menganggap perempuan itu sebagai kakak perempuannya yang hilang, tapi ternyata… si perempuan ini adalah cucu dari salah satu ilmuwan pencipta makhluk-makhluk keluarga Rusakova. Agak-agak gimana gitu, pas baca bagian ini.T_T

Meskipun dengan mengusung ide cerita yang sebenarnya bisa dikatakan ide cerita yang biasa banget karena banyak banget pula yang menggunakan ide cerita ‘werewolf’ dan ‘shifter’, plus masih banyaknya pertanyaan yang tidak terjawab di buku pertama ini, jadi penasaran juga pengen bisa baca lanjutannya, yang setelah tadi sempat googling, ternyata seluruh serinya ada lima buku.

13 To Life Series by Shannon Delany
Recommended buat kamu yang suka kisah werewolf dan manusia, yang dibalut dengan romance sedikit thriller dan sedikiiiit juga fiksi ilmiah.

Sunday, September 27, 2015

Gerhana Bulan Total, 28 September 2015

3 comments
Gerhana adalah fenomena astronomi yang terjadi sebuah benda angkasa bergerak ke dalam bayangan sebuah benda angkasa lain. Istilah ini umumnya digunakan untuk gerhana Matahari ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari, atau gerhana bulan saat sebagian atau keseluruhan penampang Bulan tertutup oleh bayangan Bumi. Namun, gerhana juga terjadi pada fenomena lain yang tidak berhubungan dengan Bumi atau Bulan, misalnya pada planet lain dan satelit yang dimiliki planet lain.

Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.

Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 5°, maka tidak setiap oposisi bulan dengan Matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan.


Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana Matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara Matahari dengan bumi.

Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar Matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.

Gerhana bulan dibagi menjadi tiga yaitu:
1. Gerhana bulan total
Pada gerhana ini, bulan akan tepat berada pada daerah umbra.

2. Gerhana bulan sebagian
Pada gerhana ini, bumi tidak seluruhnya menghalangi bulan dari sinar matahari. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar Matahari yang sampai ke permukaan bulan.

3. Gerhana bulan penumbra
Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.

Gerhana Bulan Total 28 September 2015
Gerhana Bulan Total terjadi pada tanggal 28 September 2015. Sayangnya, Gerhana tersebut tidak dapat dilihat dari wilayah Indonesia. Gerhana dapat dilihat di Asia bagian Barat, Samudra Hindia bagian Barat, Afrika, Eropa, Samudra Atlantik, Amerika dan Samudra Pasifik bagian Timur.

Adapun proses global fase Gerhana Bulan Total adalah sebagai berikut :

Gerhana mulai : 00 10.3 UT atau 07.10.3 WIB.
Gerhana Sebagian mulai : 01 06.8 UT atau 08 06.8 WIB.
Gerhana Total mulai : 02 10.7 UT atau 09 10.7 WIB.
Puncak Gerhana  : 02 47.1 UT atau 09 47.1 WIB.
Gerhana Total berakhir :03 23.5 UT atau 10 23.5 WIB.
Gerhana Sebagian berakhir : 04 27.4 UT atau 11 27.4 WIB.
Gerhana berakhir : 05 24.0 UT atau 12 24.0 WIB.

Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali. Namun seperti yang tertulis diatas, untuk gerhana bulan total yang terjadi pada tanggal 28 September 2015 ini tidak dapat diamati dari wilayah di Indonesia.

Friday, September 25, 2015

Book Review : The Devil Who Tamed Her (Reid Family Series #2) by Johanna Lindsey

1 comment
Raphael Locke tak punya alasan untuk menyukai Ophelia Reid. Terlepas dari kecantikannya yang tersohor di seluruh Inggris, Lady Ophelia juga dikenal karena sikap egois dan kesenangannya bergosip. Tapi ketika Ophelia memutuskan untuk mengakhiri pertunangannya dengan Duncan, sahabatnya, Raphael tak bisa menahan amanahnya. Dia memutuskan untuk memberi pelajaran sendiri kepada lady tak berperasaan itu. Setelah berhasil mengajak Duncan bertaruh atas kemampuan dirinya 'menjinakkan' Ophelia, Raphael lalu mulai menjalankan rencananya. Dia berhasil menculik lady itu dan mengasingkannya ke rumah milik keluarganya di sudut terasing di Northumberland. Bersama bibinya, Esmeralda, Raphael mengajarkan Ophelia tentang nilai-nilai penting yang seharusnya dimiliki seorang lady.

Tapi bukan hanya Ophelia yang belajar selama berada di Northumberland. Raphael, yang biasanya selalu berhasil menghindar dari jerat pernikahan gadis-gadis cantik di Inggris, ternyata tak cukup kebal terhadap pesona lady itu. Dia menikmati setiap pertengkaran remeh dengan Ophelia-malah, mendapati dirinya mulai menantikan saat-saat itu.

Apa ini cinta? Entahlah, Raphael sendiri tak ingin berpikir sejauh itu. Tapi, kenapa sebagian dari dirinya merasa tak rela ketika Ophelia Reid, yang sekarang santun dan anggun, kembali lagi ke pasar perjodohan dan menerima banyak sekali lamaran dari para bangsawan lajang yang jatuh cinta pada lady itu?


Identitas Buku
Judul : The Devil Who Tamed Her (Reid Family Series #2)
Penulis : Johanna Lindsey
Penerjemah : Endang Sulistyowati
Bahasa : Indonesia
Kategori : Fiksi, Dewasa, Historical, Romance
Dimensi Buku : vi+538 Halaman, 14x20 cm
Penerbit : GagasMedia
ISBN : 979-780-366-X
Paperback, Cetakan Ketiga, 2009
Rate : 3/5 Bintang

Review
Buku kedua dari seri Reid Family karya Johanna Lindsey ini bercerita tentang Raphael yang melakukan taruhan dengan Duncan. Mereka bertaruh karena yakin bahwa Ophelia, si cantik yang selalu menebar amarah dan kedengkian terhadap orang-orang ini bisa berubah menjadi wanita yang baik hati.

Ophelia adalah gadis pendengki yang suka menyebarkan gosip tentang orang lain. Seperti yang dilakukannya pada mantan tunangannya, Ophelia menjelek-jelekkan Ducan, dia mengatakan Ducan adalah pria bar-bar karena pria itu berasal dari Skotlandia. Orang tua Ophelia juga ambil andil terhadap perilaku anak gadis mereka ini, meskipun pada akhirnya mereka sendiripun sudah tidak tahu lagi bagaimana memperbaiki perilaku anak gadisnya itu.

Sejak kecil Ophelia tidak mengenal kata sahabat yang tulus, baginya semua orang mendekatinya karena kecantikannya.

Kecantikan Ophelia memang tidak ada bandingannya, tapi justru kecantikannya itu juga yang turut andil pula yang merubahnya menjadi seorang pendengki. Hal itu memang terbukti benar, karena walaupun dia seorang pendengki masih saja banyak orang yang mau menjadi temannya. Mendekatinya dan menggodanya. Tidak hanya itu, kecantikan parasnya juga membuatnya banyak dibenci oleh perempuan-perempuan London. Mereka sebenarnya iri terhadap kecantikan dan kesempurnaan hidup Ophelia, yang meskipun sebenarnya, tidaklah demikian, Ophelia justru merasa hidupnya jauh dari kata bahagia dan sempurna. Selain itu, Ophelia banyak dibenci oleh perempuan-perempuan London karena selaly begitu mudahnya menjadi pusat perhatian para lelaki saat berada di pesta-pesta yang digelar kalangan bangsawan London. Dan salah satu tokoh  yang begitu cemburu akan kecantikan Ophelia adalah Amanda, adik Raphael. 

Dari sejak usia beranjak remaja, sebenarnya, Ophelia mulai merasa risih dengan banyaknya para pria yang mengagumi kecantikan dan selu berusaha mendekatinya itu. Namun, seiring waktu ia justru mulai menikmati rasa dikagumi dan dipuja-puja oleh lawan jenisnya. Selain pemarah, suka menebar kebencian dengan menjelek-jelekan orang lain, Ophelia juga terkenal dengan sifat sombongnya. Sifat dengki Ophelia benar-benar diluar batas kemakluman orang biasa. Bahkan sahabatnya sendiri sampai dikhianati olehnya. Bukan hanya Ducan dan sahabat baiknya dari kecil saja yang ia sering ia jelek-jelekkan di hadapan banyak orang, saudara jauhnya sendiripun selalu dia jelek-jelekkan karena masa lalu keluarganya. Selain itu, Ophelia juga cemburu pada kedekatan Sabrina dan Raphael, juga karena beberapa pengagumnya mulai tertarik pada Sabrina.

Raphael awalnya juga sangat membenci sifat Ophelia. Terlepas dari taruhannya dengan Ducan, Raphael merasa benar-benar tertantang dan punya tanggung jawab untuk bisa membantu mempeerbaiki sifat-sifat tercela yang dimilki Ophelia. Sampai akhirnya, ia menculik Ophelia dan kemudian memenjarakannya di sebuah tempat yang berada jauh dari kota dan hingar bingar pesta.

Namun ternyata, justru "penjara" itulah yang membuat keduanya menjadi dekat dan kemudian saling tertarik dan saling terjerat cinta yang penuh hasrat. uhhh....

Raphael mengajarkan kepada Ophelia cara untuk mengendalikan emosinya dan mencarikan Ophelia cara pelepasan emosi yang baik. Hmmm..... ^_^

Melalui "cara"-nya, mampukah Raphael mengubah Ophelia yang berwatak keras dengan sifat-sifat jeleknya menjadi perempuan berhati baik? Bagaimana dengan "rasa" yang selama akhir-akhir ini dirasakan Ophelia dan Raphael terhadap satu sama lainnya, benarkah itu adalah cinta yang tulus? Bagaimana pula reaksi Ophelia ketika mengetahui taruhan Raphael dan Ducan?

=================

Ini adalah untuk pertama kalinya saya membaca karya Johanna Lindsey. Lebih tepatnya sih baca ulang yang kedua kalinya untuk buku ini. Duluuu... pertama kali baca ini, diawal-awal buku suka banget. Iyaa, itu lho, Raphael sama Ophelia, sweet bangat meskipun suka saling marah-marahan... Tapi, uhh makin lama kok mereka so hot juga banget ya ternyata. Wow banget, ahahaa... Saya tidak merekomendasikan buku ini untuk yang masih berusia di bawah umur, hehe... :P

Namun, terlepas dari "anu-anu"-annya saya justru menyukai karakter dari Opheli, terutama perkembangan karakternya :)

Dan Konon katanya, dari hasil googling, berbeda dengan kisah pada buku pertamanya seri ini, pada buku keduanya ini, Johanna Lindsey menempatkan tokoh antagonis di buku pertamanya menjadi tokoh utama di buku ini. Jadi penasaran pengen baca seberapa hot buku pertamanya juga, hihihi....

Wednesday, September 23, 2015

Book Review : The House I Loved by Tatiana de Rosnay

1 comment
Paris, France: 1860's. Hundreds of houses are being razed, whole neighborhoods reduced to ashes. By order of Emperor Napoleon III, Baron Haussman has set into motion a series of large-scale renovations that will permanently alter the face of old Paris, moulding it into a "modern city." The reforms will erase generations of history--but in the midst of the tumult, one woman will take a stand.

Rose Bazelet is determined to fight against the destruction of her family home until the very end; as others flee, she stakes her claim in the basement of the old house on rue Childebert, ignoring the sounds of change that come closer and closer each day. Attempting to overcome the loneliness of her daily life, she begins to write letters to Armand, her beloved late husband. And as she delves into the ritual of remembering, Rose is forced to come to terms with a secret that has been buried deep in her heart for thirty years. Tatiana de Rosnay's The House I Loved is both a poignant story of one woman's indelible strength, and an ode to Paris, where houses harbor the joys and sorrows of their inhabitants, and secrets endure in the very walls...


Identitas Buku
Judul : The House I Loved
Penulis : Tatiana de Rosnay
Bahasa : Inggris
Kategori : Historical Fiction, Romance
Format/Tebal : PDF/184 Halaman
Penerbit : St. Martin's Press, 14 Februari 2012
ISBN 13 :  9781429950473
Rate : 3/5 Bintang

Review
Rose Bazelet, adalah seorang janda yang baru saja ditinggal mati oleh suaminya, Armand Bazelet. Selama menikah dengan Armand, mereka tinggal di rumah keluarga Bazelet.

Sebelumnya, ketika masih lajang, Rose dan kakaknya tinggal di rumah sederhana di sebuah pedesaan. Masa-masa kecil Rose dan kakaknya adalah masa-masa penuh kepedihan dan kesepian. Mereka bertahan hidup tanpa kasih sayang dan cinta dari orang tua mereka. Beruntung, ketika Rose menikah dengan Armand, Odette, ibu Armand adalah sesosok wanita yang sangat baik, ramah, lembut, keibuan dan penuh cinta. Odette begitu menyayangi Rose dan kakaknya. Saat Rose tinggal dirumah keluarga Bazelet yang nyaman dan penuh bersejarah bagi suaminya, kakak Rose tetap menginginkan tinggal di rumah sederhana mereka. Namun demikian, hampir setiap minggu mereka saling mengunjungi.

Tidak lama setelah suaminya meninggal, Odette, ibu mertua yang begitu sangat ia sayangi pun meninggal dunia. Sejak saat itu pula, Rose lah yang bertanggung jawab atas rumah keluarga Bazelet sekaligus menjadi pemiliknya. Sedih karena kini Armand dan Odette sudah tiada, Rose bertekad akan selalu menjaga dan merawat rumah yang telah menjadi tempat lahir, tumbuh dan bahkan menjadi tempat saat suaminya menghembuskan nafas terakhirnya itu. Dengan menyewa beberapa properti untuk keperluan membuka sebuah toko. Rose menjadi dua ruangan bagian depan rumah tua menjadi sebuah toko bunga yang cantik yang setiap paginya selalu dipenuhi bunga-bunga harum dan cantik dan sebuah toko buku. Rose merasa senang, saat pada setiap harinya, kedua tokonya selalu kedatangan pengunjung dan pembeli. Ia yakin, jauh disana, Armand dan Odette juga pasti merasa senang.

Ketika Raja Napoleon III mulai merenovasi Paris untuk menjadi sebuah kota yang lebih modern, Rose menerima surat yang isinya memberitahukan bahwa rumahnya serta seluruh jalan disekitar lingkungan tersebut akan diruntuhkan. Betapa kaget dan sedih nya Rose saat itu. Berbeda dengan para tetangganya yang menerima dengan begitu saja keputusan dari pemerintah, Rose adalah satu-satunya pemilik rumah di kawasan itu yang menolak rumahnya dirubuhkan. Saat hampir semua tetangganya mulai berpindah ke tempat lain, Rose tetap tinggal disitu bahkan hingga tempat itu sudahtidak berpenghuni dan siap diratakan.

Rose yang merasa sedih dan bersalah karena tidak bisa menjaga tempat kesayangan suaminya itu, sering menghabiskan duduk termenung di dalam rumah. Sementara para petugas di luar rumahnya membujuk untuk keluar dan segera pindah dari rumah itu. Hingga akhirnya, para petugas sedikit demi sedikit mulai meruntuhkan beberapa bagian-bagian rumahnya. Namun bukannya merasa takut dan keluar dari rumah itu, Rose justru memasuki ruang bawah tanah milik keluarga Bazelet dahulu.

Di ruang bawah tanah tersebut, menghabiskan waktu dengan menulis surat. Banyak surat. Untuk Armand, suami yang sangat ia cintai. Ia menulis banyak hal tentang semua yang ia rasakan. Menceritakan kisah hidupnya, beberapa kisah ketika ia masih kecil dan remaja yang belumsempat ia ceritakan kepada suaminya. Bahkan termasuk, pengalaman-pengalaman menyedihkan hidup tanpa orantua, juga pengalaman-pengalaman konyol dan lucu bersama dengan kakaknya. orang lain di jalan, Rose perkelahian kembali. Dia menolak untuk bergerak. Tidak hanya itu, Rose juga menuliskan sebuah rahasia yang tersimpan selama 30 tahun terakhir ini, sebuah rahasia yang berkaitan dengan rumah tua keluarga Bazelet, sebuah rahasia yang kemudian semakin menguatkan tekad Rose untuk tetap mempertahankan rumah itu dari penggusuran.

Berhasilkah Rose mempertahankan rumah yang begitu bersejarah bagi suaminya dan kini juga menjadi sebuah rumah yang sangat ia cintai itu? Rahasia apa yang Rose tuliskan dalam sebuah surat untuk suaminya terkait rumah itu?

==========

Pada bagian awak sampai mejelang pertengahan cerita, jujur saja saya agak merasa bosan membaca ebook ini. Namun, ketika penulis semakin banyak bercerita tentang suasana keteraturan hidup masyarakat Paris di tahun 1880-an yang terasa cukup detail, kebosanan yang saya rasakan diawal, berangsur-angsur hilang dan kemudian saya malah jadi enggan melepaskan ebook ini sebelum akhirnya sampai di halaman terakhir.

Sebuah kisah fiksi sejarah yang romantis :)

Tuesday, September 22, 2015

Book Review : Flipped by Wendelin Van Draanen

No comments
You Never Forget Your First Love

Juli: Pertama kali bertemu Bryce Loski, aku jungkir balik. Sungguh, seperti orang gila. Pasti karena matanya. Ada sesuatu di matanya. 

Bryce: Apa ya cara yang tepat mengusir Juli? Bagaimana cara terbaik mengatakan padanya, “Juli, kamu tuh bukan tipeku?” 

***

Juli Baker sangat yakin akan tiga hal: keajaiban pohon—terutama pohon sikamor kesayangannya, kebaikan telur ayam, dan suatu saat ia dapat mencuri hati Bryce Loski. Sayangnya, Bryce tidak memiliki perasaan yang sama. Baginya, Juli adalah gadis yang aneh. Kalau bukan aneh, gadis macam apakah yang sangat gemar memelihara ayam dan duduk berlama-lama di atas pohon? 

Namun, keadaan terbalik saat mereka menapak remaja. Bryce mulai melihat keanehan dan kebanggaan Juli terhadap keluarganya sebagai hal yang hebat. Sebaliknya, Juli berpikir mata Bryce yang dikaguminya itu kosong dan tak berarti apapun lagi. 

Flipped bukan sekadar kisah cinta yang manis, tapi juga kisah tentang memandang orang dari sisi siapa mereka sesungguhnya, bukan dari sisi bagaimana penampilan mereka.


Identitas Buku
Judul : Flipped
Penulis : Wendelin Van Draanen
Kategori : Fiksi, Remaja, Romance
Bahasa : Indonesia
Penerjemah : Sylvia L'Namira
Tebal : 272 Halaman
Penerbit : Orange Books
ISBN13: 9786028851800
Paperback, Cetakan Pertama, Agustus 2011
Rate : 4/5 Bintang

Review
Pada awal cerita, kita diajak penulis untuk ikut pindahan dengan keluarga Bryce Loski ke tempat tinggal barunya. Dimana salah satu tetangga Bryce adalah keluarga Baker yang memiliki anak perempuan seusia dengan Bryce, bernama Juliana Baker yang biasa disapa Juli.

Saat Bryce dan Juli pertama kali bertemu, keduanya berumur 7 tahun. Dari pertemuan pertama itu pula, Juli langsung merasa "jungkir balik". Ia terpesona dengan Bryce. Terutama mata biru Bryce yang menurut Juli, itu adalah mata terindah yang pernah ia lihat dan ia yakin, tidak ada lagi yang memiliki mata seindah itu, selain Bryce seorang. Sehingga dengan berbagai cara, Juli berusaha mendekati Bryce. Namun, sebaliknya dengan apa yang dirasakan oleh Juli, di mata Bryce, Juli adalah gadis aneh, dekil karena Juli memang senang melakukan banyak hal dan hal-hal baru di luar rumahnya. Bagi Bryce, Juli juga termasuk perempuan yang terlalu banyak bicara, sehingga dari pertemuan pertama saja, Bryce sudah merasa "males" banget untuk bertemu dan mengobrol ataupun sekadar menyapa Juli.

Jadi, sementara Juli melakukan berbagai cara untuk bisa dekat dengan Bryce, Bryce justru sebaliknya, ia melakukan berbagai cara untuk menghindari Juli. Dan hal tersebut terus berlanjut sampai mereka duduk di kelas 7.

Sebelumnya, saat keduanya masih sama-sama duduk di bangku kelas 6 dan di kelas yang sama pula, Bryce selalu berharap kelas 6 nya itu bisa cepat selesai, karena ia berharap dan yakin, di kelas 7 nanti ia bisa terbebas dari Juli. Namun ternyata, setelah mereka duduk di kelas 7, Bryce tetap tidak bisa terbebas dari Juli, karena ternyata, di kelas 7 pun ia satu kelas kembali dengan Juli dan setiap harinya ia harus naik bus sekolah yang sama dengan Juli. Itu artinya, setiap hari ia masih akan bertemu dengan Juli. Sesuatu yang sangat tidak ia inginkan.

Halte bus tempat biasa mereka menunggu bus skolah, berdekatan dengan sebuah pohon, pohon Sikamor yang sering dipanjat oleh Juli. Hal ini pula yang membuat Bryce memandang Juli sebagai seorang gadis yang aneh dan kampungan karena suka memanjat dan kemudian duduk-duduk menghabiskan waktu di pohon Sikamor itu hingga berjam-jam lamanya.

Juli yang memiliki kebiasaan aneh memanjat pohon tersebut, ternyata ia memiliki alasan sendiri. Dari atas pohon itu, ia bisa melihat dan menikmati pemandangan yang menurutnya selalu bisa menenangkan hati dan jiwanya itu.

Dari atas pohon  itu pula, Juli mengerti apa yang dimaksud ayahnya dengan "Keseluruhan lebih baik daripada satu bagian". Sama seperti ketika ayahnya bertanya kepada Juli, tentang apa yang Juli sukai dari Bryce. Ketika Juli menjawab bahwa ia menyukai Bryce karena rambut dan matanya yang indah, ayahnya lalu berkata bahwa sebaiknya, Juli harus melihat sesuatu itu secara keseluruhan, bukan hanya dari satu atau dua bagian saja.

Sayangnya, suatu hari pohon Sikamor kesayangan Juli ditebang oleh pemilik tanah dimana pohon tersebut tumbuh. Hingga dengan segala cara, Juli berusaha mempertahankan pohon kesayangannya. Ia juga meminta bantuan Bryce untuk ikut dengannya memanjat pohon itu agar tidak jadi ditebang. Bryce, tentu saja tidak mempedulikan permintaan tolong Juli.

Tanpa Bryce, Juli tetap memanjat pohon itu dan diam disana. Ia tidak mau turun saat para tukang yang akan menebang pohon itu terus membujuknya untuk segera turun agar pekerjaan mereka juga bisa cepat selesai. Namun Juli tetap diam diatas pohon sampai kemudian ia baru mau turun ketika ayahnya datang dan memohon kepadanya untuk turun.

Kegigihannya mempertahankan pohon Sikamor agar tidak ditebang bahkan sampai masuk headlines sebuah surat kabar lokal di kotanya. Sehingga banyak orang yang membaca berita tersebut dan kemudian mengagumi Juli, termasuk kakek Bryce yang menyebut Juli sebagai gadis yang memiliki tekad yang kuat. Ia sangat bangga dan kagum kepada Juli.

Merasa sedih dengan ditebang pohon Sikamor kesayangannya itu, Juli memutuskan untuk tidak lagi menunggu bis di halte yang dulu letaknya dekat dengan pohon itu. Bahkan, ia tidak pernah lagi melewati jalan tersebut. Sejak saat penebangan pohon itu Juli mulai melihat segala sesuatu dengan cara yang berbeda.

Bryce, sebenarnya bukan benar-benar tidak peduli saat Juli meminta bantuannya untuk mempertahankan pohon tersebut agar tidak jadi ditebang. Bryce merasa yakin tanpa bantuannyapun, Juli akan berhasil mempertahankan pohon itu. Tapi ternyata tidak... Bryce merasa menyesal dan tiba-tiba bisa merasakan kesedihan Juli ketika ia mengetahui pohon itu tetap ditebang dan kemudian menyaksikannya dipotong-potong ditempat itu juga.

Bryce juga mulai merasa kehilangan Juli, karena sejak penenebangan itu Juli tidak lagi naik bus sekolah bersamanya baik itu saat berangkat ataupun pulang sekolah.

Cerita berlanjut pada proyek sains yang dikerjakan Juli, yaitu menetaskan telur. Proyek sains tersebut sukses dan anak-anak ayam yang dirawat Juli tumbuh bahkan kemudian ayam-ayam itu menghasilkan telur kembali. Merasa sangat senang dengan telur-telur yang dihasilkan oleh ayam-ayamnya, Juli berbagi telur-telur tersebut dengan tetangganya, termasuk keluarga Loski. Tanpa sepengetahuan Juli dan keluarganya, Bryce selalu membuang telur-telur pemberian Juli. Saat keluarganya mengetahui Bryce membuang telur-teluar pemberian Juli, Bryce membela diri dengan mengatakan bahwa ia hanya khawatir keluarganya akan terkena virus Salmonela dari telur-telur yang dikirimkan Juli, sambil menunjukkan keadaan halaman rumah dan kandang ayam Juli yang memang tidak terurus dan banyak kotoran ayam dimana-mana. Akhirnya, keluarga Bryce pun bisa menerima alasan mengapa Bryce suka membuang telur-telur pemberian Juli.

Namun, hari itu, secara tidak sengaja Juli memergoki Bryce yang sedang membuang telur-telur yang baru saja ia berikan kepada Bryce untuknya dan keluarganya. Merasa kaget karena ketahuan Juli sedang membuang telur pemberiannya, Bryce membela diri dengan mengatakan yang sama seperti yang ia katakan sebelumnya kepada keluarganya. Sambil mendengar apa yang dikatakan Bryce, Juli menangis dan berlari pulang. Namun sesaat setelah itu, Bryce kemudian merasa telah menjadi cowok paling jahat sedunia.

Pagi harinya, Bryce melihat Juli tengah susah payah berusaha membersihkan halaman rumahnya. Bryce semakin merasa bersalah. Tapi betapa tidak disangka Bryce, kakeknya ada disitu dan ikut membantu Juli membersihkan halaman rumah dan kandan ayamnya.

Saat Bryce bertanya mengapa kakeknya ikut membantu Juli, kakek Bryce berkata bahwa Juli mengingatkannya akan almarhum istrinya (nenek Bryce), Renee. Dari kakeknya juga Bryce mengetahui mengapa selama ini pekarangan rumah keluarga Baker tidak pernah terurus dan mereka hampir tidak mempunyai apa-apa, ternyata karena ayah Juli harus menanggung dan mengurus saudara laki-lakinya yang mengalami cacat mental. Sedangkan rumah itupun hanya rumah sewaan dimana kewajiban membersihkannya menjadi tanggung jawab penghuninya, karena sibuk merawat saudara laki-lakinya dan mencari nafkah, kegiatan bersih-bersih rumah jarang dilakukan ayah Juli. Mendengar saudara laki-laki ayah Juli yang mengalami cacat mental, ayah Bryce berkomentar sinis yang kemudian membuat Bryce mulai melihat ayahnya dengan cara yang berbeda. Bahkan, ia jadi sempat tidak begitu mengagumi ayahnya seperti sebelumnya.

Kepada Bryce, kakeknya juga mengatakan bahwa Juli adalah orang yang mengeluarkan aura yang jarang dimiliki oleh orang-orang pada umumnya, yaitu aura warna warni dan sulit dilupakan karena tidak ada tandingannya. Mendengar itu, Bryce hanya tertawa saja menanggapinya, berusaha untuk tidak peduli. Namun kemudian, diam-diam, dia jadi sering memperhatikan foto Juli yang ada di surat kabar lokal saat Juli sedang berkeras tidak mau turun dari pohon Sikamor yang sedang ia pertahankan agar tidak ditebang.

Setelah itu Bryce minta maaf kepada Juli. Tentang sikapnya selama ini, tentang telur-telur yang ia buang dan terutama tentang pohon Sikamor yang kini sudah tidak ada lagi.

Saat dikelas, Bryce juga jadi sering memandangi Juli. Hingga suatu ketika, ia kepergok Garret, temannya, ketika sedang memandangi Juli. Yang menurut Garret, tatapan Bryce kepada Juli saat itu begitu tulus dan dalam. Tidak hanya itu, Garret juga memergoki Bryce yang membawa-bawa potongan foto Juli dari surat kabar di dalam tasnya. Bryce yang merasa malu terhadap Garret, kemudian bercerita tentang telur-telur pembeian Juli yang ia buang, tentang keadaan rumah Juli yang kotor juga tentang pamannya Juli yang cacat mental. Mendengar semua itu, Garret kemudian berkomentar kasar tentang paman Juli yang cacat mental itu. Bryce merasa sangat menyesal telah menceritakan tentang keluarga Juli kepada Garret, ia marah kepada Garret dan saat itu pula, ternyata Juli ada di dekat mereka dan tengah menangis karena ia mendengar semua apa yang baru saja Bryce dan Garret bicarakan.

Semenjak itu, Juli bertekad akan menghapus semua rasa suka dan sayangnya kepada Bryce. Ia bertekad tidak akan lagi menyukai Bryce. Kini, Juli benar-benar merasa sangat marah kepada Bryce.

Esok harinya, saat Juli beberapa kali berpapasan dengan Bryce, Bryce mulai merasa ada yang berubah dari diri Juli. Bryce semakin yakin dan sadar bahwa kini Juli telah habis-habisan mengacuhkan dirinya. Ia tahu, Juli sangat marah kepadanya. Bryce tidak tahu apa yang harus ia lakukan, ia pun sedih, ia hanya ingin Juli kembali seperti dahulu, tidak memperlakukannya seperti orang asing, seperti saat ini.

Hari itu, disekolah diadakan acara cowok keranjang untuk penggalangan dana. Awalnya, Bryce sempat merasa percaya diri, acara tersebut akan memperbaiki hubungannya dengan Juli. Juli pasti akan menawar dirinya, karena ia tahu dulu Juli sangat menyukai dirinya, Bryce berharap saat inipun rasa itu masih tetap ada di hati Juli untuknya. Hanya untuknya. Namun ternyata, Juli bahkan tidak berusaha menawar Bryce, Juli menganggap seolah tidak ada Bryce disitu.

Betapa kecewa Bryce, ketika Juli malah menawar teman sekelas mereka yang bernama Jon Trulock dan kemudian mereka asyik mengobrol sambil sesekali tertawa. Bryce merasa sangat panas hati melihat itu. Ia cemburu.

Bryce yang terjual dengan harga paling tinggi pada 2 orang cewek paling populer di sekolah, justru tidak peduli, ia sibuk memperhatikan Juli. Bahkan, saat dua orang cewek populer itu sibuk memperebutkan Bryce, Bryce menarik Juli dan berusaha mencium Juli di tengah-tengah teman-teman, guru dan para orangtua yang hadir saat itu. Juli yg terkejut, ia marah dan menghindari Bryce.

Bryce mulai sadar kalau ternyata dia sangat menyukai Juli.

Sekarang keadaan berubah terbalik, kini Bryce lah yang mengejar-ngejar Juli. Sedangkan Juli, kini mati-matian melakukan berbagai cara untuk menghindari Bryce.

Nah, berhasilkan Bryce meluluhkan hati Juli?

==========

Flipped, sebuah buku dengan ide cerita yang menurut saya, sangat menarik. Cuma sekitar 3 jam-an aja baca buku ini. Dari baca sinopsisnya, aja udah tertarik banget. Dan ternyata, begitu mulai membacanya, langsung suka. Semakin banyak halaman yang saya baca, semakin jatuh cinta pula sama ceritanya. Dan sudah difilmkan juga??? Ahh, jadi penasaran pengen nontooon...

Dengan terjemahan yang bagus, dan dengan pont of view dari dua tokoh utamanya, Bryce dan Juli, secara bergantian, menjadikan buku ini sebagai sebuah bacaan yang enak dibaca dan tidak membosankan.

Selain itu, sekalipun buku ini bercerita tentang remaja, mungkin lebih tepatnya... anak-anak yang baruuu saja beranjak remaja, tapi buku ini saya rekomendasikan bagi semua umur, terutama yang menginginkan atau menyukai bacaan yang romantis dan ringan, namun tetap sarat akan pesan-pesan kehidupan yang bisa kita petik.

Monday, September 21, 2015

Book Review : Love Letters by Bryan Mooney

No comments
“My Dearest Darling,” the love letters began, and try as she might, she could not stop reading the letters she found in the old books. After reading one she was compelled to reach for another. Her curiosity urged her on. She could not stop… 
If you found a love letter in an old book, would you read it? 

Suppose you purchased some books from a bookseller at a flea market and upon returning home discovered love letters inside, what would you do? 
Would you read the letters? Would you try to return them? Would you destroy them? 

That is the dilemma that Katie Kosgrove finds herself in when she discovers love letters written by the man she knows only as Jack. Curious but unable to locate him to return the love letters, she begins to read. 

The letters all begin with the same greeting, “My Dearest Darling,” and they each end with, “Forever Jack”. The letters start to transform her life in ways that she never would have imagined. She is thankful to the handsome stranger she met only once. 

Katie knows exactly what she would say to him if she were to ever see him again, until one day he reappears, back in her life. Their world begins to change once more, but the letters have an awesome power over both of them, until…


Identitas Ebook
Judul : Love Letters
Penulis : Bryan Mooney
Bahasa : Inggris
Kategori : Fiksi, Romance
Format/Ukuran Ebook/Tebal : PDF/1,14 MB/269 Halaman
Rate : 4/5 Bintang

Review
Buku ini bercerita tentang Katie, seorang perempuan yang telah bercerai dengan suaminya. Rupanya, perpisahan dengan mantan suaminya itu tidak lantas membuatnya terpuruk dan trauma untuk kembali menjalin asmara dan mencari lagi pendamping hidupnya. Seperti saat ini, ia tengah berusaha untuk mendapatkan suami yang baik, yang akan ia cintai dengan sepenuh hatinya juga mencintainya dengan tulus dan menerima dirinya apa adanya.

Katie digambarkan sebagai seorang perempuan yang pemalu namun ramah dan senang bepergian untuk menemukan hal-hal baru. Dia juga tipe perempuan yang mandiri. Ia rela bekerja keras untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Ia seorang perempuan yang selalu menginginkan kesempurnaan untuk segala sesuatu, terutama yang berkaitan langsung dengan dirinya.

Seperti yang telah menjadi sifatnya, untuk selalu menemukan hal-hal baru dalam hidupnya, maka ketika merasa agak bosan dengan toko buku yang dimilikinya, Katie memutuskan untuk menutupnya dan membuka sebuah studio seni.

Namun, ketika ia sedang membereskan beberapa tumpukan buku-buku tua dari tokonya, ia menemukan menemukan beberapa surat cinta. Semakin banyak surat cinta yang ia baca dan terus ia baca secara berulang. Sesuatu yang aneh, kini ia rasakan. Dan rasa itu semakin kuat ia rasakan. Setelah membaca surat-surat cinta itu, Katie yakin bahwa dirinya tengah jatuh cinta kepada seseorang yang telah menulis surat-surat cinta tersebut, yang ia sendiripun tidak tahu, siapa orang itu dan dimana ia berada. Yang ia tahu, si penulis itu memiliki nick 'Jack'. Hanya itu.

Benarkah rasa yang Katie rasakan itu adalah sebuah rasa cinta yang tulus? ataukah hanya perasaan sebatas kagum saja? Dan berhasilkah Katie menemukan si penulis surat-surat cinta itu?

==========

Kisah Katie dalam mencari cinta sejatinya ini sangat menarik dan menghibur. Melalui pencarian sosok 'Jack' yang dilakukan oleh Katie, penulis sukses membuat saya untuk tidak meninggalkan ebook ini dan terus membacanya hingga selesai.

Dengan genre romance yang sangat kental, buku ini juga bikin geregetan ketika beberapa kali Katie nyaris bertemu dengan si pria misterius penulis surat cinta itu namun beberapa kali itu pula ia gagal menemuinya.

Salah satu pesan yang saya tangkap dari buku ini adalah, bahwa ketika kita merasa tersakiti oleh seseorang, memang suatu kewajaran jika di dalam hati kita tumbuh rasa sakit dan kecewa terhadap dirinya. Namun, kita tidak bisa selamanya membenci atau menghindari seseorang itu, karena bisa saja, justru setelah peristiwa itu, ia telah berubah menjadi seseorang yang lebih baik lagi dan menyadari kesalahannya kepada kita.

I loved this book, especially i loved the letters and the poems inside. I wish someone had written love letters like that to me. ^_^

Book Review : The Vampire Stalker by Allison van Diepen

No comments
What if the characters in a vampire novel left their world--and came into yours?

Amy is in love with someone who doesn't exist: Alexander Banks, the dashing hero in a popular series of vampire novels. Then one night, Amy meets a boy who bears an eerie resemblance to Alexander. In fact, he IS Alexander, who has escaped from the pages of the book and is in hot pursuit of a wicked vampire named Vigo. Together, Amy and Alexander set out to track Vigo and learn how and why Alexander crossed over. But when she and Alexander begin to fall for each other, Amy wonders if she even wants him to ever return to the realm of fiction.


Identitas Ebook
Judul : The Vampire Stalker
Penulis : Allison van Diepen
Bahasa : Inggris
Format/Ukuran Ebook : Adobe EPUB eBook, 1.1 MB
Penerbit : Scholastic, 2011
Rate : 4/5 Bintang

Review (((Spoiler Alert)))
Amy, si cewek geek yang belum pernah memiliki pacar ini tergila-gila pada cowok salah satu tokoh di novel favoritnya yang berjudul Otherworld.

Suatu ketika, Amy bertemu dengan seorang pemuda yang penampilan dan wajahnya sangat mirip gambaran dari tokoh idolanya Alexander Banks, si pembasmi vampir di novel Otherworld tersebut. Pada saat itu pula, Amy diganggu oleh seorang lelaki jahil dan kemudian si pemuda yang mirip dengan Alexander Banks itu menyelamatkannya.

Ternyata, si pemuda yang telah menyelamatkannya itupun memiliki nama yang sama dengan tokoh idolanya, Alexander. Dan setelah mengenal cukup dekat Alexander, Amy semakin yakin pula bahwa Alexander adalah Alexander si tokoh idolanya dari novel favoritnya yang masuk ke dunia Amy melalui sebuah portal dengan tujuan untuk memburu musuh bebuyutannya dalam novel Otherworld, yang bernama Vigo.

Vigo adalah vampir jahat yang telah membunuh orang tua Alexander. Karena alasan itulah Alexander memiliki dendam dan ingin membunuh Vigo.

Dengan bantuan Amy, Alexander akhirnya bisa beradaptasi dengan kehidupan dan cara hidup di dunia nyata. Namun, mereka kebingungan, karena Alezander tidak memiliki tempat untuk tinggal. Kepada ibunya, Amy mengatakan bahwa Alexander adalah sahabat baiknya yang tidak pernah macam-macam, maka dengan mudah pula akhirnya Mom, mempersilahkan Alexander untuk sering mampir bahkan menginap selama beberapa hari di rumah mereka dengan alasan mengerjakan tugas kelompok. Jadilah saat malam setelah Mum pergi tidur, Alexander keluar untuk melaksanakan misinya, memburu Vigo, yang mulai membunuh banyak orang untuk diminum darahnya.

Sementara Vigo yang semakin beringas menghabisi nyawa orang-orang yang tidak tahu apa-apa itu, pihak kepoloisian mulai turun tangan untuk menanggapi laporan-laporan yang semakin banyak tentang terbunuhnya remaja wilayah itu. Namun, polisi mengalami jalan buntu dalam menyelidiki kasus tersebut.

Seiring kedekatannya dengan Amy, mulai tumbuh pula rasa tertarik di hati Alexander kepada Amy. Di novel Otherworld, Alexander diceritakan sebagai sesosok pemuda yang cuek dan belum pernah benar-benar menyukai seorang gadis. Sedangkan Amy yang memang sudah cinta mati banget sama Alexander, selama ini terus menutup-nutupi perasaannya.

Vigo yang mengetahui tengah dikejar oleh Alexander dan mengetahui pula kedekatan Alexander dan Amy, menculik adik Amy untuk dijadikan umpan agar Alexander menyerahkan dirinya. Dengan demikan, menurut Vigo, ia akan lebih untuk menghabisi nyawa Alexander. Dengan bantuan teman Amy, Alexander dan Amy berhasil menyelamatkan adiknya. namun Vigo berhasil lolos dari kejaran mereka.

Setelah kejadian itu, datanglah sepupu Alexander dan Hannah, pacar nya.. Mereka merupakan tokoh di novel Oteherworld juga dan Hannah ini adalah vampir yang juga adiknya Vigo. Adapun tujuan kedatangan mereka untuk memberitahu Alexander bahwa di Otherworld saat itu, para vampire mulai memilih ketua baru karena Vigo hilang dan kemudian beredar informasi bahwa Alexander lah yang telah membunuh Vigo. Mereka mau agar Vigo kembali ke dunia Otherworld. Akhirnya, mereka sepakat, membuat pertemuan dan kemudian Vigo pun setuju untuk kembali ke Otherworld.

Mendengar tentang Vigo yang mau kembali ke Otherworld, Amy sangat senang karena itu artinya, Chicago, tempat tinggalnya, kini terbebas dari vampir jahat yang telah banyak membunuh para remaja tak bersalah. Namun, disaat itu pula, Amy sadar dan kemudian ia merasa sangat sedih dan ada rasa yang terasa begitu sakit di hatinya. Karena jika Vigo kembali ke Otherworld, Alexander pun akan kembali kesana.

Ternyata, kesepakatan Vigo untuk tidak lagi membunuh para remaja dan segera kembali ke Otherworld hanyalah tipu muslihatnya belaka. Justru ia ingin membunuh Amy, karena ia tahu Alexander begitu perhatian dan menyayangi Amy. Amy nyaris saja terbunuh, beruntung Alexander berhasil menolongnya. Setelah aksi berkelahi yang cukup terasa detail dan nyata, Alexander berhasil menusuk pasak Vigo hingga akhirnya ia mati.

And finally, Amy merasa sangat bahagia, ketika Alexander memutuskan untuk tidak kembali Otherworld. Demi Amy, ia akan memulai hidup baru, tinggal dan belajar banyak hal tentang cara hidup di dunia Amy. Akhir cerita yang sangat manis. Sukaaa >_<

==========

Ini adalah untuk pertama kalinya saya membaca karya Allison van Diepen. dan Waww, suka banget!!!. Allison lihai banget membuat cerita yang bagus dan sangat enak untuk dibaca. Lebih dari itu, bikin ketagihan jadi berharap ada lanjutannya, hihiii... :D

Ide ceritanya menarik, tentang seorang gadis yang jatuh cinta sama tokoh pemuda dari buku favoritnya dan kemudian, tada!!!... si cowok itu muncul dan kemudian membalas cintanya. Sweet banget, aslinya deh. Selain itu, suka banget sama karakter dari tokoh Amy yang digambarkan sebagai seorang gadis yang penyayang, baik hati, lembut dan rumahan banget. Begitu pula dengan karakter tokoh Alexander yang sopan.

Oh iya, Alexander pernah berkata bahwa di dunianya, bahwa :
seorang perempuan itu harus mampu menjaga kehormatannya, seorang perempuan juga harus diperlakukan dengan hormat dan tidak boleh melakukan hal-hal yang memang tidak boleh dilakukan oleh seorang perempuan yang belum menikah. Menurut saya, itu jadi salah satu pesan penting yang ingin disampaikan oleh penulis kepada para pembacanya. Selain itu, dengan membaca kisah Amy dan Alexander ini, saya menangkap bahwa bukan tidak mungkin impian besar yang kita miliki yang selama ini kita yakini sebagai impian belaka dan tidak mungkin terwujud justru bisa terwujud dan membawa kebahagian tak terduga bagi kita. Teruslah yakin dan jangan lelah untuk berdoa. Dari kisah Amy dan Alexander pula, kentara banget tentang pengorbanan dua orang yang saling mencintai dengan tulus untuk bisa bersama dan hidup bahagia. So Sweet...